Pernahkah Anda membayangkan sebuah planet yang terus menyusut? Fenomena unik ini terjadi pada Merkurius. "Kerutan-kerutan menutupi Merkurius, planet terdekat dengan Matahari, menunjukkan planet tersebut dulu berukuran lebih besar dan kini menyusut. Penyusutannya mungkin lebih besar dari perkiraan."
Sebagai planet terkecil di Tata Surya, Merkurius memang punya karakteristik yang ekstrem. "Menurut NASA, planet terkecil Tata Surya ini berjarak rata-rata sekitar 58 juta kilometer dari Matahari dan menyelesaikan satu kali orbit mengelilinginya setiap 88 hari."
Jejak sejarah Merkurius terekam sejak awal kelahirannya. "Planet ini terbentuk dari pusaran gas dan debu sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Masa awal Tata Surya dipenuhi kekacauan, banyak batuan luar angkasa yang mengorbit Matahari saling bertabrakan dengan objek lain."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pendinginan menjadi kunci utama perubahan fisik planet ini. "Planet yang baru terbentuk suhunya teramat panas, tapi energi dari tabrakan-tabrakan tersebut menghasilkan panas jauh lebih besar. Seiring waktu, ketika panas terlepas dari planet-planet ini, bagian dalam planet seperti Merkurius pun menyusut."
Permukaan Merkurius pun menjadi saksi bisu dari proses geologis yang dahsyat tersebut. "Permukaan Merkurius yang retak-retak menyimpan 'luka' akibat penyusutan tersebut. Namun asteroid dan komet juga membombardir Merkurius, sehingga penuh dengan kawah tumbukan, mirip permukaan Bulan."
Tantangan bagi para ilmuwan adalah membedakan mana retakan akibat penyusutan dan mana yang disebabkan oleh hantaman benda langit. "Puing berbagai tumbukan tersebut mungkin menyembunyikan seberapa besar penyusutan Merkurius selama ini, menurut studi baru di jurnal Geophysical Research Letters."
Mengapa hal ini penting? Tentu saja untuk membedah misteri di balik evolusi planet tersebut. "Memahami tingkat penyusutan Merkurius dapat memberikan pencerahan mengenai evolusinya, sekaligus mengungkap rahasia bagian dalamnya yang misterius."
Kini, dunia sains menanti jawaban lebih lanjut dari misi eksplorasi mendatang. "Studi baru ini juga menyoroti banyaknya pertanyaan mengenai planet ini. Beberapa di antaranya mungkin terjawab melalui misi bersejarah dua pesawat pengorbit yang akan mengelilingi Merkurius November mendatang."
Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.
