Heboh Pool Party di Sukabumi Berujung Diprotes Warga, Panitia Minta Maaf

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Selasa, 22 Sep 2026 12:00 WIB
Ilustrasi kolam renang (Foto: Getty Images/iStockphoto/Di_Media)
Bandung -

Sebuah video yang memperlihatkan gelaran pesta kolam renang (pool party) bertajuk "Ngoetfest x SantaSea" di SantaSea Waterpark, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, mendadak viral di media sosial dan menuai kecaman publik. Acara yang dihelat pada Sabtu (19/9/2026) malam itu dikritik lantaran dinilai mencederai norma setempat, mulai dari volume musik yang menggelegar hingga pakaian pengisi acara.

Berdasarkan penelusuran, kemarahan warga bermula dari aktivitas di area kolam renang yang berlangsung hingga larut malam. Warga RT 001/RW 005, Kelurahan Gedongpanjang, langsung melayangkan protes keras kepada pihak manajemen SantaSea Waterpark. Suara dentuman musik dari penampilan disk jockey (DJ), band, dan tarian modern dinilai terlalu bising hingga pukul 22.00 WIB, sehingga mengganggu waktu istirahat warga sekitar.

Selain kebisingan, penampilan para talent perempuan di area kolam renang juga menjadi sorotan tajam. Sebagian warga menilai konsep pool party tersebut tidak sejalan dengan kultur dan norma budaya masyarakat Sukabumi.

Asisten Direktur SantaSea, Azwar Haikal, tak menampik adanya gelombang protes dari warga sekitar. Ia mengakui bahwa insiden ini menjadi tamparan sekaligus bahan evaluasi mendalam bagi manajemen agar ke depan lebih peka terhadap kondisi sosial-budaya setempat.

"Jadi, warga intinya menyesalkan gitu ya, ada event seperti itu gitu," ujar Azwar, Selasa (22/9/2026).

Menurut Azwar, pihak manajemen telah mengantongi sejumlah catatan penting dari warga, terutama terkait masalah kebisingan suara. Ke depan, SantaSea berjanji akan menerapkan pengawasan dan seleksi yang jauh lebih ketat terhadap setiap kegiatan yang dihelat di area wisata tersebut.

"Ke depannya memang itu bakal jadi pembelajaran buat Santasea, ke depannya harus lebih memperhatikan tentang budaya masyarakat yang ada di Sukabumi seperti itu," ujarnya.

"Adapun keluhan warga yang paling besar itu adalah terkait volume juga. Terkait volume, memang ke depannya dari Santasea sendiri akan lebih-lebih mengatur untuk volume, dan akan lebih selektif lagi," sambung Azwar.

Sebagai tindak lanjut, manajemen SantaSea dan warga telah menyepakati sejumlah poin evaluasi, salah satunya adalah melarang kembalinya konsep acara yang dinilai bertentangan dengan kearifan lokal.

Panitia Ngoetfest Minta Maaf

Di sisi lain, pihak penyelenggara Ngoetfest x SantaSea akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat luas atas kegaduhan yang timbul.

Penyelenggara Ngoetfest x SantaSea, Muhamad Abudzar Alghifari alias Abuzar, menyatakan pihaknya memahami sepenuhnya reaksi publik dan perdebatan yang muncul akibat acara tersebut.

"Kami dari pihak panitia dengan segala kerendahan hati memohon maaf jika penyelenggaraan acara Ngoet Fest membuat gaduh dan ketidaknyamanannya di masyarakat," kata Abuzar.

Meski demikian, Abuzar memberikan sejumlah klarifikasi terkait protokol dan batasan yang diterapkan selama acara berlangsung. Ia menegaskan bahwa panitia sejak awal melarang peredaran maupun konsumsi minuman beralkohol serta narkotika di lokasi.

"Perlu kami klarifikasikan bahwa dalam kegiatan acara Ngoet Fest bertema pool party ini, kami melarang adanya kegiatan minum-minuman beralkohol, narkotika dan obat terlarang," jelas Abuzar.

Terkait busana talent, Abuzar mengklaim pihaknya telah menerapkan aturan berpakaian dan melarang penggunaan bikini seksi. "Selain itu juga dalam kegiatan tersebut kami melarang adanya perempuan menggunakan bikini sexy dan memperbolehkan hanya untuk menggunakan pakaian renang," tambahnya.

Ia menjelaskan, konsep awal acara murni dirancang sebagai sarana hiburan segar bagi pengunjung melalui kolaborasi penampilan live DJ, band, dan tarian modern di sekitar kolam renang.

"Ide konsep dari acara tersebut adalah dengan menghadirkan hiburan live disk jockey (DJ), band musik dan tarian modern kepada pengunjung di kolam renang," terangnya.

Kendati demikian, Abuzar mengakui eksekusi di lapangan memicu pro dan kontra di tengah masyarakat. Pihaknya berjanji akan menjadikan polemik ini sebagai pelajaran berharga agar lebih bijak meramu konsep hiburan di masa mendatang.

"Untuk itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan tersebut dan ke depannya kami akan lebih bijak dalam menyelenggarakan acara hiburan di masyarakat," pungkasnya.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork