Krisis Stok Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Andalkan Donor Keluarga

Krisis Stok Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Andalkan Donor Keluarga

Ikbal Selamet - detikJabar
Sabtu, 12 Sep 2026 20:00 WIB
transfusi darah
Ilustrasi transfusi darah (Foto: thinkstock)
Cianjur -

Persediaan darah di Kabupaten Cianjur mengalami kekosongan sejak sebulan terakhir. Kondisi ini berdampak serius bagi pasien talasemia yang membutuhkan transfusi rutin, sehingga mereka kini terpaksa bergantung sepenuhnya pada donor dari pihak keluarga.

Kepala UTD PMI Kabupaten Cianjur, dr. Susilawati, mengungkapkan bahwa jumlah pendonor menurun drastis dalam satu bulan terakhir. Minimnya partisipasi masyarakat membuat PMI kesulitan memenuhi kebutuhan bulanan yang mencapai 2.000 hingga 3.000 labu darah.

"Untuk Juli, stok darah sempat terpenuhi. Tapi di Agustus hingga pertengahan September ini atau sudah sebulan lebih stok kurang," kata dia, Sabtu (12/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Susilawati menjelaskan, pasien talasemia merupakan kelompok yang paling membutuhkan pasokan darah, dengan estimasi kebutuhan mencapai 600 labu per bulan.

ADVERTISEMENT

"Kebutuhan bisa lebih tinggi, karena pasien talasemia ada yang 2 kali transfusi dalam sebulan," kata dia.

Kondisi stok yang kritis memaksa pasien talasemia mencari pendonor mandiri dari lingkaran keluarga mereka sendiri. Namun, langkah ini bukan tanpa kendala.

"Itupun sulit, karena kan tidak bisa setiap bulan anggota keluarga dapet mendonor. Makanya dengan minimnya pendonor membuat pasien talasemia kebingungan," kata dia.

Guna mengatasi krisis ini, PMI terus menjalin kolaborasi dengan berbagai instansi untuk menggenjot ketersediaan stok. Salah satunya melalui aksi donor darah yang melibatkan personel kepolisian.

"Seperti hari ini kami bekerjasama dengan Satlantas Polres Cianjur. Mereka donor darah di gedung UTD. Sekarang stok sudah lebih baik, ada sekitar 295 labu, dengan paling banyak stok golongan darah B yang mencapai 130 labu. Stok ini cukup untuk empat hari ke depan," kata dia.

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi, menyatakan bahwa pihaknya segera bergerak setelah menerima informasi mengenai menipisnya cadangan darah di PMI. Seluruh personel Satlantas dikerahkan untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini.

"Yang memang memenuhi syarat, langsung mendonorkan darahnya," kata dia.

Aang menegaskan bahwa kegiatan donor darah ini akan dijadikan agenda rutin sebagai bentuk dukungan nyata dalam menjaga stabilitas stok darah di Kabupaten Cianjur.

"Saya sudah imbau setiap anggota untuk rutin donor darah. Dihadapkan dapat membantu keluarga kita sesama warga Cianjur yang membutuhkan darah," pungkansya.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads