Agrowisata Melon Pangandaran, Panen Cuan dari Medsos

Agrowisata Melon Pangandaran, Panen Cuan dari Medsos

Aldi Nur Fadilah - detikJabar
Sabtu, 12 Sep 2026 17:30 WIB
Kebun melon Iwan di Padaherang, Kabupaten Pangdaran
Kebun melon Iwan di Padaherang, Kabupaten Pangdaran (Foto: Aldi Nur Fadilah/detikJabar)
Pangandaran -

Ratusan warga memadati kebun melon di Dusun Sindangsari, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Bukan sekadar membeli, para pengunjung datang langsung memilih hingga memetik sendiri buah melon segar dari pohonnya.

Suasana kebun tampak semarak sejak pagi. Warga berbondong-bondong menyusuri lorong bedengan tanaman demi menemukan buah dengan kualitas dan ukuran terbaik.

Menariknya, sejumlah warga bahkan menandai buah melon incarannya yang masih muda dengan menuliskan nama mereka langsung pada kulit buah yang masih menggantung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivitas wisata petik buah ini tak hanya menarik minat warga setempat, namun juga kalangan pegawai kesehatan hingga guru-guru sekolah di sekitar wilayah tersebut.

Di lokasi, beberapa pengunjung tampak asyik memotong tangkai melon secara mandiri, sementara sebagian lainnya memilih buah yang telah dipanen oleh petani. Transaksi jual beli berlangsung hangat di tengah hamparan kebun dengan banderol harga terjangkau, yakni Rp 15.000 per kilogram untuk pembelian eceran.

ADVERTISEMENT
Kebun melon Iwan di Padaherang, Kabupaten PangdaranKebun melon Iwan di Padaherang, Kabupaten Pangdaran Foto: Aldi Nur Fadilah/detikJabar

Petani melon Padaherang, Iwan Setiawan, menuturkan bahwa tingginya animo masyarakat membuat wisata petik melon yang baru dibuka hampir sepekan ini menuai respons sangat positif.

"Alhamdulillah, sekarang sudah memasuki hari keenam. Antusias masyarakat bagus," ucap Iwan, Jumat (11/9/2025).

Melihat tingginya permintaan, Iwan mengaku optimistis untuk terus mengembangkan budidaya melon di kawasan Pangandaran dan merangkul rekan-rekan pembudidaya lainnya.

"Ke depannya kita tetap mau kontinyu untuk menanam melon. Siapa tahu ada teman-teman komunitas melon yang mau menanam juga. Pasar masih terbuka lebar. Ayo kita bareng-bareng cari peluang di usaha melon," ujarnya.

Menurut Iwan, perputaran hasil panen tergolong cepat berkat konsep agrowisata petik langsung ini. "Kalau total melon yang sudah terjual selama kegiatan wisata petik melon dibuka itu sudah mencapai lebih dari dua ton," ungkapnya.

Terhubung Lewat Internet

Daya tarik agrowisata ini juga memikat warga dari luar Kabupaten Pangandaran. Melalui internet, warga terhubung ke wilayah Pangandaran hanya dengan update medsos.

Salah satunya Usnandar, warga asal Banjarsari, Ciamis, yang mengaku penasaran setelah melihat unggahan video kebun tersebut di media sosial.

"Enam hari ke belakang kan viral, makanya kita penasaran pengen datang ke sini. Alhamdulillah bisa memilih buah melon dan cicipi langsung di kebun," ucapnya.

Ia mengatakan tidak menyesal menempuh perjalanan jauh ke sini untuk membeli melon karena ternyata sangat worth it.

"Gak penasaran, melonnya juga enak," katanya.

Sang pengelola kebun melon, Iwan juga bercerita bahwa di wilayahnya jaringan internet tidak sebagus di pusat kota Pangandaran. Masih ada wilayah blank spot yang mengharuskan penggunaan jaringan Wi-Fi.

"Alhamdulillah ternyata modal akses internet kebun melon saya yang baru ini jadi bisa terakses oleh semua orang, bahkan ada wisatawan juga yang ingin kesini sudah chat dari medsos, tapi mudah-mudahan buah melonnya masih ada," kata dia.

Viral Karena Disebarkan Medsos

Iwan mengatakan tidak mempunyai akun media sosial, kebanyakan orang yang datang karena dari mulut ke mulut. "Tahunya dari mulut ke mulut, itu dari medsos. Ada orang sini yang posting di TikTok terus tersebar alhamdulillah kebantu," ucap Iwan.

