Seorang petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menjadi korban penganiayaan oknum basecamp. Diduga jika aksi penganiayaan itu dipicu petugas yang menegur pendaki yang nekat naik di masa penutupan pendakian.
Kepala Balai Besar TNGGP Sadtata Noor Adirahmanta, mengatakan kejadian itu bermula ketika petugas resor PTN Gunung Putri mendapati adanya pendaki ilegal yang naik di masa penutupan pada Senin (7/9/2026) lalu.
Petugas tersebut kemudian memberikan teguran dan melakukan penanganan sesuai tugas serta kewenangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas tersebut memberikan teguran terhadap pendaki yang memasuki kawasan tanpa memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku. Pada saat itu, kegiatan pendakian juga tengah ditutup sebagai bagian upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan," kata dia dalam siaran pers, Kamis (10/9/2026).
Diduga naiknya pendaki ilegal tersebut melibatkan oknum dari salah satu basecamp di sekitaran jalur pendakian Gunung Putri.
"Berdasarkan informasi dan keterangan awal yang diterima petugas. Kejadian itu diduga melibatkan beberapa orang dari salah satu basecamp," kata dia.
Esoknya, lanjut dia, petugas tersebut malah menjadi sasaran aksi penganiayaan hingga mengalami luka serius.
Tidak hanya itu, para pelaku juga merusak pondok jaga yang difungsikan sebagai pos pemeriksaan Simaksi di jalur pendakian Gunung Putri.
"Petugas yang menjadi korban penganiayaan mengalami luka di bagian wajah dan hidung. Kemudian langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengamanan medis serta visum," kata dia.
Dia mengaku sangat menyayangkan tindakan kekerasan terhadap petugas di lapangan yang tengah menjalankan tugas.
"Kami sangat menyayangkan adanya dugaan tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang melaksanakan tugas negara serta kerusakan terhadap fasilitas negara," tuturnya.
Dia mengatakan BBTNGGP menyerahkan sepenuhnya proses lebih lanjut terkait peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.
"Kami menyerahkan proses penanganan aspek hukumnya kepada pihak yang berwenang dan akan mendukung sepenuhnya proses pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai dengan bukti dan fakta yang ada," pungkansya.
Diberitakan sebelumnya, seorang petugas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan relawan alami luka-luka usai dianiaya oknum basecamp di kawasan Gunung Putri Desa Sukatani Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Polisi saat ini berhasil mengamankan I (40), pelaku pemukulan petugas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan relawan. Namun empat pelaku lainnya yang identitasnya sudah dikantongi masih buron dan tengah dalam pencarian.
(yum/yum)
