Krisis Ekologi Mengintai, Mahasiswa di Cimahi Dituntut Ambil Peran

Krisis Ekologi Mengintai, Mahasiswa di Cimahi Dituntut Ambil Peran

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 22 Sep 2026 23:05 WIB
Ilustrasi kerusakan lingkungan
Ilustrasi kerusakan lingkungan (Foto: Shutterstock)
Cimahi -

Rentetan bencana alam dan krisis ekologis belakangan sedang melanda berbagai wilayah Indonesia. Hal itu menjadi gambaran akan carut marutnya kondisi alam di tanah air hingga memicu bencana alam.

Peran menjaga lingkungan tak cuma menjadi tanggungjawab pemerintah dengan porsi paling besar, ada juga keterlibatan dan peran generasi muda dalam menjaga kelestarian alam melalui hal-hal kecil dalam keseharian.

Menjawab tantangan tersebut, sebanyak 6.120 mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Jawa Barat, diperkenalkan dan didorong untuk menjadi agen perubahan bagi lingkungan dan menciptakan masa depan yang lebih hijau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rektor Unjani, Agus Subagyo, mengatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan karakter esensial yang harus dibangun di jenjang perguruan tinggi, terutama saat ancaman perubahan iklim kian nyata.

ADVERTISEMENT

"Bagi kami, pendidikan tidak hanya berbicara mengenai pengetahuan di dalam kelas. Mahasiswa harus mampu melihat persoalan lingkungan di sekitarnya, mengambil peran aktif, dan menghadirkan solusi konkret," ujar Agus, Selasa (22/9/2026).

Agus berharap para mahasiswa dapat tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang memiliki keberanian menginisiasi aksi lingkungan dengan manfaat nyata serta berkelanjutan.

"Kami berharap mahasiswa Unjani tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang memiliki keberanian menginisiasi aksi lingkungan dengan manfaat nyata serta berkelanjutan," ujar Agus.

Peran mahasiswa Unjani agar disiplin menjaga lingkungan, juga selarang dengan konsep Smart Military University. Konsep itu menjadi pendorong utama daya saing kampus dalam mencetak mahasiswa yang memiliki nilai lebih karena mengadopsi unsur pendidikan kemiliteran.

"Kami menggembleng mahasiswa tidak hanya hard skill, tetapi juga soft skill melalui nilai kedisiplinan, loyalitas, dan kesantunan. Karakter ini yang menjadi pembeda utama kami dengan perguruan tinggi lain termasuk dalam disiplin menjaga lingkungan dan ekosistem," kata Agus.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads