Tangis haru Emak Nonoh Rohanah (65), warga Desa Rancasenggang, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pecah. Air mata di wajah, diusap kerudung sederhana yang ia pakai sehari-hari
Setelah bertahun-tahun menghuni rumah panggung dengan kondisi rusak parah hingga nyaris roboh, kini mimpinya untuk memiliki hunian layak akhirnya berbuah manis. Emak Nonoh tak akan lagi khawatir rumahnya kebanjiran ketika musim hujan tiba.
"Hatur nuhun (terima kasih)," kata Emak Nonoh lirih di hadapan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail dan istrinya, Syahnaz Sadiqah yang datang berkunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Emak Nonoh, bahagia juga terpancar dari wajah Rustandi, warga Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat. Ia dan istrinya yang baru saja dikaruniai buah hati, tak lagi was-was menghuni rumah yang tak layak.
Kepastian perbaikan hunian dua keluarga tak mampu itu disampaikan langsung Bupati Jeje. Dalam kunjungan tersebut, keduanya berbincang hangat menampung asa para penghuni rumah yang selama ini mendambakan dinding dan atap yang kokoh.
Bupati Jeje mengungkapkan, usulan perbaikan untuk kedua rumah tersebut sebenarnya sudah masuk sejak beberapa tahun lalu. Namun, prosesnya sempat terkendala administrasi sehingga perlu waktu lama sampai akhirnya terealisasi.
"Saya bersama istri mengunjungi dua rumah di Bandung Barat yang kondisinya cukup memprihatinkan. Kita datang mencari solusi agar persoalan yang ada bisa segera diselesaikan dan rumahnya cepat diperbaiki," kata Bupati Jeje, Kamis (24/9/2026).
Jeje membeberkan, rumah Emak Nonoh dan Rustandi merupakan bagian dari 15.279 unit rutilahu yang terdata pada tahun 2026. Keterbatasan APBD membuat Pemkab KBB harus memutar otak dan menetapkan skala prioritas.
"Tahun ini, sebanyak 367 unit rumah ditargetkan menerima sentuhan renovasi dari anggaran daerah," kata Jeje.
Sementara untuk belasan ribu rumah lainnya, Pemda KBB bergerak cepat menggalang dukungan dari berbagai lini, termasuk mengajukan 2.451 unit rumah ke pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
"Kami tidak berhenti pada kemampuan anggaran daerah. Kami sudah mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat untuk 2.451 unit rumah dan saat ini masih dalam proses. Kami juga menggaet pihak swasta lewat program Corporate Social Responsibility (CSR)," ucap Jeje.
Bagi Jeje, penyediaan tempat tinggal yang aman dan layak bagi warga KBB merupakan prioritas yang tak bisa ditawar. Keterbatasan dana daerah tak boleh menjadi jurang penghambat untuk terus berikhtiar.
"Kita memang punya keterbatasan anggaran, tapi itu tidak boleh membatasi ikhtiar kita. Upaya akan terus kami lakukan agar semakin banyak rumah warga Bandung Barat yang bisa diperbaiki dan semakin banyak keluarga yang bisa merasakan tempat tinggal yang layak," kata Jeje.
