Aktivitas Sesar Aktif Picu Gempa Beruntun di Kertasari

Aktivitas Sesar Aktif Picu Gempa Beruntun di Kertasari

Yuga Hasani - detikJabar
Rabu, 16 Sep 2026 15:41 WIB
Ilustrasi Gempa
Ilustrasi gempa (Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9).
Kabupaten Bandung -

Gempa bumi melanda beberapa kali di kawasan selatan Kabupaten Bandung, Rabu (16/9/2026). Gempa tersebut berkekuatan mulai dari magnitudo 2,0 sampai dengan magnitudo 3,0.

Plt. Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati mengatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki parameter update yang berbeda-beda. Lokasi gempa tersebut berada di darat pada jarak 27 km tenggara Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada kedalaman 6 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," ujar Ana, dalam keterangan yang diterima detikJabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebutkan, gempa bumi tersebut dirasakan di wilayah Pangalengan dan Kertasari dengan Skala Intensitas III MMI. Kata dia, getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut," katanya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas seismik berupa rangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung. Namun gempa bumi tersebut dengan kekuatan rata-rata 2,0 magnitudo dan 3,0 magnitudo.

"Hingga pukul 08.50 WIB, tercatat sebanyak 8 kejadian gempabumi sejak pukul 06.10 WIB," jelasnya.

Sementara itu, Camat Kertasari, Sandi Apriatna membenarkan gempa bumi terasa beberapa kali. Menurutnya gempa bumi tersebut dengan skala magnitudo yang kecil.

"Iya benar terasa sebagian di wilayah Desa Santosa saja. Kalau wilayah lainnya kerasa, cuma skalanya kecil," ujar Sandi.

Sandi menjelaskan saat ini telah melakukan asesmen dan koordinasi di lapangan bersama perangkat desa. Kata dia, sejauh ini belum dilaporkan adanya kerusakan dampak gempa bumi tersebut.

"Alhamdulillah sampai dengan saat ini tidak ada laporan berkenaan dampak gempa hari ini," bebernya.

Dia mengaku dari wilayah Kertasari dirasakan gempa bumi sebanyak empat kali. Menurutnya gempa bumi tersebut dirasakan sejak pagi hingga siang hari.

"Iya yang kerasa sih ada empat kali. Pagi-pagi itu ada dua kali dan siang itu ada dua kali," ungkapnya.

Sementara itu, Relawan Unit Cegah Siaga Bencana Kertasari, Deden Saputra menyebutkan, getaran gempa bumi sempat membuat kaca rumah warga bergetar. Kemudian gempa terasa beberapa kali di wilayah Kertasari.

"Dari pagi sampai siang kurang lebih yang terasa 9 kali," kata Deden.

Menurutnya saat ini belum ada laporan kerusakan setelah adanya gempa bumi tersebut. Kemudian beberapa warga pun masih beraktivitas dengan biasa.

"Warga saya lihat beraktivitas biasa aja. Soalnya skalanya engga gede juga. Tapi beberapa waktu lalu sempat ada gempa juga nah itu mah agak gede," bebernya.

Sementara itu, warga Kecamatan Pangalengan, Heru menyebutkan beberapa kali gempa bumi terasa melanda kawasan tersebut. Namun intensitas gempa bumi tersebut dirasakan berbeda-beda.

"Iya yang ke 2, 6, 7 yang agak besar yang 1,3,4 dan 5 kecil dan sebentar," kata Heru.

Dia menambahkan, adanya peristiwa tersebut tidak membuat adanya kerusakan pada bagian rumahnya. Namun dirinya dan keluarga hanya kaget karena adanya gempa bumi tersebut.

"Alhamdulillah masih aman, cuma kaget aja pas ada gempa nya," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Gempa di Jepang: Rumah Terbakar, Kereta Terguling-Mal Runtuh"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads