Kabar Duka dari Masjidil Haram

Kabar Duka dari Masjidil Haram

Lusiana Mustinda - detikJabar
Senin, 21 Sep 2026 16:44 WIB
Kabar duka datang dari Masjidil Haram, Makkah. Syekh Ibrahim Al Madani, salah satu muazin Masjidil Haram, meninggal dunia pada Senin pagi (21/9/2026).
Syekh Ibrahim Al Madani (Inside The Haramain / X)
Bandung -

Syekh Ibrahim Al Madani, salah satu muazin Masjidil Haram meninggal dunia pada Senin (21/9/2026) pagi.

Sebelum wafat, Syekh Ibrahim sempat mengumandangkan azan Subuh di Masjidil Haram pada Senin dini hari. Seruan tersebut menjadi azan terakhirnya dari masjid suci umat Islam itu. Rekaman azan tersebut juga dibagikan oleh akun Inside the Haramain beberapa jam sebelum kabar wafat sang muazin.

Dikutip dari Khaleej Times, salat jenazah akan digelar setelah salat Asar pada Senin ini di Masjidil Haram, Makkah. Kemudian Syekh Ibarhim akan dimakamkan di Al Mualla Cemetery.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjalanan Syekh Ibrahim Al Madani Menjadi Muazin

Syekh Ibrahim Al Madani lahir di Madinah pada 1976. Ia tumbuh dalam keluarga religius dan banyak mendapat pengaruh dari sang kakek yang merupakan penghafal Al-Qur'an. Ia kemudian menempuh
pendidikan dan memperoleh kualifikasi akademik dalam bidang Studi Al-Qur'an.

Kecintaannya terhadap azan telah tumbuh sejak usia muda. Pada usia 15 tahun, ia mulai mengumandangkan azan di sebuah masjid di lingkungan tempat tinggalnya di Madinah.

ADVERTISEMENT

Ia kemudian menjalankan tugas sebagai muazin bersama tiga orang tetangganya secara bergantian. Tugas tersebut dilakoninya hingga menyelesaikan kuliah sebelum sempat berhenti karena menjalani pekerjaan sebagai pengajar di luar Madinah.

Pada 1428 H atau sekitar 2007-2008, Syekh Ibrahim mendapat kesempatan untuk kembali mengumandangkan azan di Masjid Al-Maddah. Ia kemudian terus menjalankan tugas tersebut hingga mendapat kesempatan menjadi muazin di Masjidil Haram, Makkah.

Syekh Ibrahim secara resmi diangkat sebagai muazin Masjidil Haram pada 1439 H atau sekitar 2017-2018.

Terpengaruh Gaya Azan Madinah

Tumbuh dan besar di Madinah membuat Syekh Ibrahim sangat dipengaruhi tradisi serta gaya azan khas Madinah.

Di sisi lain, ia juga mengenal gaya azan Makkah sejak kecil. Saat berkunjung ke Makkah bersama ayahnya, Syekh Ibrahim bertemu Syekh Abdul Latif Mulla, mantan muazin Masjidil Haram yang juga merupakan sahabat kakeknya.

Perjalanan tersebut kemudian mempertemukan dua tradisi azan yang ia kenal sejak muda, hingga akhirnya Syekh Ibrahim dipercaya menjadi salah satu muazin di Masjidil Haram.

Kepergian Syekh Ibrahim Al Madani meninggalkan rekaman suara azan yang selama bertahun-tahun terdengar dari Masjidil Haram. Salah satu rekaman terakhirnya adalah azan Subuh pada Senin dini hari, beberapa jam sebelum ia wafat.

Artikel ini telah tayang di detikHikmah

(lus/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads