Sejumlah peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Kamis (10/9/2026). Mulai dari terungkapnya pelaku pengeroyokan siswi Mts di Garut hingga janji para pemain Persib Bandung saat menghadapi Persija Jakarta akhir pekan nanti.
Berikut rangkuman Jabar hari ini:
Pelaku Pengeroyok Siswi MTs Garut 7 Orang
Polisi tengah menyelidiki kasus pengeroyokan yang menimpa NH (14) dan NA (14), dua orang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Garut. Dari hasil penyelidikan sementara diketahui, pelaku pengeroyokan berjumlah 7 orang, yang seluruhnya adalah perempuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra menuturkan, saat ini kasusnya tengah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Garut. Menurut Niko, kasus ini bukan sekadar aksi bullying, tapi juga pengeroyokan.
"Ini adalah penganiayaan. Karena jelas, pelaku menyentuh korban, sehingga korban menderita luka. Kemudian ada juga bullying-nya, karena ada juga yang meludahi korban dan melakukan kekerasan verbal," kata Niko kepada wartawan, Kamis, (10/9/2026).
Ketujuh orang pelaku, atau Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang melakukan tindakan pengeroyokan terhadap NH dan NH, masing-masing adalah AN (15), W (15), I (14), IM (15), ES (13), T (14) dan WS (16). Seluruhnya merupakan wanita.
Menurut Niko, saat ini mereka sedang dimintai keterangan oleh penyidik Unit PPA Sat Reskrim Polres Garut. "Sedang dimintai keterangan," katanya.
Aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh ketujuh orang pelaku terhadap NH dan NA ini terjadi hari Senin, (7/9/2026) sore lalu di Kecamatan Sukawening, Garut. Menurut polisi, kejadian aksi pengeroyokan itu, berlangsung di luar sekolah.
"TKP berjarak sekitar 15 menit perjalanan dari sekolah. Mereka (pelaku dan korban) sepakat untuk bertemu di lokasi sepulang sekolah, atau sekitar pukul 13.30 WIB," pungkas Niko.
Rumah Hendra Rata, Hanya Sisa Baju di Badan
Raut kesedihan mendalam tak bisa disembunyikan dari wajah Hendra (56). Pria paruh baya ini hanya bisa berdiri terpaku, memandangi tumpukan puing hitam bekas tempat tinggalnya di Kampung Cigaru, RT 33/RW 06, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh keluarganya kini musnah tak berbekas, rata dengan tanah usai diamuk si jago merah sekitar pukul 20.30 WIB malam tadi.
Di lokasi kejadian, pemandangan memilukan begitu terasa. Tak ada lagi dinding kokoh ataupun atap pelindung, yang tersisa hanyalah kepulan tipis sisa arang kayu yang menghitam legam, pecahan asbes, dan lembaran seng yang ringsek mencium tanah.
Beberapa ibu-ibu dan anak-anak tampak terduduk lesu di dekat reruntuhan dengan tatapan mata kosong, meratapi tempat tinggal mereka yang musnah dalam sekejap.
Hendra menceritakan, musibah pilu itu datang begitu mendadak saat api tiba-tiba muncul dari bagian atap akibat korsleting listrik.
"20.30 WIB, lah saat kejadian itu. Korsleting listrik itu Pak, sebab api menyalanya dari atas," kata Hendra dengan suara tercekat saat ditemui di lokasi reruntuhan rumahnya.
Melihat api membesar di atas kepala dan angin malam berembus kencang, Hendra tak memikirkan hal lain selain nyawa para tetangganya. Sambil berlari, ia berteriak sekuat tenaga membangunkan warga sekitar dari kepungan bahaya.
"Begitu api menyala berkobar besar dari atas rumah, nah saya berteriak, panggil-panggil sama tetangga. 'Tolong keluar, tolong keluar, api membesar, kebakaran, kebakaran!' Nah begitu. Orang-orang yang ada di pemukiman itu keluar semua," ucapnya lirih.
Di tengah jerit tangis dan kepanikan malam itu, warga hanya bisa pasrah. Harta benda, perabotan, hingga dokumen penting dibiarkan hangus terbakar. Bagi mereka, yang terpenting anak dan keluarga bisa lolos dari maut.
"Kita nggak bisa bilang apa-apa lagi, kita menyelamatkan diri aja lah. Jadi masalah harta benda mah biarin lah, yang penting kita selamat dulu, nyawa gitu kan. Alhamdulillah nggak ada korban jiwa," ungkap Hendra berusaha tegar.
Hendra menuturkan, sedikitnya ada tujuh unit rumah yang bernasib sama dengannya, ludes terbakar hingga tak menyisakan apa pun. Jerih payah bertahun-tahun lenyap dalam hitungan jam.
"Nggak ada (harta yang tersisa), Pak. Habis semua. Tinggal ini, baju sama ini aja," katanya sambil memegangi pakaian yang masih melekat di badannya satu-satunya harta yang ia miliki saat ini.
Kini, para korban kebakaran harus menelan getir kehilangan tempat bernaung. Mereka kebingungan harus berteduh di mana untuk melanjutkan hidup. Sembari menatap reruntuhan abu yang tersisa, Hendra sangat berharap uluran tangan dan kepedulian dari pemerintah daerah agar mereka tak merasa sendirian menghadapi masa-masa sulit ini.
"Ada kemungkinan kita mungkin mau bernaung dulu di balai desa, kalaupun itu ada izin dari kepala desa. Nanti bagaimana pemerintah aja ataupun kepala desa. Harapannya mungkin dari pihak pemerintah, dari desa, kecamatan, tingkat kabupaten, bila perlu tingkat gubernur, boleh ditinjau ke sini," harap Hendra penuh pilu.
Kepanikan Saat King Kobra Bertamu ke UPTD Ciamis
Seekor king kobra berukuran sekitar tiga meter membuat petugas di Pos Jaga Balai UPTD Sapi Potong, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, panik.
Ular berbisa tersebut tiba-tiba merayap masuk ke dalam pos jaga. Karena khawatir membahayakan petugas maupun warga sekitar, keberadaan ular itu kemudian dilaporkan ke UPTD Damkar Ciamis untuk segera dievakuasi.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis Budi Rahmat mengatakan, ular jenis king kobra itu pertama kali terlihat dari arah atas bangunan pos jaga sebelum akhirnya masuk ke dalam ruangan.
"Awalnya ular terlihat dari arah atas pos jaga, kemudian merayap masuk ke dalam pos. Karena ukurannya cukup besar dan termasuk ular berbisa, petugas di lokasi memilih melaporkannya kepada Damkar agar evakuasi bisa dilakukan dengan aman," kata Budi Rahmat.
Laporan tersebut diterima petugas pada Rabu (10/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Tim Damkar kemudian menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Setelah dilakukan proses evakuasi, king kobra sepanjang kurang lebih tiga meter itu berhasil diamankan. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar. Ular berhasil diamankan tanpa ada korban. Setelah dievakuasi dari pos jaga, ular tersebut kemudian dibawa ke Mako Damkar Ciamis," ujar Budi.
Sekitar pukul 09.00 WIB, kondisi di lokasi dipastikan sudah aman. Keberadaan ular yang cukup besar itu sebelumnya sempat membuat petugas di pos jaga khawatir karena lokasinya berada di tempat aktivitas manusia.
Budi mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap sendiri ular berbisa, terutama jika ukurannya besar dan jenisnya tidak diketahui dengan pasti.
"Kalau menemukan ular yang membahayakan, sebaiknya jangan ditangani sendiri. Amankan diri dan orang-orang di sekitar lokasi, kemudian segera laporkan kepada petugas Damkar. Kami akan membantu melakukan evakuasi dengan cara yang lebih aman," katanya.
Janji Pemain Persib di Laga Lawan Persija
Ribuan Bobotoh memenuhi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (10/9/2026). Mereka datang untuk memberi suntikan semangat terakhir kepada Persib Bandung sebelum menghadapi Persija Jakarta.
Duel penuh gengsi itu akan tersaji pada pekan kedua Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9/2026). Sejak pagi, Bobotoh memadati tribun GBLA. Setelah sesi latihan berakhir, para pemain Persib menghampiri tribun untuk bertemu dengan ribuan Bobotoh yang rela meluangkan waktu demi memberikan energi sebelum laga El Clasico.
Bagi Beckham Putra Nugraha, dukungan tersebut bukan sesuatu yang bisa dianggap biasa. Ia melihat langsung bagaimana Bobotoh rela meninggalkan aktivitas pekerjaan maupun sekolah demi datang ke GBLA.
"Ya kita tahu ini adalah laga penting buat kita, ini adalah laga besar dan kita sebagai pemain harus main di lapangan karena dukungan mereka tidak main-main," kata Beckham.
"Hari ini kita lihat ada yang mengosongkan kerja, mengosongkan sekolah untuk melihat dan mendukung tim kebanggaannya. Dan kita akan jawab di pertandingan hari Sabtu nanti," ujarnya.
Beckham juga meminta Bobotoh terus memberikan dukungan positif, termasuk bagi mereka yang tidak bisa datang langsung ke Jakarta.
"Tetap dukungan positif buat tim kami sangat-sangat bagus untuk tim kami karena dukungan mereka adalah pemain ke-12. Mereka selalu ada di belakang kita. Semoga dukungan mereka di rumah ataupun di tempat nobar, selalu bernyanyi 90 menit dan dukung kami dengan positif," jelasnya.
Semangat yang sama dirasakan Marc Klok. Kapten Persib itu mengaku dukungan Bobotoh di GBLA memberikan motivasi tambahan bagi skuad Maung Bandung yang tengah bersiap menghadapi pertandingan besar.
"Kita semua sangat excited, dan hari ini sangat luar biasa untuk kasih extra motivasi, dan semangat. Semua baik," ucap Klok.
Klok juga membawa catatan positif Persib dalam tiga musim terakhir di mana Maung Bandung belum pernah kalah saat menghadapi Persija.
"Tiga musim sebelumnya kita belum kalah sama mereka. Kita punya skuad baru, pelatih baru, kita mau lanjutkan mimpi ini, target ini untuk musim baru ini dan kita butuh bobotoh untuk support, untuk semangat mereka kasih luar biasa," katanya.
Bagi Klok, dukungan tersebut harus dibayar dengan perjuangan maksimal di atas lapangan. "Dan Sabtu kita harus menang dengan mereka di belakang kita," tegasnya.
Dukungan besar yang terlihat di GBLA juga mendapat perhatian dari pelatih Persib, Igor Tolic. Pelatih asal Kroasia itu mengaku kembali dibuat terkesan dengan antusiasme Bobotoh. Menurutnya, dukungan yang diberikan kali ini bahkan terasa lebih besar dibandingkan musim sebelumnya.
"Hari ini luar biasa, seperti biasanya, musim lalu luar biasa, yang ini bahkan lebih baik," ujar Igor.
Igor menegaskan, Persib pun akan bertolak menuju Jakarta dengan satu misi yakni memberikan penampilan terbaik di hadapan rival abadinya dan membawa pulang kemenangan untuk Bobotoh.
"Kita ke sana (Jakarta) besok memberikan yang terbaik, mencoba membuat semua Bobotoh bangga," kata Igor.
Mama Muda Garut Susul Suami ke Penjara
Polisi mengungkap beragam kasus penyalahgunaan narkotika dan Obat Keras Tertentu (OKT) dalam kurun waktu 2 minggu terakhir di Garut. Salah satunya, adalah tertangkapnya SN, seorang mama muda yang kedapatan menyimpan sabu dengan cara yang berbeda.
Menurut AKBP Niko N. Adi Putra, Kapolres Garut, SN diringkus personel Sat Narkoba yang tengah menyelidiki peredaran narkotika di kawasan Garut Selatan.
"Tersangka SN ini diamankan di wilayah Pameungpeuk oleh tim dari Sat Res Narkoba Polres Garut," ucap Niko.
Niko bercerita mengenai proses penangkapan SN. Menurut penuturan para personelnya, SN ini sudah diincar sejak jauh-jauh hari, karena terindikasi sebagai bos besar atau bandar narkotika jenis sabu di kawasan Garut Selatan.
Penyergapan kemudian dilakukan di suatu hari di awal September ini. Namun, anehnya, saat menggeledah rumah SN, polisi hanya menemukan sedikit barang bukti narkotika jenis sabu yang ada di tangannya.
"Saat dilakukan penggeledahan, personel kami curiga terhadap satu truk mainan yang ada di dalam rumah. Ketika dibongkar, ternyata barang buktinya disimpan di mobil mainan itu," ucap Niko.
Total, polisi menyita sebanyak 19,79 gram sabu dari tangan SN. Dari penuturan SN kepada penyidik, dia mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang, yang kini sedang diburu petugas.
"SN ini dia bertindak sebagai bandar," katanya.
Fakta mencengangkan kemudian terungkap dari hasil pendalaman polisi. SN ternyata merupakan istri, dari seorang terpidana kasus narkoba yang juga pernah diringkus oleh personel Polres Garut.
"Suaminya sendiri, sudah mendekam di Lapas terkait perkara yang sama. Kepemilikan sabu," katanya.
Selain meringkus SN, polisi juga menangkap 15 tersangka lainnya dalam kasus penyalahgunaan narkotika dan OKT di Garut dalam kurun waktu 2 minggu terakhir. Dari 12 kasus dengan 16 tersangka ini, polisi mengamankan beragam barang bukti.
"Sebanyak 177,28 gram sabu, 889,33 gram tembakau sintetis, 74,6 gram ganja dan OKT sebanyak 15.665 butir," ungkap Niko.
Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)
