Seorang pramugari senior bernama Leanna Coy membagikan pandangannya mengenai penggunaan tombol panggilan atau call button di dalam pesawat. Menurutnya, penumpang tidak perlu merasa sungkan untuk menekan tombol tersebut apabila memang membutuhkan bantuan dari awak kabin. Namun, ada sejumlah situasi ketika penggunaannya sebaiknya dipertimbangkan terlebih dahulu.
Pandangan itu disampaikan Leanna melalui video yang diunggah di TikTok. Ia mengaku justru menyukai penumpang yang memanfaatkan tombol panggilan. Bahkan, Leanna mengatakan dirinya berupaya membiasakan penumpang agar tidak ragu menggunakan fasilitas tersebut saat memerlukan bantuan.
Menurutnya, tombol panggilan memudahkan awak kabin mengetahui kebutuhan penumpang, terutama ketika mereka memiliki waktu untuk melayani. Sebagai contoh, penumpang yang ingin meminta air minum dapat menekan tombol panggilan, sehingga pramugari dapat menghampiri saat tidak sedang menangani pekerjaan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Leanna menilai, menunggu pramugari lewat di lorong pesawat justru bisa membuat permintaan penumpang terlewat atau terlupakan. Kendati demikian, ia menegaskan tidak mempermasalahkan apabila penumpang menyampaikan permintaan secara langsung ketika awak kabin sedang berada di dekat mereka.
Namun, ada satu hal yang menurutnya tidak perlu dilakukan menggunakan tombol panggilan, yakni meminta awak kabin mengambil sampah.
"Saya punya aturan yang sangat ketat. Saya tidak menyentuh apa pun tanpa sarung tangan," kata dia dikutip dari Yahoo, Minggu (30/8/2026).
Leanna menjelaskan aturan tersebut berkaitan dengan kebersihan dan perlindungan diri dari kotoran maupun kuman yang mungkin terdapat pada sampah penumpang. Lagi pula, awak kabin biasanya akan berkeliling mengumpulkan sampah setelah layanan makanan atau minuman selesai.
Selain soal sampah, penumpang juga perlu memperhatikan waktu ketika hendak menekan tombol panggilan. Leanna mengatakan tombol tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk keperluan yang tidak mendesak saat pesawat sedang lepas landas atau mendarat.
Pada fase tersebut, awak kabin diwajibkan berada di tempat duduk masing-masing demi keselamatan. Karena itu, permintaan yang tidak mendesak dapat ditunda hingga awak kabin sudah diperbolehkan kembali melayani penumpang.
Pengecualian tentu berlaku untuk keadaan darurat. Dalam situasi tersebut, penumpang tetap perlu menggunakan tombol panggilan untuk meminta bantuan.
Artikel ini telah tayang di detikTravel. Baca selengkapnya di sini.
(yum/yum)