Menurutnya, ia tak menyangka jika kehadiran kebunnya bisa memberikan efek yang luar biasa. Tadinya, ia pun mengaku hanya akan menjual hasil panennya ke pasar. "Tapi karena medsos semuanya bisa tersebar ke mana saja, tadi aja ada yang dari Cilacap, Jawa Tengah," katanya.

Ia mengatakan dengan tersebarnya kebun melon memberikan dampak yang signifikan pada aktivitas warga setempat. "Tetangga saya juga bantu petik dan urus kebun, karena saya tidak kepegang sendiri, berdayakan tetangga," ucapnya.

Kebun melon Iwan di Padaherang, Kabupaten PangdaranKebun melon Iwan di Padaherang, Kabupaten Pangdaran Foto: Aldi Nur Fadilah/detikJabar

Selain itu, Iwan juga memberdayakan tetangga untuk menata parkir kala pengunjung ramai ke kebunnya. "Meskipun tempatnya tidak terlalu luas, saya minta tetangga juga menata parkir," katanya.

Ia mengatakan pengunjung saat ini bukan lagi dari wilayah Pangandaran, sudah ada dari Ciamis, Banjar, dan Cilacap. "Alhamdulillah ada aja dari kabupaten tetangga," katanya.

Namun, Iwan menyebutkan masa panen melonnya kini tersisa selama seminggu lagi. Sembari menanam yang baru, pihaknya menyiapkan untuk bulan selanjutnya.

"Karena masa panen melon itu sebulan sekali, jadi harus disiapkan bibitnya supaya bisa panen tiap bulan," katanya.

Sebelum viral di media sosial, kata Iwan, penjualan hanya ke pasar dan tetangga yang tahu. "Sekarang lonjakan penjualannya meningkat," ucap dia.

Dengan ini, Iwan juga berpikir agar bisa memperluas penjualan tidak hanya lingkup wilayah Padaherang. "Mudah-mudahan minimal se Kabupaten Pangandaran terpenuhi, jadi kepikiran untuk punya akun media sosial sendiri," katanya.

Menerima Pembelajaran Menanam

Untuk memperluas pertanian melon di Pangandaran, Iwan tidak pelit berbagi ilmu. Dirinya mengaku menyediakan pelatihan langsung cara menanam hingga merawat tanaman melon.

"Kami juga siapkan pelatihan apabila ada yang berminat untuk menanam melon di rumah," kata dia.

Modernisasi pertanian menjadi potensi besar untuk dikembangkan. Iwan menjadi salah satu contoh nyata pelaku usaha yang merasakan dampak ekonomi dari digitalisasi pemasaran.

Dukungan Jaringan Kominfo untuk Pelaku UMKM Pangandaran

Dalam upaya memperkuat konektivitas para pelaku UMKM daerah di wilayah Pangandaran. Diskominfo menyediakan fasilitas wifi gratis di 6 titik kecamatan Pangandaran.

Kepala Bidang Aplikasi, Informatika, dan Persandian (APTIKASAN) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pangandaran Galih Avomegi mengatakan jika pemda telah menyediakan layanan jaringan internet gratis untuk pelaku UMKM.

"Kami sebarkan di 6 titik yang lokasinya terdapat banyak pedagang pelaku UMKM dan ruang publik," kata Galih kepada detikJabar.

Menurutnya, titik lokasi yang disebar itu ada di Foodcourt Alun-alun Parigi, kantong parkir Madasari, Pedestrian Batukaras dan area parkir, Taman Pangandaran Sunset, Mesjid Al Jabar Kalipucang & UMKM Parkirnya dan Pasar Gimbal Mangunjaya.

"Jadi untuk membantu para pelaku UMKM terhubung langsung. Bisa untuk mereka yang menyediakan QRIS, work from anywhere, transaksi digital, dan juga membantu pelaku usaha bisa jualan online," ucapnya.

Ihwal jaringan internet gratis di wilayah Padaherang memang belum masuk, tetapi pihaknya mengaku sudah merencanakan perluasan ke wilayah yang belum terjangkau. "Untuk wilayah Padaherang memang belum, tapi nanti sedang kami siapkan titik mana yang memang dekat dengan pelaku UMKM disana," tutupnya.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads