Aksi demonstrasi, saat ini menjadi salah satu cara bagi anak muda menyampaikan suara dan keresahannya. Namun di balik itu, muncul perhatian terhadap bagaimana generasi muda memahami bela negara dan nilai-nilai yang menyertainya.
Upaya itu dinilai perlu dilakukan agar bisa menyikapi persoalan kebangsaan secara lebih matang. Dalam diskusi di Bandung, Kementerian Pertahanan (Kemhan) pun menilai pemahaman tersebut perlu dibangun sejak dini, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi.
Baca juga: Penampakan Terkini Rumput Stadion GBLA |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Sumber Daya Manusia Potensi Pertahanan pada Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Yoga Raharja mengatakan, kesadaran bela negara kini menjadi tugas bersama. Urusan itu menurutnya, tidak hanya tugas kementerian semata.
"Kami memiliki Direktorat Bela Negara, tetapi juga melibatkan Pemda Jawa Barat, DPRD, Kepolisian, Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan semuanya bekerja sama," katanya, Kamis (10/9/2026).
Ia pun menyinggung demo beberapa waktu lalu. Saat itu, pihaknya memberikan pembinaan melalui Korps Kader Republik Indonesia (KRI) kepada anak muda dan ternyata mereka perlu diberikan pengetahuan awal tentang kesadaran bela negara.
"Sehingga mereka hanya perlu diluruskan sedikit. Saat ini, atas perintah Bapak Presiden melalui Bapak Menteri Pertahanan, mereka kita bina, diarahkan, dan dilatih untuk mendapatkan pengetahuan awal tentang kesadaran bela negara," katanya.
Ia mengatakan, hal yang paling utama dari poin-poin bela negara tersebut ditekankan agar mereka memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan yang kedua adalah ideologi negara yaitu Pancasila.
"Sasaran dari konsep bela negara ini adalah bagaimana para penerus kita, para pemuda, dan anak-anak sekolah kita tanamkan rasa kecintaan dari awal mulai dari SD, SMP, SMA, hingga universitas. Sehingga mereka mempunyai rasa kecintaan yang kuat untuk menjaga bersama-sama bangsa dan negara ini," ucap Yoga.
Anggota Komisi I DPRD Jabar Muhamad Sidkon mengatakan, implementasi bela negara bisa dipahami dengan saling menghormati antarsesama, siswa dengan siswa, apalagi terhadap yang berbeda agama, ras, dan suku. Pemahaman ini lah yang menurutnya perlu ditanamkan sejak dini bagi generasi muda.
" Ini harus kita tanamkan sejak awal. Dulu waktu saya mengalami masa sekolah, ada pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila). Nah, sekarang implementasinya perlu diperluas, ini menjadi tanggung jawab sekaligus hak dan kewajiban kita sebagai warga negara," pungkasnya.
