Tarif Santet di Karang Hawu Sukabumi Viral, Kades Pastikan Hoaks

Tarif Santet di Karang Hawu Sukabumi Viral, Kades Pastikan Hoaks

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 17 Sep 2026 12:30 WIB
Ilustrasi teluh.
Foto: Ilustrasi menggunakan Gemini AI
Sukabumi -

Jagat media sosial dihebohkan dengan rekaman video berdurasi singkat yang mempromosikan jasa santet hingga pelet dengan latar belakang deburan ombak dan tebing karang. Lokasi dalam video tersebut diduga kuat berada di kawasan Pantai Karang Hawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Dalam video viral yang beredar di media sosial, tampak sesajen beralaskan nampan, kepulan asap kemenyan, kelapa muda, hingga mangkuk dupa berjejer di atas tebing batu karang yang menghadap langsung ke laut lepas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video tersebut ditempeli narasi daftar tarif jasa spiritual, mulai dari santet mati senilai Rp3.000.000, santet sakit Rp2.000.000, santet gila Rp1.000.000, hingga pelet puter giling dan ikat sukma seharga Rp400.000.

Keberadaan lokasi dalam video itu dibenarkan oleh sejumlah warga setempat. Jaka, warga Cisolok, meyakini sudut pengambilan gambar memang berada di kawasan Karang Hawu.

ADVERTISEMENT

"Dari lokasi ada kemiripan, diambil di salah satu sudut di Karang Hawu. Karena arahnya ke laut, pas kamera mengarah ke kanan terlihat perbukitan Puncak Habibie," ungkap Jaka, Kamis (17/9/2026).

Hal senada diungkapkan Nanan, salah seorang relawan sekaligus warga yang kerap beraktivitas di sekitar Karang Hawu. Menurutnya, tebing karang dalam video berada di sisi dekat jembatan arah ke kebun kelapa di bagian bawah perbukitan.

"Kalau dilihat posisinya itu di tebing bawah, sebelah kanan yang mengarah ke kebun kelapa, yang ada rongga atau gua karang. Dulu zaman dulu sempat dipakai jualan kopi di atasnya, tapi sekarang sudah terkikis ombak. Sudah hampir 20 tahun lebih tidak ada aktivitas warga naik ke situ karena rawan tersapu ombak," ujar Nanan.

Kendati visualnya identik, Nanan menduga kuat rekaman tersebut merupakan video lama atau milik orang lain yang diunggah ulang (repost) oleh akun tertentu demi mencari sensasi atau modus penipuan.

"Kayaknya itu video orang lain yang ditempeli tulisan (tarif santet). Di sini warga atau orang spiritual tidak pernah ada yang jualan jasa santet begitu, nggak ada. Di Karang Hawu mah orang datang paling hanya tawasulan, ziarah biasa," tegasnya.

Menanggapi kehebohan tersebut, Kepala Desa Cisolok, Hendi Sunardi, angkat bicara. Hendi secara tegas membantah adanya praktik komersialisasi jasa santet di kawasan wisata Karang Hawu.

"Jelas nggak setuju, mana ada kayak begitu. Kalaupun betul ada yang sengaja buka praktik seperti itu, nanti akan saya cari orangnya siapa. Itu sesat kalau sampai pasang tarif santet begitu," kata Hendi saat dihubungi.

Hendi menambahkan, teknologi saat ini sangat memungkinkan seseorang menyunting visual pemandangan alam lalu membubuhinya dengan teks yang menyesatkan.

Ia memastikan Karang Hawu selama ini dikenal sebagai destinasi wisata alam sekaligus wisata religi atau tempat syariat dan tawasul, bukan wadah praktik ilmu hitam komersial.

"Di sana mah murni wisata religi, syariat tawasul, bukan untuk hal-hal yang begitu. Terkait juru kunci di sana pun dari pihak desa dulu sifatnya hanya memberikan surat tugas agar tertib dan tidak liar. Jadi kalau ada narasi santet berbayar seperti itu, warga lokal tidak pernah ada," pungkas Hendi.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads