Nono (61), tidak dapat menyembunyikan senyum kebahagiannya saat mendapatkan satu unit becak listrik gratis. Nono kini tak perlu lagi mengayuh kedua kakinya untuk mengantarkan penumpang menggunakan becak gowes pada umumnya.
Selama puluhan tahun, pria tua ini biasanya menggantungkan hidup dari kayuhan kaki, untuk menantang aspal jalanan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Lelah yang mengendap di persendiannya tentu kini sudah tidak dirasakan. Sebab, sebuah kejutan berharga mengetuk hidupnya dan belasan penarik becak di Sumedang yang mendapatkan bantuan becak listrik yang dikirimkan langsung atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat bahagia. Terima kasih kepada pemerintah khususnya kepada orang nomor satu di Indonesia Presiden Prabowo," kata Nono saat berbincang bersama detikJabar di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Kamis (10/9/2026).
Bagi Nono, becak listrik ini bukan sekadar kendaraan baru bermesin baterai. Ini adalah napas segar untuk menyambung hidup. Jika biasanya ia harus mengerahkan seluruh sisa tenaganya hanya untuk melintasi jalanan di tengah terik matahari yang menyengat, ia kini cukup memutar tuas gas secara perlahan. Terlebih, kebahagian dari Nono kian nyata saat sebelum mendapatkan becak listrik gratis ini ia harus menyewa becak dari orang lain.
"Ya, sehari-hari bawa becak. Ya, sangat terbantu juga. Asalnya saya sewa ke orang tapi sekarang allhamdulilah punya sendiri apalagi gratis," katanya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Nono untuk mengoperasikan dari becak listrik yang sebelumnya tidak ia bayangkan sama sekali. Sebab, sebelum kembali untuk mengais rezeki ia terlebih dahulu mendapatkan pelatihan.
"Allhamdulilah nggak sulit, kemarin dapet pelatihan langsung dikasih tahu cara-caranya sekarang juga udah mulai bisa," ucapnya.
Bagi Nono dan rekan-rekannya, perjalanan baru saja dimulai. Di atas roda becak listrik yang berputar halus tanpa suara, tentu ada harapan yang kembali menyala membawa roda kehidupan mereka berputar ke arah yang jauh lebih baik.
"Mudah-mudahan penghasilan juga lebih meningkat dari sebelumnya," kata Nono.
Pengadaan becak listrik ramah lingkungan ini menjadi bagian dari program modernisasi transportasi lokal sekaligus bentuk perhatian nyata terhadap kesejahteraan para pekerja sektor informal di daerah. Di Sumedang sendiri, sebanyak 220 unit becak listrik gratis tersebut sudah disalurkan per hari ini.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menilai bantuan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pemberian kendaraan. Menurutnya, becak listrik merupakan bentuk penghormatan Presiden kepada para pengemudi becak sekaligus apresiasi terhadap perjuangan mereka dalam mencari nafkah secara halal.
"Bantuan ini bukan sekadar pemberian alat transportasi. Ini merupakan bentuk penghormatan dan kepedulian Bapak Presiden kepada para pengemudi becak, sekaligus penghargaan atas kerja keras mereka selama ini," ujar Dony.
Ia mengatakan, di balik setiap kayuhan becak terdapat perjuangan seorang kepala keluarga yang tidak mengenal panas maupun hujan demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Di balik kayuhan becak ada perjuangan sebuah keluarga. Ada tanggung jawab seorang bapak untuk menyekolahkan anak, memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan mencari rezeki yang halal. Lebih dari itu, ada harga diri dan kemauan untuk terus bekerja keras secara mandiri," katanya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumedang, Dony menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional yang telah memberikan bantuan 220 unit becak listrik kepada para pengemudi becak di Sumedang.
Dony juga mengapresiasi mekanisme penyaluran bantuan yang dilakukan secara sistematis. Para penerima tidak hanya mendapatkan kendaraan, tetapi terlebih dahulu diberikan pelatihan serta panduan penggunaan agar becak listrik dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat secara berkelanjutan.
"Saya yakin para penerima akan memanfaatkan dan merawat becak ini dengan sebaik-baiknya. Gunakan untuk hal-hal yang baik, jaga kebersihan dan kondisinya, karena bantuan ini harus memberikan manfaat yang panjang bagi penerima dan keluarganya," ungkapnya.
Tidak berhenti pada penggunaan kendaraan listrik, Pemkab Sumedang juga menyiapkan ekosistem pendukung agar inovasi tersebut benar-benar berjalan. Salah satunya melalui penyediaan fasilitas pengisian daya atau charging station yang direncanakan berada di kawasan Taman Endog melalui kerja sama dengan PT PLN.
Selain itu, 220 pengemudi penerima bantuan akan difasilitasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi para pengemudi yang selama ini bekerja di sektor informal.
Inovasi juga diterapkan pada sistem pembayaran. Pemkab Sumedang mendorong becak listrik dilengkapi pembayaran digital melalui QRIS dengan dukungan Bank BJB Sumedang.
Menurut Dony, digitalisasi tersebut penting agar becak Sumedang tidak tertinggal oleh perkembangan zaman sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi tersebut.
"Becak Sumedang harus lain dari yang lain. Kita ingin becak ini mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam sistem pembayarannya. Dengan QRIS, masyarakat akan lebih mudah membayar secara digital dan pengemudi juga semakin terbiasa dengan ekosistem ekonomi digital," ujarnya.
Dony berharap bantuan tersebut tidak berhenti sebagai program pemberian kendaraan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi sekaligus memperkuat karakter Sumedang sebagai daerah yang ramah, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan.
Sementara itu, dalam program pemberian becak listrik gratis dari Presiden Prabowo ini, Sumedang menjadi kabupaten/kota keenam di Jawa Barat yang menerima bantuan becak listrik tersebut.
(sud/sud)
