Cuaca di Bandung Terik Diselingi Hujan, BMKG Beri Penjelasan

Cuaca di Bandung Terik Diselingi Hujan, BMKG Beri Penjelasan

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 13 Sep 2026 12:00 WIB
Hujan di Kota Bandung.
Hujan di Kota Bandung. Foto: Wisma Putra/detikJabar
Bandung -

Cuaca siang terasa terik, namun sesekali turun hujan yang terkadang disertai angin kencang dan petir. Apakah ini pertanda pancaroba atau justru akan memasuki musim hujan kembali?

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi mengatakan curah hujan di Jawa Barat saat ini masih tergolong rendah.

"Secara umum curah hujan di Jawa Barat masih cenderung rendah, namun potensi hujan dengan intensitas ringan masih diprakirakan terjadi secara lokal di sebagian wilayah Jawa Barat. Potensi hujan dengan intensitas sedang disertai kilat atau petir dan angin kencang pada skala lokal dan durasi singkat," kata Suaidi dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, untuk prospek cuaca sepekan ke depan dari tanggal 14-20 September 2026, indeks NINO 3.4 masih berkisar pada +2.54 yang mengindikasikan tidak terdapat pengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

"Kelembapan udara pada lapisan 850-700 mb yang berada pada kisaran 40-95%. Anomali suhu muka laut berada pada -3.0 sampai dengan +3.5 derajat celsius, di mana menunjukkan potensi penguapan atau penambahan massa uap air di Pesisir Utara Jawa Barat, dan labilitas atmosfer pun bervariasi pada kategori ringan hingga sedang sehingga menaikkan peluang beberapa wilayah untuk terjadi hujan lokal," ungkapnya.

Dalam hal ini, BMKG juga masih mengimbau masyarakat terkait potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, seperti penurunan ketersediaan air bersih, kekeringan pada lahan pertanian, serta potensi peningkatan titik panas (hotspot) yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," tuturnya.

Suaidi juga mengingatkan warga agar memanfaatkan air bersih secara bijak.

"Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan air bersih, menghindari aktivitas pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan, serta menjaga kesehatan tubuh dari paparan debu dan suhu panas ekstrem," pungkasnya.

(wip/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads