KSAD Cek Jembatan Pongpet Pangandaran, Janji Segera Diperbaiki

KSAD Cek Jembatan Pongpet Pangandaran, Janji Segera Diperbaiki

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Senin, 14 Sep 2026 14:00 WIB
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat meninjau kondisi jembatan Pongpet Pangandaran
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat meninjau kondisi jembatan Pongpet Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)
Pangandaran -

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau langsung kondisi Jembatan Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Senin (14/9/2026). Kunjungan ini dilakukan menyusul laporan anjloknya konstruksi jembatan yang menjadi akses vital warga setempat.

Kehadiran Jenderal Maruli disambut antusias oleh ratusan warga. Di lokasi, persiapan perbaikan mulai terlihat dengan ketersediaan material bangunan. TNI AD berencana mengubah jembatan tersebut menjadi bangunan permanen guna menjamin keamanan pengguna jalan.

Jembatan perintis sepanjang 64 meter ini merupakan urat nadi yang menghubungkan Dusun Cidawung, Margajaya, dan Margacinta di Kecamatan Cijulang dengan wilayah Kecamatan Parigi. Berdasarkan papan informasi proyek, anggaran perbaikan jembatan ini mencapai Rp 528.752.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di hadapan awak media, KSAD menyampaikan permohonan maaf atas insiden anjloknya jembatan tersebut dan berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh.

ADVERTISEMENT

"Secara pertanggungjawaban saya mohon maaf atas kejadian ini, tapi kami akan segera perbaiki dan saya kira jadi evaluasi kita supaya kita nanti bisa membuat yang lebih baik dan lebih aman nanti kedepannya," kata Maruli, Senin (14/9/2026).

Sejauh ini, TNI AD telah membangun sedikitnya 3.400 jembatan di berbagai pelosok Indonesia, mencakup tipe Bailey, Armco, beton, hingga jembatan gantung. Dari total tersebut, sekitar 30 persen atau lebih dari 1.000 unit adalah jembatan gantung.

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat meninjau kondisi jembatan Pongpet PangandaranKSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat meninjau kondisi jembatan Pongpet Pangandaran Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar

Maruli menjelaskan bahwa pemilihan model jembatan gantung sering kali menjadi solusi realistis mengingat keterbatasan anggaran daerah untuk membangun jembatan beton yang berbiaya tinggi. Proyek ini sendiri dikelola melalui sistem swakelola tipe 2 dengan metode padat karya yang melibatkan masyarakat.

"Kenapa kita membuat jembatan gantung karena terlalu mahal untuk membuat jembatan beton. Kalau pemdanya punya uang ya silakan bikin beton. Tapi ini kan perintis untuk emergency masyarakat," jelasnya.

Proses rekonstruksi jembatan ini diperkirakan memakan waktu dua bulan. Untuk mengejar target, pengerjaan akan dilakukan siang dan malam. TNI AD memutuskan melakukan pembongkaran total sejak awal konstruksi demi memastikan kualitas bangunan yang lebih kokoh bagi mobilitas warga.

Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong di wilayah tersebut.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads