Fino sudah berada di Gelora Pakansari sekitar pukul 03.00 WIB, Ahad (27/9/2026). Ia datang bersama timnya untuk menata booth alpukat kocok dan durian kocok sebelum Festival Trans TV dimulai. Beberapa jam kemudian, pengunjung mulai berdatangan.
"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat di Festival Trans TV ini luar biasa ramai. Saya mulai buka sejak subuh dan sudah melihat masyarakat mulai berdatangan sekitar pukul 05.30 WIB. Dari pagi memang sudah terlihat ramai," ujar Fino.
Bagi Fino, keramaian festival memberi kesempatan untuk memperkenalkan dagangannya secara langsung kepada warga. Ia berharap kegiatan serupa terus menyediakan tempat bagi pelaku usaha kecil untuk bertemu calon pembeli.
Festival ini juga menjadi wadah bagi kegiatan sosial di luar hiburan. Di booth PMI Kabupaten Bogor, pengunjung mencari tahu syarat dan waktu pelaksanaan donor darah. Davina dari PMI mengatakan pertanyaan semacam itu cukup banyak disampaikan warga.
"Antusiasme masyarakat di Festival Trans TV ini cukup tinggi. Banyak warga yang datang dan bertanya mengenai donor darah, mulai dari persyaratan hingga kapan mereka bisa melakukan donor darah," ungkapnya.
PMI turut mengenalkan Bulan Dana Kemanusiaan yang rutin digelar setiap tahun. Pengunjung yang ingin menyumbang dapat menggunakan kode QRIS yang tersedia di booth.
Di antara warga yang datang, ada Citra dari Bojonggede. Ia tiba bersama temannya, Meli, sekitar pukul 06.00 WIB. Keduanya tidak mengikuti perlombaan dan memilih menonton rangkaian kegiatan.
"Saya tidak ikut lomba, hanya menonton dan menikmati rangkaian kegiatan yang ada. Suasananya ramai dan menyenangkan," tutur Citra.
Sejak pagi, festival di Pakansari menjadi titik temu dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Pengunjung mendapat hiburan, pelaku UMKM memperoleh kesempatan mengenalkan produk, sementara PMI dapat menjawab langsung pertanyaan warga tentang donor darah.
Festival Trans TV menghadirkan hiburan dan berbagai kegiatan warga di Gelora Pakansari, Cibinong, Ahad (27/9/2026). Di balik rangkaian acara itu, Pemerintah Kabupaten Bogor melihat peluang bagi pelaku UMKM untuk bertemu pengunjung dan memperkenalkan produknya.
Pengunjung dapat mengikuti senam bersama dan lomba rakyat, serta menyaksikan program Pagi-Pagi Ambyar, Dreambox, Masak Besar, dan Brownis. Festival ini juga menggelar lomba mewarnai.
Sementara itu, Islam Itu Indah bersama Ustadz Maulana dan Ustadz Syam berlangsung di Masjid Raya Nurul Wathon. Gilga Sahid, Happy Asmara, dan Wali turut meramaikan konser musik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, yang hadir mewakili Bupati Rudy Susmanto, mengatakan kegiatan berskala besar dapat membantu membuka pasar bagi usaha setempat.
Peluang itu, menurutnya, tumbuh seiring pengembangan kawasan serta perbaikan infrastruktur dan akses menuju Kabupaten Bogor.
"Ketika wilayah semakin dikembangkan, kemudian diisi dengan berbagai kegiatan dan investasi, maka peluang UMKM untuk berkembang juga semakin besar," ujar Ajat.
Ia menilai Festival Trans TV turut menunjukkan perubahan di Cibinong. Kawasan yang dahulu kerap hanya dilintasi orang menuju Kota Bogor atau Puncak mulai menjadi tempat yang sengaja didatangi untuk mengikuti kegiatan.
"Kalau dulu orang melewati Cibinong untuk menuju Kota Bogor, Puncak atau wilayah lainnya, sekarang Cibinong mulai menjadi tujuan. Ini menjadi poin penting bagi kita," katanya.
Bagi pelaku usaha, banyaknya pengunjung berarti kesempatan menjangkau calon pembeli. Ajat berharap penyelenggaraan acara serupa terus dihubungkan dengan usaha lokal agar peluang ekonomi tidak berhenti ketika kegiatan usai.
"Kalau kita konsisten dan fokus terhadap UMKM, maka Kabupaten Bogor akan semakin kokoh pondasi ekonominya," ujarnya.
(orb/orb)