Dari permukaan, kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga kini tampak aman. Area yang sebelumnya terbakar pun sudah basah. Namun, petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) belum meninggalkan lokasi. Mereka tetap bersiaga sepanjang hari untuk mengantisipasi titik panas yang mungkin muncul kembali.
Komandan Sektor Pemadam Kebakaran Citeureup, Hendi, mengatakan kondisi yang terlihat aman belum membuat pemantauan dihentikan.
"Secara kasat mata, untuk update hari ini situasi aman terkendali. Dengan kondisi area yang sudah basah atau lembab, kemungkinan untuk terbakar lagi sudah sangat kecil. Tapi memang faktor alam terkadang berbeda. Kita semua berdoa agar situasi tetap kondusif," ujar Hendi, Senin (28/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memeriksa bagian yang tidak mudah dikenali dengan mata telanjang, petugas masih menggunakan drone termal. Alat itu membantu mereka mencari kemungkinan titik panas yang tersisa di kawasan TPA.
"Pemantauan menggunakan drone termal masih dilakukan. Jadi, kita tetap memantau untuk mengetahui apakah masih ada titik panas dan kemungkinan panas berada di mana," jelasnya.
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga Bogor Foto: Andry Haryanto |
Penjagaan ini merupakan kelanjutan dari upaya pemadaman yang dimulai sejak kebakaran terjadi pada 7 September.
"Kalau untuk Damkar sendiri, kami sudah bertugas dari hari pertama, mulai tanggal 7 September sampai saat ini," kata Hendi.
Tugas yang berlangsung selama 24 jam itu membuat petugas harus bergantian menjaga lokasi dan jauh dari keluarga. Hendi mengatakan tanggung jawab tersebut sudah menjadi bagian dari pekerjaan mereka. Kebutuhan sehari-hari personel selama bertugas, menurutnya, telah disiapkan.
"Sebagai seorang pemadam, dengan risiko dan tanggung jawab yang dihadapi serta tugas yang harus dilaksanakan, tentunya kalau disertai dengan keikhlasan, kita rasanya enjoy saja. Karena memang kita sudah terbiasa. Inilah tugas dan kewajiban kami untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat Kabupaten Bogor," ungkapnya.
Masa darurat dijadwalkan berakhir pada 29 September. Hingga saat itu, petugas gabungan akan terus memantau kawasan Galuga.

