Air Dingin Bisa Mengecilkan Pori-pori? Ini Kata Dokter Kulit

Air Dingin Bisa Mengecilkan Pori-pori? Ini Kata Dokter Kulit

detikHealth - detikJabar
Sabtu, 19 Sep 2026 22:00 WIB
Ilustrasi seorang wanita sedang membersihkan wajah
Ilustrasi cuci muka. Foto: Thinkstock
Bandung -

Anggapan bahwa membilas wajah dengan air dingin dan air hangat dapat mengendalikan pori-pori kulit sudah lama beredar di masyarakat.

Banyak orang bahkan sengaja menggunakan dua suhu air tersebut saat mencuci muka. Mereka berharap cara itu dapat membuat kulit terlihat lebih halus sekaligus mengecilkan pori-pori.

Namun, spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dr Stanley Setiawan, SpDVE, FINSDV, FAADV, menyebut anggapan tersebut sebagai mitos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dr Stanley, pori-pori kulit tidak bekerja seperti pintu yang bisa membuka dan menutup dengan mudah hanya karena perubahan suhu air.

ADVERTISEMENT

"Kalau kita bicara pores (pori-pori) ya, kita harus punya satu pemahaman bahwa ini bukan yang tampil di permukaan saja, tapi satu sistem. Dan tidak dengan mudah pori-pori itu buka-tutup kayak pintu gitu ya," beber dr Stanley pada awak media di Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).

Perubahan suhu memang dapat memberikan efek tertentu pada kulit. Namun, efek tersebut hanya berlangsung sementara dan tidak berarti pori-pori benar-benar membuka atau menutup seperti yang selama ini dipahami.

"Misalnya bisa dikondisikan, tapi itu sifatnya sementara nih kita pakai air dingin atau air panas," sambungnya.

Suhu Air Ekstrem Berulang Bisa Ganggu Skin Barrier

Dr Stanley menjelaskan bahwa ukuran dan mekanisme pori-pori melibatkan proses biologis yang jauh lebih kompleks daripada sekadar paparan air dengan suhu tertentu.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terus-menerus mengekspos kulit dengan suhu ekstrem hanya untuk mendapatkan pori-pori yang tampak lebih kecil.

"Jadi jangan sampai kita salah nih pemahamannya, bahwa kalau mau tutup pori udah air dingin aja terus gitu, atau mau buka pori air panas aja terus. Hati-hati. Karena kulit itu bukan sekadar permukaan, tapi ada barrier (pelindung kulit)," tegasnya.

Kulit memiliki barrier yang berperan penting dalam melindungi permukaan kulit. Perlakuan yang terlalu agresif dan dilakukan berulang kali justru dapat mengganggu fungsi pelindung tersebut.

"Perlakuan yang kita ekspos terhadap kulit, mungkin secara sementara bisa membantu, tetapi kalau berulang-ulang, bisa compromise kulit itu sendiri dan merusak barrier," sambung dr Stanley.

Cara Merawat Pori-pori dan Mengontrol Minyak Wajah

Selain membahas penggunaan air dingin dan hangat, dr Stanley menjelaskan cara menjaga kondisi pori-pori, terutama pada kulit yang mudah berminyak.

Ia mengibaratkan kulit wajah sebagai mesin alami yang terus memproduksi minyak atau sebum. Produksi minyak sebenarnya memiliki fungsi untuk membantu menjaga kelembapan kulit.

Namun, produksi sebum yang berlebihan dapat memicu penumpukan minyak dan menyumbat pori-pori. Kondisi tersebut kerap membuat seseorang berusaha mengeringkan wajah secara berlebihan.

Menurut dr Stanley, menghilangkan minyak hingga kulit benar-benar kering bukan solusi yang tepat. Pengelolaan produksi minyak perlu dilakukan dengan mengatur regulasinya, bukan sekadar menghilangkannya.

"Artinya, setiap kita selalu berpikirnya begini kalau kulit berminyak, langsung punya satu pemahaman sudah dikeringkan sekering mungkin. Padahal bukan seperti itu, bukan mesinnya yang kita matikan, tapi regulasinya yang diatur," terangnya.

Untuk membantu mengatasi penumpukan sebum dan penyumbatan pori-pori, dr Stanley menganjurkan penggunaan bahan aktif yang membantu proses pelepasan sel kulit mati atau eksfoliasi.

Namun, ia mengingatkan agar eksfoliasi dilakukan secara terkontrol. Penggunaan metode eksfoliasi secara berlebihan justru dapat mengganggu kondisi kulit.

"Terkait dengan penumpukan sebum, tersumbatnya pori, harus ada bahan-bahan aktif yang membantu untuk secara regulatory itu terlepas atau yang kita kenal dengan proses eksfoliasi. Dan eksfoliasi pun juga harus tetap terkontrol nih, supaya enggak over-exfoliation," pungkasnya.

Baca berita selengkapnya di detikHealth.

(sao/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads