Lewat Infaq Rp 500 Per Hari, SMAN 1 Padalarang Umrahkan Siswa dan Guru

Lewat Infaq Rp 500 Per Hari, SMAN 1 Padalarang Umrahkan Siswa dan Guru

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 15 Sep 2026 06:30 WIB
Potret Kepala SMAN 1 Padalarang dengan siswa yang akan umrah hasil beasiswa umrah SMAN 1 Padalarang
Potret Kepala SMAN 1 Padalarang dengan siswa yang akan umrah hasil beasiswa umrah SMAN 1 Padalarang. (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung Barat -

Media sosial diramaikan dengan unggahan yang menunjukkan momen bahagia soal siswa dan guru SMA Negeri 1 Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diberangkatkan umrah oleh pihak sekolah.

Dalam unggahan yang beredar, terabadikan momen bahagia dan haru ketika seorang siswa bersujud setelah namanya disebut sebagai pemenang beasiswa umrah. Momen haru juga ditunjukkan oleh siswa lain, tak ada rasa iri namun justru bangga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina, mengatakan beasiswa umrah untuk siswa dan guru merupakan program yang sudah berjalan tiga tahun belakangan. Sudah ada empat siswa dan tiga guru yang berhasil menginjakkan kaki di tanah suci berkat program tersebut.

"Ya betul, jadi memang ini program di sekolah kami, beasiswa umrah. Tapi kalau nama resminya Infaq Umrah SMAN 1 Padalarang. Tahun ini 1 siswa dan 1 guru yang berangkat," kata Lina saat ditemui, Senin (14/9/2026).

ADVERTISEMENT

Program yang ia gagas sejak masih menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Lembang itu dilanjutkan di SMAN 1 Padalarang. Diawali sejak tahun 2023, berlanjut hingga tahun 2026. Skemanya, menyisihkan uang sebesar Rp500 setiap harinya.

"Jadi awalnya di SMAN 2 Lembang, itu saya menjalankan program ini melanjutkan kebiasaan siswa infak Rp2 ribu per hari. Di sana, program ini memberangkatkan 3 angkatan, dari 2020 sampai 2023. Kemudian dilanjutkan di sini, memang nominalnya lebih kecil karena menyesuaikan ya, Rp500 per siswa. Alhamdulillah sudah berjalan 3 tahun juga," kata Lina.

Program itu berjalan dengan persetujuan semua pihak, mulai dari siswa dan orang tuanya, lalu guru, agar ada kesamaan persepsi bahwa Infaq Umrah SMAN 1 Padalarang ini bukan pungutan yang memaksa dan membebani siswa dan orang tuanya.

"Setelah hasil rapat dengan orang tua siswa dan guru, kita sepakat melaksanakan program ini. Saya tidak mau juga ada kesan ini pungutan, sehingga ini kami tekankan untuk kedisiplinan, gotong royong, komitmen, dan ini suatu hal yang sangat positif," kata Lina.

Dipilih Lewat Sistem Seleksi

Pemilihan siswa dan guru yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah dan Madinah, tak sesederhana lewat skema undian. Lebih dari itu, pihak sekolah menggelar skema ujian terbuka dalam bentuk hapalan dan keterampilan membaca Al Quran.

"Pemilihannya lewat seleksi, bukan dikocok atau apa, tapi seleksi tahfiz Al Quran. Anak-anak yang lolos itu adalah mereka yang sudah melalui seleksi mulai dari perilaku oleh guru BK pasti yang tidak ada catatan pelanggaran, lalu masuk seleksi tahfiz, hafalan, tajwid, sambung ayat," kata Lina.

Semua siswa menjalani seleksi oleh guru mata pelajaran. Kemudian hasil seleksi akan menjaring siswa-siswa dengan perolehan penilaian paling baik. Setelah mengerucut, akan dilanjutkan dengan tes munaqosah atau ujian akhir untuk mengukur kemampuan, pemahaman, dan hapalan siswa.

"Tes munaqosah ini langsung di depan warga sekolah. Jadi dari 16 siswa hasil seleksi, semua tampil di depan umum. Ini juga sama untuk guru, tapi pengujinya itu kita bawa ustaz dari luar supaya tidak ada subyektifitas. Kalau guru itu hanya juz 30 ujiannya," kata Lina.

Pada periode kali ini, siswa yang berhasil keluar sebagai pemenang beasiswa umrah SMAN 1 Padalarang ialah Asy Syakira Pratama Putri Jasuma, siswi kelas XII-9.

"Jadi nanti dia akan berangkat Insyallah di bulan Oktober, tapi kalau ada informasi kuota tambahan bisa saja di bulan September. Semua biaya, mulai dari tiket pesawat, akomodasi, pembuatan paspor, sampai uang saku sudah ditanggung sekolah. Sekitar Rp30 jutaan," kata Lina.

Terakhir, Lina berharap program rutin yang dilaksanakan menjadi jembatan pembentukan karakter siswa yang baik dan santun selaras dengan Gapura Panca Waluya yang digaungkan Gubernur Jawa Barat.

"Ya harapannya output anak-anak itu, bisa mendoakan seluruh warga sekolah, itu hal yang tidak ternilai. Mereka kan berangkat hasil gotong royong, jadi ada efek positif lah buat dirinya, temannya, lingkungannya, buat semua. Jadi lebih menghargai, lebih santun. Lebih semangat, belajar tahfiznya makin giat," ujar Lina.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads