Asal-usul Julukan Bandung Kota Kembang dalam 2 Versi

Asal-usul Julukan Bandung Kota Kembang dalam 2 Versi

Zaenab Nurhabibah - detikJabar
Kamis, 24 Sep 2026 18:00 WIB
Bunga Tabebuya bermekaran di Jalan Braga Bandung
Bunga Tabebuya bermekaran di Jalan Braga Bandung (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Ketika mendengar nama Bandung, apa yang langsung terlintas di pikiran detikers? Udara yang sejuk, jajanan yang beragam, kawasan Braga, atau mungkin macetnya yang kadang bikin geleng-geleng kepala?

Kota Bandung memang punya banyak hal yang membuatnya mudah dikenali. Selain sebagai ibu kota Jawa Barat, Bandung juga memiliki sejumlah julukan yang sudah melekat sejak zaman dulu, salah satu yang paling populer adalah Kota Kembang.

Dalam bahasa Sunda, Kembang berarti bunga. Tapi julukan tersebut bukan sekadar nama panggilan, ada cerita panjang di baliknya. Bahkan, ternyata ada beberapa versi yang berkembang mengenai asal-usul sebutan Kota Kembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, sebenarnya kenapa Bandung disebut Kota Kembang?

Bandung Dulu Dikenal Asri dan Banyak Bunga

Versi yang paling umum diketahui masyarakat cukup sederhana, Bandung disebut Kota Kembang karena pada masa lalu kota ini dikenal asri, nyaman, indah, sejuk, hijau, serta dihiasi berbagai pepohonan dan bunga.

ADVERTISEMENT

Bunga dan tanaman bukan sesuatu yang asing bagi kehidupan Bandung pada masa itu, sejumlah catatan sejarah menunjukkan adanya toko bunga dan kegiatan perdagangan tanaman hias di Bandung.

Jadi, kalau detikers selama ini mengira istilah "Kota Kembang" hanya sekadar ungkapan karena Bandung terlihat cantik, anggapan itu memang punya dasar sejarah.

Versi Lain tentang Asal-usul Kota Kembang

Ternyata, ada versi sejarah lain yang membuat asal-usul julukan Kota Kembang menjadi lebih kompleks. Versi ini dikaitkan dengan tulisan sejarawan Haryoto Kunto dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe yang terbit pada 1984.

Menurut versi tersebut, kata "kembang" dalam julukan Bandung tidak hanya dimaknai sebagai bunga secara harfiah. Istilah tersebut dikaitkan dengan kata Kembang Dayang, yang pada konteks masa itu merujuk pada perempuan yang menjadi pendamping atau penghibur dalam sebuah acara.

Cerita ini kemudian dikaitkan dengan penyelenggaraan kongres pengusaha perkebunan gula di Bandung pada masa kolonial.

Sejumlah sumber sekunder menyebut dalam acara tersebut terdapat upaya menghadirkan perempuan sebagai hiburan bagi para peserta kongres. Dari sinilah kemudian muncul istilah yang berkaitan dengan "kembang" dan Bandung.

Namun, detikers perlu mencatat satu hal. Versi sejarah ini tidak memiliki keseragaman soal tahun kejadiannya, ada sumber yang menyebut kongres tersebut berlangsung pada 1885, sementara sumber lain mengaitkannya dengan 1896. Karena itu, cerita ini lebih aman ditulis sebagai salah satu versi mengenai asal-usul julukan Kota Kembang, bukan sebagai satu-satunya fakta yang tidak terbantahkan.

Terlepas dari cerita mengenai Kembang Dayang, ada hal yang cukup jelas dari berbagai catatan sejarah bahwa Bandung memang sejak dulu memiliki citra sebagai kota yang indah.

Letaknya yang dikelilingi kawasan pegunungan membuat Bandung memiliki udara yang relatif sejuk, kondisi alam tersebut kemudian menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat Eropa pada masa kolonial.

Perkembangan Bandung juga semakin pesat setelah dibangunnya berbagai infrastruktur, termasuk jalur transportasi yang menghubungkan Bandung dengan wilayah lain di Pulau Jawa.

Kota ini kemudian berkembang menjadi tempat tinggal, pusat pemerintahan, perdagangan, rekreasi, hingga pusat kegiatan sosial dan budaya.

Seiring perkembangan tersebut, citra Bandung sebagai kota yang indah dan nyaman semakin kuat.

Bahkan, Pemerintah Kota Bandung dalam salah satu dokumennya juga menyebut sejarah perkembangan tanaman hortikultura, khususnya bunga-bungaan, sebagai salah satu hal yang ikut membuat Bandung dikenal sebagai Kota Kembang.

Julukan Bandung Selain Kota Kembang

1. Paris Van Java

Paris van Java secara sederhana berarti "Paris-nya Jawa". Sebutan tersebut muncul karena Bandung pada masa kolonial pernah dipandang memiliki suasana kota, gaya hidup, arsitektur, serta perkembangan mode yang dianggap menyerupai Paris, ibukota Prancis.

2. Lautan Api & Kota Perjuangan

Ada pula julukan Bandung Lautan Api yang sudah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia. Terlepas ini merupakan judul lagu perjuangan, julukan ini berkaitan dengan peristiwa pembumihangusan Bandung pada Maret 1946 sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Dari peristiwa tersebut juga lah Bandung mendapat julukan Kota Perjuangan.

3. Kota Konferensi & Ibu Kota Asia Afrika

Ada pula beberapa julukan seperti Kota Konferensi dan Ibu Kota Asia Afrika yang berkaitan dengan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada 1955 di Gedung Merdeka, dimana pada saat itu Bandung menjadi tuan rumah.

4. Kota Kreatif

Julukan Kota Kreatif didapatkan Bandung ketika UNESCO menetapkan Bandung sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif (Creative Cities Network). Hal ini dikarenakan sektor seperti desain, fashion, dan media digital berkembang pesat di Bandung.

Bandung sekarang tentu sudah jauh berbeda dari Bandung pada masa lalu. Meski begitu, julukan Kota Kembang masih bertahan dan tetap digunakan sampai sekarang.

Jadi, ketika detikers mendengar istilah Bandung Kota Kembang, ternyata ada cerita panjang di baliknya. Bukan cuma soal bunga, tetapi juga tentang bagaimana sebuah kota tumbuh, berubah, dan membentuk identitasnya dari waktu ke waktu.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads