Teras Cihampelas Akan Dibongkar, Pedagang: Kami Nurut, Asal Ada Kepastian

Teras Cihampelas Akan Dibongkar, Pedagang: Kami Nurut, Asal Ada Kepastian

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 16 Sep 2026 15:30 WIB
Jelang pembongkaran Teras Cihampelas Bandung
Jelang pembongkaran Teras Cihampelas Bandung (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).
Bandung -

Teras Cihampelas, salah satu ikon Kota Bandung di Jalan Cihampelas, segera memasuki babak akhir. Skywalk yang dibangun dan diresmikan pada 2017 itu direncanakan dibongkar setelah aset Jalan Cihampelas, termasuk Teras Cihampelas, diserahkan Pemkot Bandung kepada Pemprov Jawa Barat.

Rencana pembongkaran tersebut kini masih menunggu izin dari pemerintah pusat. Di tengah proses itu, pedagang yang sudah hampir satu dekade menggantungkan hidup dari lapak di Teras Cihampelas mulai bersiap menghadapi perubahan.

Bagi mereka, dibongkar atau tidak bukan lagi persoalan utama. Paling penting adalah kepastian tempat berjualan setelah Teras Cihampelas benar-benar dibongkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aan Suherman (55), salah satu pedagang yang berjualan sejak Teras Cihampelas pertama kali dibuka, mengaku tidak keberatan dengan rencana pemerintah tersebut.

"Ya kalau ya pedagang mah nurut aja. Kalau dibongkar ya silakan, kalau mau diperbaiki ya silakan, nggak apa-apa," kata Aan saat berbincang dengan detikJabar, Rabu (16/9/2026).

ADVERTISEMENT
Jelang pembongkaran Teras Cihampelas BandungSalah satu pedagang yang berjualan di Teras Cihampelas, Kota Bandung (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).

Aan sebelumnya merupakan pedagang yang berjualan di bawah Jalan Cihampelas sejak tahun 1990. Dia kemudian pindah ke atas setelah Teras Cihampelas dibangun oleh Wali Kota Bandung saat itu, Ridwan Kamil.

Perubahan lokasi tersebut sempat membawa angin segar. Menurut Aan, kawasan Cihampelas dan Teras Cihampelas ramai pada awal-awal beroperasi, sebelum pandemi COVID-19 menghantam aktivitas ekonomi.

"Ya sama, kalau dulu mah di bawah lagi ramai-ramainya. Waktu ada pembangunan ini, naik ke atas, ramainya cuma sampai pas ada COVID. Sekitar 2017, 2019 sekitar dua tahunan, tiga tahunan ramai. Ya setelah COVID sepi, sampai sekarang," tuturnya.

Menurut Aan, jika tersedia tempat berjualan di bawah, dirinya lebih memilih kembali ke lokasi tersebut. Namun, jika tidak ada tempat, dia tidak mempersoalkan apabila harus direlokasi.

"Ya kalau di bawah kalau ada tempat ya mending di bawah. Kalau nggak ada tempat ya paling-paling nyari lagi tempat," katanya.

Aan pun mengharapkan, setelah Teras Cihampelas dibongkar nanti, pemerintah tetap memberi kepastian kepada pedagang untuk tetap melanjutkan usahanya. "Ya paling-paling harapannya asal ada tempat relokasi atau dikasih modal," katanya.

10 Tahun Berjualan, Pedagang Tak Ingin Menganggur

Hal serupa disampaikan Supadi (62). Pedagang yang telah berjualan di Teras Cihampelas sejak pertama kali diresmikan tersebut mengaku tidak keberatan apabila pemerintah memiliki rencana baru untuk kawasan tersebut.

Supadi menyebut dirinya sempat mendengar informasi mengenai rencana pembongkaran saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang ke kawasan tersebut.

"Ya kemarin Pak Dedi ke sini, akan dibongkar waktu kemarin teh nggak tahu awal Oktober atau selesai Oktober katanya, mau diadakan pembongkaran gitu," kata Supadi.

Bagi Supadi, pemerintah tentu memiliki pertimbangan dan rencana lain di balik pembongkaran Teras Cihampelas. Karena itu, dia memilih mengikuti kebijakan tersebut.

"Kalau saya sebagai pedagang, sebagai masyarakat setuju-setuju aja, yang mau bongkar juga pemerintah ya, mungkin pemerintah punya ide-ide lain mungkin ke depannya supaya lebih bagus, ya kita sebagai pedagang ngikut aja," ujarnya.

Supadi mengatakan para pedagang tetap membutuhkan tempat untuk mencari nafkah setelah Teras Cihampelas dibongkar. Jika tidak direlokasi, dia berharap ada kompensasi yang memungkinkan mereka kembali berjualan di tempat lain.

"Cuma kita sebagai pedagang yaitu tadi, kita teh mau berlanjut namanya orang hidup harus punya penghasilan buat makan sehari-hari, apakah kita direlokasi atau mungkin ada kompensasi itu mah terserah pemerintah, maunya saya begitu," katanya.

Dia bahkan tidak mempermasalahkan lokasi relokasi, selama ada kepastian mengenai keberlanjutan usaha.

"Kalau ada relokasi, relokasi ke mana, kalau ada kompensasi ya kompensasi gimana supaya saya bisa berlanjut berjualan nggak tahu ngontrak nggak tahu di manalah nantinya gitu," ucap Supadi.

Setelah sekitar 10 tahun berjualan di kawasan tersebut, Supadi mengaku siap jika harus berpindah tempat. Dia hanya tidak ingin kehilangan kesempatan untuk tetap bekerja.

"Ya nggak masalah, pokoknya kita mah sebagai pedagang yang penting ada kelanjutan buat hidup buat makan keluarga sehari-hari ada aja gitu. Jadi kita nggak nganggur gitu," katanya.

Menurut Supadi, pemerintah perlu memberikan solusi yang jelas sebelum pembongkaran dilakukan. Pedagang harus mengetahui apakah mereka akan dipindahkan, mendapat kompensasi, atau memperoleh skema lain untuk meneruskan usaha.

"Harus ada solusinya supaya pedagang ini dibongkar tempatnya harus dipindahin ke mana atau ada kompensasi supaya bisa melanjutkan usahanya di mana ngontrak itu saya bilang di mana ajalah yang penting mah ada kelanjutan buat jualan, ada kepastian gitu aja," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Teras Cihampelas Bakal Dibongkar, Demi Bangkitkan Kembali Industri Fesyen di Bandung"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads