Para pengayuh becak di Kabupaten Bandung kini mendapat bantuan becak listrik. Kendaraan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengayuh, terutama mereka yang sudah lanjut usia, saat mencari nafkah.
Becak listrik tersebut merupakan bantuan dari Presiden RI Prabowo Subianto yang diberikan kepada para pengayuh becak di Kabupaten Bandung.
Becak listrik itu memiliki kecepatan maksimum 15 kilometer per jam dengan jarak tempuh hingga 40 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh. Kendaraan tersebut juga dilengkapi fitur pedal assist yang memungkinkan pengemudi tetap mengayuh ketika baterai dalam kondisi lemah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada bagian pengemudi, becak listrik dilengkapi rem cakram, lampu depan, lampu sein, spion, serta layar LED untuk menunjukkan kecepatan dan kapasitas baterai. Sementara itu, bagian penumpang dilengkapi kanopi lipat untuk memberikan perlindungan dari panas.
Dengan menggunakan tenaga listrik, para pengayuh becak diharapkan tidak terlalu menguras tenaga saat bekerja. Hal tersebut juga diharapkan membantu pengayuh yang sudah lanjut usia tetap bekerja dengan lebih mudah dan aman.
Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Endor Sukirman (65), warga Kecamatan Ciparay. Ia mengaku bersyukur mendapat becak listrik karena kendaraan tersebut dinilai dapat memudahkannya mencari penghasilan di tengah kondisi fisiknya yang sudah lanjut usia.
"Saya bersyukur mendapatkan bantuan becak ini. Apalagi yang kerasa sama saya, kondisinya sudah lanjut usia. Alhamdulillah Presiden Prabowo memperhatikan ke Tukang Becak. Jadi enggak susah banget nariknya, enggak beban, jadi lebih mudah," ujar Endor saat ditemui di Gedung Moh Toha, Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (12/9/2026).
Endor mengaku telah mengayuh becak selama 15 tahun. Sehari-hari, ia mencari nafkah dengan mengayuh becak di wilayah Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.
"Saya narik becak dari 15 tahun yang lalu. Nariknya saya di sekitar daerah Kecamatan Ciparay," katanya.
Namun, Endor mengaku kini kesulitan mendapatkan penumpang. Menurutnya, keberadaan moda transportasi lain, seperti ojek online, serta semakin banyaknya masyarakat yang memiliki sepeda motor membuat peminat becak berkurang.
"Sekarang kondisnya banyak ojeg online, terus pada punya motor sendiri. Jadi jarang yang naik becak. Tapi semoga dengan adanya kendaraan becak listrik ini bisa menarik penumpang untuk bisa naik becak lagi," jelasnya.
Dalam kesehariannya, Endor mengaku terkadang hanya mendapatkan satu penumpang dalam sehari. Jarak yang ditempuh pun biasanya tidak jauh.
"Bukan menampikan rezeki yah, sekarang kondisinya ya memang tidak mendapatkan satu narik-narik dalam sehari itu. Dari adanya juga, sekali narik paling 10 ribu atau 20 ribu. Jadi kalau diomongin mah sedih," kata Endor sambil menitikkan air mata.
Endor mengatakan becak yang selama ini digunakannya merupakan milik pribadi. Menurutnya, kondisi pendapatannya saat ini akan membuatnya kesulitan jika harus menyewa becak dan mengejar setoran kepada pemilik.
"Becaknya alhamdulillah dulu mah punya sendiri. Jadi tidak setoran, kalau sengaja nyewa mah wah susah juga dalam kondisi gini mah. Kalau dapet orderan, ya alhamdulillah. Kalau enggak, kan giman bayar sewanya," kata Endor.
"Jadi sehari-hari mah kadang dapet orderan, kadang enggak. Tapi da gimana lagi, ngebecak mah harus, da dapet uang dari mana lagi selain ngebecak," tambahnya.
Penyerahan becak listrik dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN). Sebanyak 260 becak listrik diberikan kepada pengayuh becak di Kabupaten Bandung.
"Terima kasih pada Pak Presiden Prabowo Subianto atas nama rakyat Kabupaten Bandung, terutama penerima manfaat becak listrik untuk 260 penerima manfaat," ucap Dadang.
Dadang meminta para penerima manfaat memanfaatkan becak listrik tersebut dengan sebaik-baiknya untuk mencari nafkah. Ia juga mengingatkan agar bantuan tersebut tidak dijual.
"Tadi sudah menyampaikan amanah ini tolong dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya kepada penerima manfaat. Titip, jangan sampai dijual, ya. Ini salah satu aset yang diberikan khusus dari Pak Presiden kepada penerima manfaat," kata Dadang.
Menurut Dadang, Pemkab Bandung tengah menyusun regulasi agar aktivitas para pengayuh becak dapat berjalan maksimal. Regulasi tersebut juga diharapkan membuat para pengayuh becak dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
"Nanti kita akan bikin regulasi-regulasi berkaitan dengan bagaimana tukang becak ini bisa beroperasi secara maksimal. Tentunya dengan melalui pangkalan tersebut kan, kita akan tertibkan. Nanti juga ada rencana untuk menempatkan charger-nya di lokasi-lokasi tempat, juga kita akan kondisikan," bebernya.
Dia mengatakan Pemkab Bandung juga telah memberikan jaminan kesehatan kepada para pengayuh becak. Salah satunya melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
"Alhamdulillah tadi kita sudah berikan juga BPJS Ketenagakerjaan. Ini salah satu bentuk perhatian daripada pemerintah daerah," tuturnya.
Dadang berharap bantuan becak listrik tersebut dapat meringankan beban para pengayuh becak. Dengan demikian, pengayuh becak, terutama yang sudah lanjut usia, dapat mencari nafkah dengan lebih mudah.
"Mudah-mudahan dengan adanya migrasi dari diboseh menjadi apa nama, becak listrik, lebih pedas lagi dan lebih bisa meningkatkan mata pencahariannya untuk kehidupan penerima manfaat," pungkasnya.
(yum/yum)
