Sorot lampu mengarah pada deretan pejabat yang duduk di bagian depan menghadap panggung utama. Pendar lampu menyorot ke sosok Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail memberikan sambutan sekaligus membuka acara.
Malam di kawasan pemukiman elit, Kota Baru Parahyangan agak lebih semarak dengan penyelenggaraan 'Jajarans'. Sebuah ruang hiburan, festival kuliner, dan wadah silaturahmi masyarakat Bandung Barat tanpa sekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jajarans akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (7/8/2026) hingga Minggu (9/8/2026). Di hari pertama penyelenggaraan, diawal dengan tausiyah dari Ustadz Taufiqurrahman, lalu ditutup dengan penampilan penyangi religi, Opick.
Tak hanya dimanjakan dengan penampilan bintang tamu, pengunjung yang datang tanpa perlu membeli tiket juga disuguhkan dengan deretan tenan UMKM Bandung Barat. Mulai dari sate, cilok, susu murni, dan ragam kuliner lainnya.
Meriahnya Jajarans yang menyedot perhatian publik ini membalikkan stereotip bahwa pesta rakyat mesti menghamburkan APBD. Jajarans terselenggara tanpa menyentuh APBD Bandung Barat sepeserpun.
"Jajarans ini hadir sebagai ruang hiburan dan kebersamaan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi yang ke-19 KBB. Perlu saya sampaikan, bahwa Jajarans ini sama sekali tidak menggunakan APBD, murni menggunakan dukungan berbagai pihak," kata Bupati Jeje, Jumat (7/8/2026).
Kemeriahan Jajarans menjadi puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang ke-19. Misi besar di balik gegap gempita festival itu yakni langkah nyata pemerintah menggerakkan roda Usaha Masyarakat Kecil dan Menengah (UMKM).
"Semoga Jajarans ini sukses menjadi sarana dalam memeriahkan Bandung Barat dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat," kata Jeje.
Dalam momen tersebut, Bupati Jeje dan Wakilnya, Asep Ismail turut memberikan santunan berupa sembako untuk 190-an warga kurang mampu. Hal tersebut menjadi setitik perhatian pemerintah dalam meringankan beban masyarakat.
(sud/sud)
