Mendiktisaintek Ingatkan Mahasiswa agar Tak Jangan Diperbudak AI

Mendiktisaintek Ingatkan Mahasiswa agar Tak Jangan Diperbudak AI

Oris Riswan Budiana - detikJabar
Selasa, 15 Sep 2026 18:31 WIB
Ilustrasi membuat lagu pakai AI.
Ilustrasi AI. (Foto: Gemini AI)
Bandung -

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliartomengingatkan agar mahasiswa tidak menjadikan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis.

Pesan itu disampaikan Brian saat menghadiri peresmian 4.588 mahasiswa baru Universitas Pasundan (Unpas) sekaligus pembukaan Maharaja Pasundan 2026 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Selasa (15/9/2026).

Brian menyoroti pesatnya perkembangan AI yang harus disikapi dengan bijak oleh civitas academica. Menurutnya, AI seharusnya diposisikan sebagai instrumen pendukung untuk meningkatkan kapasitas diri, bukan justru mengambil alih proses belajar dan berpikir mahasiswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan sampai perkembangan teknologi seperti AI menurunkan kapasitas dan kemampuan ilmiah serta kemampuan menuntut ilmu. Jadikan AI sebagai alat tambahan," ujar Brian.

Ia menegaskan mahasiswa tetap membutuhkan fondasi keilmuan yang kokoh agar mampu menganalisis dan melahirkan gagasan orisinal secara mandiri. Oleh karena itu, ia meminta pihak kampus membekali mahasiswa dengan literasi AI yang mumpuni agar mereka memahami batasan teknologi tersebut.

ADVERTISEMENT

"Mahasiswa harus menjadikan AI sebagai tool, bukan diperbudak oleh AI," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Brian juga mengapresiasi Unpas yang berhasil mempertahankan bahkan meningkatkan jumlah mahasiswa baru. Baginya, hal ini membuktikan perguruan tinggi swasta (PTS) memiliki peran strategis dalam menyediakan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto.Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, saat menghadiri peresmian mahasiswa baru Unpas di Bandung. (Foto: Istimewa)

Ia menyebut PTS menampung porsi besar mahasiswa di Indonesia, sehingga menjadi pilar penting dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

"Mahasiswa ini adalah masa depan bangsa Indonesia. Manfaatkan dunia pendidikan tinggi untuk menambah kapasitas dan kemampuan sehingga ketika lulus bisa memberikan kontribusi penting bagi bangsa," katanya.

Brian turut mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar mengejar nilai akademik. Kompetensi praktis yang relevan dengan dunia kerja menjadi kunci, mengingat persaingan ke depan tidak hanya datang dari lulusan dalam negeri, tetapi juga talenta global.

"Ketika berada di dunia kerja, yang akan dilihat bukan hanya berasal dari kampus mana, tetapi apa yang bisa kalian kerjakan," ujarnya.

Ia pun memotivasi mahasiswa untuk tidak takut menghadapi kegagalan. Baginya, nilai yang kurang memuaskan atau penolakan dalam organisasi adalah bagian dari proses pendewasaan.

"Kegagalan adalah hal biasa. Jangan khawatir dan jangan terlalu bersedih. Bangkit lagi," pesannya.

Sementara itu, Rektor Unpas Azhar Affandi melaporkan sebanyak 4.588 mahasiswa baru resmi bergabung di Tahun Akademik 2026/2027. Azhar menekankan pentingnya self-driven learning atau kemandirian belajar di era disrupsi teknologi.

"AI dapat membantu mencari informasi, menerjemahkan bahasa, dan menghasilkan karya. Namun, menggunakan AI tidak boleh menggantikan berpikir manusia," kata Azhar.

Menurutnya, kampus berperan memberikan fondasi ilmu dan nilai, namun mahasiswa harus proaktif mengembangkan diri karena dunia kerja akan terus berubah.

Di sisi lain, Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi, menyambut hangat para mahasiswa baru. "Selamat datang di Unpas. Bergabunglah dengan kampus yang memiliki sejarah sangat panjang dan tradisi yang kuat," kata Didi.

Didi menekankan masa depan sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi. Ia mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja.

"Masa depan ditentukan oleh kemampuan beradaptasi. Perubahan tidak berjalan perlahan, tetapi terus bergerak," ujarnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa tetap memegang teguh iman dan takwa sebagai landasan ilmu pengetahuan.

Di sisi lain, Anisa Rahma Alya, mahasiswa baru dari Fakultas Ilmu Seni dan Sastra, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari Unpas. "Selain itu Unpas juga akreditasnya Unggul, jadi saya menilai kampus ini bisa memjadi pijakan saya untuk mencapai cita-cita," ujarnya.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads