Gundah Kades di Garut Tunggu Kabar 2 Adiknya Korban KM Virgo

Gundah Kades di Garut Tunggu Kabar 2 Adiknya Korban KM Virgo

Hakim Ghani - detikJabar
Rabu, 16 Sep 2026 16:15 WIB
Potret udara Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik usai hilang kontak di Laut Jawa. (dok.Basarnas)
Foto: Potret udara Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik usai hilang kontak di Laut Jawa. (dok.Basarnas)
Garut -

Garut berduka, karena 22 orang warganya menjadi korban tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, pada Minggu, (13/9) lalu. Dari 22 korban yang terdata, 2 di antaranya dipastikan meninggal dunia.

Duka ini dirasakan tak hanya masyarakat di Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, karena mayoritas korban merupakan warga setempat. Tapi juga oleh sang kepala desa, Agus Mulyadi.

Bagaimana tidak, selain harus melayani keluarga korban lainnya, secara pribadi, Agus juga gusar karena tak kunjung mendapat kabar dari dua orang adiknya, yang juga menjadi korban dalam tragedi nahas tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya masih menunggu dua adik saya. Saat ini, statusnya masih hilang. Belum ditemukan," kata Agus kepada awak media, Rabu, (16/9/2026).

ADVERTISEMENT

Kedua adik Agus, adalah Nurdin Suyanto (56) dan Usep Saepuloh (52). Menurut Agus, keduanya bekerja sebagai kru Kapal Virgo Transport 8, sudah cukup lama. Sudah menahun mereka mencari nafkah di lautan.

Kepada awak media, Agus sempat berbagi kisah tentang komunikasi terakhirnya bersama Nurdin. Perbincangan melalui telepon itu, terjadi di Minggu dini hari, sekira pukul 01.00 WIB.

Nurdin saat itu menghubungi Agus. Dalam perbincangannya, Nurdin menyatakan jika kondisi laut saat itu, sedang tidak baik-baik saja. Ombak datang menghantam silih berganti, dengan ukuran yang sangat besar.

Agus mengira, percakapan tersebut hanya sekadar kabar yang biasa. Dia kemudian menutup telepon, dan kembali tertidur. "Itu komunikasi terakhir saya. Saya kira biasa saja, karena mereka kan sudah biasa menghadapi ombak," katanya.

Di tengah tidur lelapnya, Agus tak menyadari jika kapal yang ditumpangi dua adiknya tersebut hilang kontak. Agus mengaku, baru menerima informasi tersebut di pagi hari, sekira jam 08.30 WIB.

Perasaan Agus saat itu langsung berkecamuk. Bagaimana tidak, selain dua adiknya, ada puluhan masyarakat yang merupakan warganya, yang juga turut serta dalam kapal tersebut.

Sejak saat itu, harinya berbeda. Minggu pagi yang biasanya dinikmati untuk bersantai dengan keluarga, menjadi hari yang panjang. Langkahnya mondar-mandir memberi informasi ke keluarga korban yang lain, yang kebetulan masih terikat saudara dengannya.

"Innalillahi, kata saya. Jujur saya panik dan langsung melakukan panggilan ke sana ke mari," ucap Agus.

Agus menuturkan, dua adiknya itu hingga kini masih belum ditemukan. Mengenai informasi terkini proses evakuasi dan pencarian warga Garut yang menjadi korban KM Virgo, hari ini dua jenazah yang sudah teridentifikasi akan dipulangkan ke Garut, kata Agus.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads