Debit Air PDAM Turun, 12.907 Rumah di Cimahi-KBB-Soreang Terdampak

Debit Air PDAM Turun, 12.907 Rumah di Cimahi-KBB-Soreang Terdampak

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 22 Sep 2026 19:30 WIB
Truk Tangki air bersih untuk warga terdampak kemarau panjang di Cimahi
Truk Tangki air bersih untuk warga terdampak kemarau panjang di Cimahi (Foto: istimewa)
Cimahi -

Kemarau panjang yang terjadi sejak pertengah tahun 2026 berdampak debit air baku Perumda Air Minum Tirta Raharja. Alhasil, penurunan debit air baku itu berujung pada penyesuaian distribusi terhadap sambungan langganan di Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Berdasarkan hasil pemantauan hingga September 2026, debit air baku mengalami penurunan rata-rata sekitar 23 persen dibandingkan kondisi normal, dengan fluktuasi penurunan antara 15 hingga 28 persen, bergantung pada kondisi masing-masing sumber air baku.

"Dalam kondisi normal, kapasitas produksi mencapai sekitar 1.008 liter per detik. Penurunan debit air baku mulai terpantau sejak awal Juli 2026, dipengaruhi berkurangnya curah hujan," kata Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Raharja, Dhani Lukman saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dhani mengatakan dampak penurunan debit air baku dirasakan oleh pelanggan di beberapa daerah pelayanan, mulai dari pelanggan di Soreang, Margaasih, Banjaran, Baleendah, Cileunyi, Cimahi, dan Cisarua.

ADVERTISEMENT

"Dari total 122.532 sambungan langganan, sekitar 12.907 sambungan rumah berada pada wilayah yang berpotensi mengalami penyesuaian pelayanan, jadi jam pengaliran dan tekanan, bukan penghentian pelayanan secara total," kata Dhani.

Selain pengatiran distribusi air, pihaknya juga sudah menyiapkan sebanyak 24 unit tandon air berkapasitas 2.000 liter per unit. Tandon air itu sudah ditempatkan di sejumlah lokasi yang membutuhkan dukungan pasokan air.

"Kemudian kami menyiagakan sebanyak 4 unit mobil tangki untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air pelanggan. Jumlah armada dapat ditambah sesuai dengan perkembangan kebutuhan di lapangan," kata Dhani.

Sejak Juli hingga September 2026, pihaknya telah menyalurkan air melalui armada mobil tangki dengan total distribusi mencapai sekitar 2,9 juta liter ke beberapa daerah pelayanan yang diprioritaskan.

"Kami mengimbau seluruh pelanggan dan masyarakat untuk menghemat penggunaan air, menggunakan air sesuai kebutuhan terutama di musim kemarau ini," kata Dhani.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads