Harapan dari Bandung untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Harapan dari Bandung untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Siti Fatimah, Rifat Alhamidi - detikJabar
Jumat, 11 Sep 2026 20:44 WIB
Doa bersama wartawan Bandung untuk 5 jurnalis yang hilang saat hendak meliput Gunung Anak Krakatau.
Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar
Bandung -

Sejumlah wartawan di wilayah Bandung mengirimkan doa untuk lima jurnalis yang hilang saat hendak meliput ke Gunung Anak Krakatau. Doa itu dipanjatkan agar kelimanya bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

Kelima jurnalis itu adalah Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu. Kemudian, tiga kru kapal, yaitu Warta (kapten/nakhoda kapal), Surakman (anak buah kapal), dan Heriyanto (pemandu), yang hilang kontak di Selat Sunda.

Doa dipanjatkan puluhan wartawan di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung. Wartawan yang hadir berasal dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bandung, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Temen-temen malam ini melakukan doa bersama dan menyalakan lilin sebagai salah satu bentuk solidaritas buat teman-teman yang masih hilang di Selat Sunda," kata Ketua PFI Bandung Raisan Al Farisi, Jumat (11/9/2026).

Raisan dan sejumlah wartawan berharap kelima rekannya bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Sehingga, kelima jurnalis itu bisa pulang dan berkumpul bersama keluarganya masing-masing.

ADVERTISEMENT

"Harapannya sama seperti semua orang ya. Semoga teman-teman diketemukan dengan keadaan selamat dan bisa pulang lagi ke rumah sama keluarga," ucapnya.

Ketua IJTI Jabar Mujib Prayitno mengatakan, doa malam ini dipanjatkan sebagai bentuk dukungan moral dari Bandung untuk upaya pencarian kelima jurnalis yang hilang. Ia pun berharap supaya kelimanya bisa ditemukan dalam kondisi selamat.

"Teman-teman kami yang saat ini belum bisa ditemukan di area Selat Sunda, kami berharap bahwa kelimanya dan juga ABK bisa ditemukan dalam kondisi yang terbaik. Insyaallah bisa membahagiakan atau memberikan kabar baik bagi keluarganya yang menunggu," pungkasnya.

Doa dari Sukabumi

Insan pers di Sukabumi juga menggelar aksi solidaritas berupa doa bersama dan penyalaan lilin, Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini digelar sebagai wujud empati serta harapan bagi keselamatan lima wartawan yang dilaporkan hilang saat meliput bencana erupsi Gunung Anak Krakatau.

Aksi yang diisi dengan panjatan doa dan taburan harapan tersebut berlangsung di pelataran Gedung Juang 45 Kota Sukabumi. Jurnalis yang hadir berasal dari perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), serta jajaran Polres Sukabumi Kota tampak khusyuk.

Ketua IJTI Sukabumi Apit Haeruman mengungkapkan, aksi ini merupakan bentuk solidaritas mendalam dari para jurnalis di Sukabumi untuk rekan seprofesi yang tengah tertimpa musibah saat menjalankan tugas jurnalistik.

"Kami dari temen-temen jurnalis Sukabumi, PWI, IJTI, dan AJI, juga beberapa insan pers melakukan doa bersama dan ada menyalakan lilin juga sebagai bentuk harapan kita, jurnalis yang sedang bertugas melakukan peliputan di bencana alam erupsi Gunung Anak Krakatau mudah-mudahan mereka masih diberikan keselamatan dan ada harapan bisa kembali ke rumah," kata Apit kepada awak media, Jumat (11/9/2026) malam.

Kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih terus erupsi juga menambah kekhawatiran mereka. Tak hanya itu, pihaknya juga menaruh harapan kepada Tim SAR yang tengah melakukan pencarian terhadap para jurnalis yang hilang.

"Kita tahu bahwa hari ini erupsi Gunung Anak Krakatau masih terjadi. Semoga Tim SAR berhasil menemukan mereka dalam kondisi selamat," ujarnya.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads