Cerita Pemuda Ciamis Kejar Mimpi Bekerja di Kapal Pesiar

Cerita Pemuda Ciamis Kejar Mimpi Bekerja di Kapal Pesiar

Dadang Hermansyah - detikJabar
Selasa, 22 Sep 2026 18:00 WIB
Reza sedang meracik minuman kopi di sebuah stan kegiatan festival di halaman Gedung Perpustakaan Ciamis.
Reza sedang meracik minuman kopi di sebuah stan kegiatan festival di halaman Gedung Perpustakaan Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Ciamis -

Aroma kopi dan suara mesin espresso terdengar dari salah satu stan di halaman Gedung Perpustakaan Ciamis, Selasa (22/9/2026). Sejumlah pengunjung datang silih berganti, memesan kopi yang diracik langsung oleh para peserta pelatihan barista.

Di balik meja, Reza Farhan (25), warga Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, tampak sibuk menyiapkan pesanan. Sesekali ia berdiskusi dengan dua rekannya sebelum menyerahkan secangkir kopi kepada pengunjung.

Gerakannya memang belum secepat barista yang sudah lama bekerja. Namun, Reza terlihat telaten. Satu per satu pesanan dibuatnya dengan mengikuti teknik yang selama ini dipelajari dalam pelatihan barista dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Ciamis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reza dan peserta lainnya masih menjalani pelatihan yang berlangsung selama 23 hari. Kesempatan tampil di Festival Literasi itu sekaligus menjadi ajang bagi mereka untuk mempraktikkan kemampuan yang sudah diberikan instruktur.

Bagi Reza, pelatihan tersebut bukan sekadar belajar meracik kopi. Ada target yang sedang ia kejar yakni mendapatkan sertifikasi profesi sebagai bekal untuk bekerja di kapal pesiar.

ADVERTISEMENT

"Saya sebenarnya ikut pelatihan ini karena membutuhkan sertifikasi BNSP. Saya ingin mencoba karier di dunia hospitality, terutama melalui agensi kapal pesiar," kata Reza saat ditemui detikJabar.

Keinginan itu sudah mulai ia jalani sejak beberapa bulan terakhir. Reza mengaku sempat melamar pekerjaan sebagai barista di kapal pesiar, namun masih terkendala sejumlah persyaratan administrasi.

"Kemarin saya sudah sempat apply, cuma ada beberapa persyaratan yang kurang, seperti sertifikasi. Jadi sekarang saya ikut pelatihan ini untuk melengkapi persyaratan tersebut," ujarnya.

Bukan berarti Reza baru mengenal dunia kopi. Sejak 2018, ia sudah bekerja sebagai barista di sebuah kafe di Ciamis. Ketertarikannya berawal dari kebiasaan suka ngopi.

"Dulu awalnya saya memang suka ngopi. Lama-lama jadi penasaran, espresso itu apa, manual brew itu apa. Dari situ saya mulai belajar sendiri, juga bareng teman-teman," tuturnya.

Dari proses belajar secara otodidak itu, Reza kemudian benar-benar terjun ke dunia kopi. Ia sempat menempuh kuliah, namun kemudian berhenti. Setelah lulus SMA pada 2019, Reza memilih melanjutkan pengalamannya di dunia kerja.

Kini, pengalaman tersebut ingin ia bawa ke level berikutnya. Reza berharap sertifikasi yang diperolehnya nanti bisa membuka jalan menuju industri hospitality di kapal pesiar.

"Saya lebih senang terjun di dunia pariwisata, terutama hospitality. Jadi pelatihan ini saya jadikan bekal untuk bisa masuk ke sana," katanya.

Untuk rencana bekerja di kapal pesiar, Reza mengaku sudah mulai mencoba mencari peluang sejak sekitar enam bulan terakhir. Meski belum berhasil, ia memilih terus melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

"Saya sudah coba apply sekitar enam bulan ke belakang, cuma mungkin belum ada rezekinya. Sekarang saya kejar dulu legalitas dan sertifikasinya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Ciamis Dase Fadlil Yusdy Mubarak mengatakan, kemampuan para peserta pelatihan barista mulai terlihat saat mereka diminta melayani pengunjung Festival Literasi.

Menurutnya, peserta mampu menerapkan materi yang diberikan instruktur meski pelatihan mereka belum selesai.

"Alhamdulillah, peserta yang kami tampilkan di Festival Literasi ini mampu mengimplementasikan apa yang sudah diajarkan instruktur. Ketika antrean pengunjung cukup banyak, mereka juga mampu melayani dan meracik kopi dengan baik," kata Dase.

Pelatihan barista tersebut berlangsung selama 23 hari dan diikuti 16 peserta. Pesertanya pun memiliki latar belakang kemampuan yang berbeda. Ada yang benar-benar memulai dari nol, sementara sebagian lainnya sudah memiliki pengalaman bekerja sebagai barista dan ingin meningkatkan kemampuan.

"Jadi ada yang betul-betul belum punya keahlian. Ada juga yang sudah pernah bekerja, tetapi ingin meningkatkan lagi kemampuannya," ujarnya.

Dase menjelaskan, pelatihan ini memberikan bekal yang cukup penting bagi peserta. Mereka nantinya mendapatkan dua sertifikat, yakni sertifikat pelatihan kompetensi dan sertifikat sertifikasi profesi sebagai barista.

"Ini menjadi bekal bagi para peserta untuk terjun ke dunia kerja maupun berwirausaha. Jadi setelah pelatihan, mereka punya kompetensi sekaligus legalitas profesinya," katanya.

Program pelatihan barista tersebut merupakan batch keempat. Setelah menyelesaikan pelatihan, Disnaker Ciamis juga menyiapkan proses penyaluran bagi peserta yang ingin masuk ke dunia kerja.

"Pasca pelatihan nanti salah satunya ada penyaluran ke penempatan kerja. Tapi sebagian peserta juga ada yang ingin berwirausaha, jadi kami sesuaikan dengan tujuan masing-masing," tutur Dase.

Menariknya, program tersebut tidak menggunakan anggaran APBD Kabupaten Ciamis. Dase menyebut pelatihan itu mendapat dukungan anggaran APBN melalui program Kementerian Ketenagakerjaan.

"Ini anggarannya dari APBN melalui program Kemnaker. Dalam kondisi kemampuan APBD yang terbatas, kita memang harus mencari peluang seperti ini agar masyarakat Ciamis tetap bisa diberdayakan dan meningkatkan keahliannya untuk mencari kerja," jelasnya.

Dase berharap program serupa bisa terus berjalan setiap tahun sehingga semakin banyak masyarakat Ciamis yang memiliki keterampilan dan sertifikasi untuk masuk ke dunia kerja.

"Insyaallah setiap tahun. Kita berharap program seperti ini terus ada dan bisa memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan serta punya bekal yang jelas ketika masuk dunia kerja," pungkasnya.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads