Palabuhanratu Punya RS Swasta Pertama, Dinkes: Warga yang Diuntungkan

Palabuhanratu Punya RS Swasta Pertama, Dinkes: Warga yang Diuntungkan

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Senin, 21 Sep 2026 11:01 WIB
Peletakan batu pertama pembangunan RSIA Bumi Jayanti di Palabuhanratu
Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi -

Sebagai ibu kota Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu akhirnya bakal memiliki rumah sakit swasta pertamanya. Pembangunan RS Ibu dan Anak (RSIA) Bumi Jayanti resmi dimulai lewat peletakan batu pertama (groundbreaking).

Kehadiran fasilitas kesehatan baru ini disambut Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi untuk menggenjot transformasi sistem rujukan medis di kawasan selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Masykur Alawi menyatakan, kehadiran rumah sakit swasta perdana ini membawa keuntungan langsung bagi masyarakat. Menurutnya, iklim kompetisi antarfaskes rujukan secara alami akan memacu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Justru ini ada advantage, ada keuntungan ketika ada kompetitor faskes rujukan di sebuah wilayah. Yang diuntungkan adalah masyarakat. Layanan-layanan berkompetisi antara RSUD Palabuhanratu dengan Rumah Sakit Bumi Jayanti. Kami di pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan justru mengapresiasi," kata Masykur, Senin (21/9/2026).

Menanggapi sorotan publik terkait ketergantungan rujukan darurat dari RSUD Palabuhanratu ke Kota Sukabumi, Masykur menjelaskan bahwa arah layanan kesehatan saat ini bertumpu pada transformasi rujukan berbasis kompetensi, bukan lagi sekadar kelas rumah sakit.

ADVERTISEMENT

Langkah ini sejalan dengan enam pilar transformasi kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan, meliputi layanan primer, rujukan, SDM, pembiayaan, ketahanan kesehatan, hingga digitalisasi.

"Sekarang konsepnya bergeser dari classing ke kompetensi, ada 24 kompetensi rujukan. Misalnya faskes baru ini unggul di kompetensi KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dan mengejar akreditasi paripurna, bukan mustahil justru rumah sakit lain yang nantinya merujuk ke sini," jelas Masykur.

Selain memperbaiki alur rujukan, penambahan unit rumah sakit baru dinilai krusial untuk menutup kekurangan rasio tempat tidur (bed) perawatan yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Sukabumi.

Mengenai status legalitas, Masykur menegaskan tahapan yang berjalan saat ini adalah izin pendirian dan konstruksi fisik. Seluruh aspek tata ruang dan lingkungan telah dipenuhi melalui dinas terkait.

"Perizinan lingkungan di DLH dan tata ruang di DPTR sudah clear. Untuk izin operasional itu tahap berikutnya (next), nanti ada rekomendasi teknis langsung dari Dinkes sebelum resmi melayani pasien," ujarnya.

Pembangunan faskes swasta ini turut dikawal Anggota DPR RI Dapil Sukabumi, Iman Adinugraha. Iman menyebut kehadiran investasi murni pihak swasta ini dirintis selama hampir dua tahun demi memangkas kesenjangan fasilitas kesehatan antara wilayah utara dan selatan Sukabumi.

"Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah atau pusat, keterlibatan swasta sangat diperlukan. Alhamdulillah investor bersedia menanamkan modal di Palabuhanratu," tutur Iman.

Iman secara terbuka mengakui pelayanan faskes pelat merah di daerah selama ini masih menuai banyak kritik dari warga. Masuknya RSIA Bumi Jayanti dinilainya menjadi momentum evaluasi penting bagi RSUD Palabuhanratu agar berbenah dan meningkatkan standar layanannya.

"Kita harus berani mengakui pelayanan di rumah sakit umum daerah kita belum maksimal. Dengan hadirnya kompetitor, RSUD tertantang naik kelas, swasta pun harus memberikan pelayanan prima. Di samping itu, ke depan kita dorong penyerapan tenaga kerja lokal serta integrasi jaminan BPJS Kesehatan agar manfaatnya dirasakan merata oleh masyarakat," pungkas Iman.



(sya/tya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads