Dinkes Kota Bandung Beri Waktu Sebulan untuk SPPG Bermasalah

Dinkes Kota Bandung Beri Waktu Sebulan untuk SPPG Bermasalah

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 23 Sep 2026 14:30 WIB
Petugas SPPG menyiapkan Makan Siang Gratis (MBG) (Antara Foto/Andry Denisah)
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Bandung -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memberi waktu selama satu bulan untuk pembenahan SPPG yang bermasalah. Beberapa waktu lalu, ada tiga SPPG yang sedang dipantau karena beroperasi di bawah standar yang ditentukan.

Kadinkes Kota Bandung Sony Adam mengatakan, saat ini, masalah SPPG mayoritas urusan persampahan. Ia menyatakan, jika masalah ini tidak segera diatasi, kondisi tersebut justru berpotensi menimbulkan penyakit di lingkungannya.

"Yang paling mencolok di keseluruhan ya, itu masalah timbulan sampah, sehingga butuh pengelolaan terpadu. SPPG itu harus lebih concern terhadap permasalahan sampah, karena sampah itu adalah sumber penyakit," katanya, Rabu (23/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, Dinkes juga menyoroti sarana pencucian ompreng di SPPG. Masalah yang ditemukan, cara pencucian ompreng tersebut masih direndam di sebuah bak penampungan.

"Itu sebetulnya enggak boleh. Kemudian proses scraping, masih di bawah itu pemilahan makanan bahan baku yang akan dimasak. Itu juga enggak boleh," tuturnya.

Selanjutnya, Dinkes menyoroti soal instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di SPPG. Sebab berdasarkan temuan, IPAL tersebut justru berada di dalam jalur pengelolaan makanan SPPG.

"IPAL itu harusnya tidak di dalam, tapi di luar. Nah itu lagi dibenahi ya, karena kita juga deg-degan soalnya ini kan program nasional. Tapi mereka terus kita awasi setiap minggu untuk dibenahi progresnya," ungkapnya.

"Kemudian pengendalian vektor yang belum optimal. Bagaimana mencegah supaya tidak ada tikus masuk, kemudian lalat masuk, kecoa masuk. Itu lebih ditekankan kepada SPPG supaya itu lebih diperhatikan, dan setiap minggu itu juga dipantau. Minggu lalu saya arahkan supaya melakukan pengendalian vektor. Sekarang gimana progresnya harus ada perbaikan," tambahnya.

Sony mengaku tidak bisa menyebutkan secara rinci SPPG mana saja yang bermasalah. Namun ia memastikan, seluruh dapur MBG itu sedang berproses untuk perbaikannya.

"Ada juga SPPG yang bagus ya, semua sudah sesuai dengan tata kelolanya. Ini kita perlu progres yang perlahan. Tapi saya enggak bisa spesifik, intinya kan kalau saya sebutkan nanti si penerima manfaatnya panik," katanya.

Dinkes pun memberi tenggat waktu satu bulan agar pembenahan itu bisa dilaksanakan. Sony memastikan telah memberikan rekomendasi supaya pembenahan itu bisa dijalankan.

"Rekomendasi yang diberikan oleh Dinas Kesehatan cepat dilaksanakan aja. Paling lambat sebulan lah harus selesai, masak sebulan enggak selesai," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 'Revolusi Pengelolaan Sampah' ala Walkot Solo Respati Ardi"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads