Kampung Mati Jadi Saksi Bisu Dasyatnya Gempa M 5,6 di Cianjur

Ikbal Selamet - detikJabar
Sabtu, 26 Sep 2026 12:31 WIB
Kondisi kampung yang terdampak gempa di Cianjur (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar).
Cianjur -

Dua 'kampung mati' menjadi saksi bisu gempa berkekuatan magnitudo 5,6 di Cianjur 2022 lalu. Reruntuhan bangunan hingga rumah-rumah yang kosong ditinggal pemiliknya pun menjadi jejak nyata bencana yang meluluhlantakkan Kota Santri.

Kampung Rawacina, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur menjadi salah satu 'kampung mati' yang menyisakan kenangan penuh duka tersebut.

Apalagi, di kampung ini gempa yang dipicu aktivitas Sesar Cugenang pada empat tahun lalu itu berpusat.

Reruntuhan bangunan menyambut ketika kita tiba di kampung tersebut. Hanya beberapa bangunan yang masih berdiri, itu pun sebagian dinding dan atapnya sudah rusak. Selebihnya, bangunan yang dulu ramai dihuni ratusan penduduk tersebut sudah hancur, rata dengan tanah.

Namun masih terlihat beberapa warga yang beraktivitas di sekitar Kampung Rawacina. Mereka ialah penduduk asli Rawacina yang kini sudah direlokasi.

Beberapa hari sekali mereka datang untuk bertani di lahan persawahan yang berada di dekat lokasi yang dulunya permukiman penduduk.

"Dua hari sekali atau tiga hari sekali ke sini untuk cek sawah. Kalau musim panen atau masa tanam biasanya banyak yang datang untuk membantu. Tapi kalau kampungnya sudah tidak ada yang tinggal, semua sudah pindah," ungkap Ujang (35), seorang warga.

Menurut dia, meskipun Kampung Rawacina merupakan kampung kelahiran, tetapi memori menyedihkan membuat warga memilih untuk pindah.

"Selain zona merah, tidak boleh ada yang menempati untuk bangunan, warga juga trauma tinggal di sini. Apalagi kalau mengingat ketika keluarganya meninggal akibat gempa," ungkap dia.

Hal serupa juga terlihat di Kampung Cijedil, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. Di lokasi tersebut, puluhan orang tewas, bahkan empat orang masih belum ditemukan lantaran tertimbun longsor akibat gempa bumi.

Bangunan yang berdiri di tebing itu kini sudah ditinggalkan, sebagian pun sudah tak tampak tergantikan bronjong yang disusun sebagai tembok penahan tanah.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Konstruksi BPBD Cianjur Nurzen, mengatakan warga di Kampung Cijedil juga direlokasi karena masuk dalam zona merah gempa.

"Kampung tersebut sudah tinggalkan. Jadi total ada dua kampung, yakni Rawacina dan Cijedil yang ditinggal pemiliknya, direlokasi ke Cilaku dan Babakankaret," kata dia.

Menurut dia, lahan yang ditinggalkan tersebut tetap milik penyintas gempa yang direlokasi, tetapi tidak diizinkan untuk kembali didirikan rumah.

"Lahannya tetap milik mereka tapi tidak boleh dibangun rumah atau bangunan lainnya. Kalau untuk sawah, dan lahan pertanian lain dipersilakan," kata dia.

Simak Video "Video: Kepergok Bermesraan Sesama Jenis, 2 Mahasiswa KKN di Cianjur Diamankan "


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork