Simulasi Sispamkota di Bandung: 2.500 Personel Latihan Hadapi Demo Anarkis

Simulasi Sispamkota di Bandung: 2.500 Personel Latihan Hadapi Demo Anarkis

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 09 Sep 2026 15:17 WIB
Simulasi pengamanan aksi unjuk rasa di Kota Bandung
Simulasi pengamanan aksi unjuk rasa di Kota Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar).
Bandung -

Suasana siang di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, tampak tenang meski ratusan personel kepolisian telah bersiaga di kawasan Gedung DPRD Jawa Barat. Pengamanan ketat tersebut dilakukan guna mengantisipasi aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung di gedung rakyat tersebut.

Menjelang sore, sekelompok massa datang dari arah Jalan Sulanjana. Massa yang membawa poster dan sepanduk datang dengan melantunkan lagu 'Halo-halo Bandung'. Setibanya di lokasi, mereka langsung menyampaikan aspirasi. Karena eskalasi masih terkendali, Polrestabes Bandung menerjunkan Polwa berompi cream dihadapan massa.

Semakin sore, aksi unjuk rasa ini semakin memanas. Mereka menuntut agar perwakilan DPRD Jabar turun menemui massa. Saat perwakilan massa bernegosiasi, aksi unjuk rasa yang sebelumnya damai tiba-tiba menjadi ricuh karena terprovokasi. Anggota polwan yang sebelumnya berjaga digantikan polisi dengan perlengkapan tameng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Massa yang tersulut provokasi melemparkan batu, kayu dan barang-barang lainnya. Ada juga yang mendorong petugas hingga melakukan aksi anarkis dengan menendang tameng petugas. Saat aksi unjuk rasa semakin memanas, petugas K-9 Polrestabes Bandung langsung mengerahkan anjing pelacak pengurai massa agar massa tenang.

Namun eskalasi massa terus meningkat, massa juga semakin banyak dan bertambah. Dalam hal ini, Kapolretabes Bandung berkoordinasi dengan Kapolda Jabar dan mengabarkan kondisi terkini unjuk rasa di Gedung DPRD Jabar.

Massa semakin anarkis, mereka membakar ban, melemparkan petasan dan kembang api ke arah polisi. Karena massa semakin banyak, mobil water canon pun diturunkan dan menyemprotkan air ke arah massa dan massa pun berhamburan ke berbagai arah.

Meski massa sudah membubarkan diri di kawasan Kantor DPRD Jabar, mereka berlarian ke kawasan Dago Cikapayang, di lokasi itu mereka kembali berbuat anarkis. Tidak hanya melakukan aksi bakar-bakar, massa juga menutup jalan. Beda dengan di DPRD Jabar, kali ini Brimob Polda Jabar yang mengendarai sepeda motor diturunkan, berbekal gas air mata, mereka menembakannya ke arah massa.

Demikian ilustrasi latihan Sistem Pengamanan Kota yang dilakukan Polres Rayon Bandung yang terdiri dari Polrestabes Bandung, Polresta Bandung, Polres Cimahi dan Polres Sumedang. Latihan ini digelar di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, Rabu (9/9/2026).

"Baik, pada siang hari ini Polrestabes Bandung bekerjasama dengan polres-polres rayonisasi Bandung Raya, yaitu Polres Soreang, Cimahi, dan Sumedang, melaksanakan latihan Sispamkota, yaitu Sistem Pengamanan Kota," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi.

Kegiatan ini diikuti 2.500 personil gabungan di Polres Rayon Bandung.

"Latihan ini untuk memberikan penyegaran kepada personel, memberikan pengetahuan, maupun latihan agar lebih terampil dalam rangka menjaga pengamanan kota yang sudah kita buatkan sistemnya ini," ujar Dedi.

Menurut Dedi, latihan seperti ini jarang dilakukan, dia harap para perwira harus memahami fungsi dan tugasnya.

"Apabila kita dibutuhkan di lapangan kita betul-betul siap," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Bersiap Naik Kuda di Cimahi, Menikmati Wisata Kuda Paku Haji "
[Gambas:Video 20detik] (wip/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads