Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Selasa, 8 September 2026 dari mulai penemuan bayi yang gemparkan warga di Majalengka hingga warga binaan di Rutan Kebonwaru Bandung lakukan pesta makan di sel.
Berikut rangkuman Jabar hari ini:
Penemuan Bayi di Kebun Majalengka, Ibu di Bawah Umur Diamankan
Warga di wilayah Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, sempat dibuat geger oleh penemuan bayi laki-laki yang terbungkus kain di area perkebunan. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi selamat setelah diduga berada di lokasi selama sekitar 3-4 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi yang menerima laporan warga segera melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara. Hasilnya, petugas mengamankan seorang perempuan yang diduga kuat merupakan ibu kandung dari bayi tersebut.
Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menjelaskan, bayi tersebut awalnya ditemukan oleh warga setempat. Usai menemukan sang bayi, warga langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
"Terus kami segera menindaklanjuti dan alhamdulillah telah ditemukan satu terduga pelaku, yang mana terduga pelaku ini adalah merupakan ibu dari bayi tersebut," kata Aldy kepada detikJabar hari ini.
Aldy menyampaikan, terduga pelaku saat ini masih berusia di bawah umur. Meski demikian, yang bersangkutan diketahui bukan merupakan pelajar dan belum memiliki pekerjaan tetap.
Sementara itu, bayi malang tersebut kini sudah mendapatkan penanganan medis secara intensif. Aldy memastikan kondisi kesehatan bayi laki-laki itu stabil dan tengah dirawat di RSUD Majalengka.
"Kami sampaikan juga bahwa rentang waktu dari awal mula dibuang sampai dengan ditemukan oleh warga kurang lebih selama 3 sampai 4 jam. Dan alhamdulillah saat ini status dari bayi tersebut sehat dan saat ini dirawat di RSUD Majalengka," ujarnya.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri motif pelaku serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Pemeriksaan terhadap terduga pelaku pun masih dilakukan secara intensif.
"Satreskrim Polres Majalengka masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap terduga pelaku tersebut untuk mengetahui apa-apa saja yang motifnya dan siapa-siapa saja yang terlibat di dalam permasalahan atau kasus ini," jelas Aldy.
Aldy menegaskan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah bayi tersebut sengaja dibuang atau ada faktor lain. Polisi juga masih mendalami dugaan apakah bayi tersebut merupakan hasil hubungan di luar pernikahan melalui proses pemeriksaan lebih lanjut.
"Kalau dibilang sengaja, kami belum menemukan karena memang saat ini kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif," ujarnya.
Guna mengungkap identitas dan memastikan garis keturunan, polisi berencana melakukan tes DNA. Langkah ini diambil sebagai prosedur ilmiah untuk membuktikan hubungan biologis antara perempuan yang diamankan dengan bayi tersebut.
"Tentunya kami melakukan upaya pengungkapan dengan teknik-teknik penyelidikan, penyidikan kami menggunakan scientific investigation. Dan dalam waktu dekat nanti, tentunya untuk membuktikan bahwa betul memang itu adalah ibunya, kami akan melakukan tes DNA," tutur Aldy.
Dalam kasus ini, polisi menerapkan Pasal 430 juncto Pasal 429 ayat 1 KUHP tentang penelantaran orang atau anak. Ancaman pidana yang membayangi pelaku dalam pasal tersebut adalah penjara paling lama lima tahun.
Eliano Reijnders Terdampak Erupsi Anak Krakatau
Eliano Reijnders belum kembali ke Indonesia ketika Persib Bandung menjalani laga perdana Super League 2026/2027 melawan PSM Makassar pada Minggu (6/9). Eliano harus pulang ke kampung halamannya setelah mendapat kabar duka, sang kakek meninggal dunia.
Absennya Eliano kemudian berlanjut karena perjalanannya kembali ke Indonesia turut terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga hari ini, Eliano belum ikut berlatih dengan rekan-rekannya.
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengatakan Eliano sempat tertahan di bandara akibat kondisi penerbangan yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Eliano akan datang karena, kakeknya meninggal dunia, jadi dia akan bergabung," kata Igor Tolic.
"Dia sempat tertahan di bandara karena gunung berapi. Dan kemudian dia akan datang. Dia sedang dalam perjalanan, jadi seharusnya kami baik-baik saja," ujarnya.
Eliano sebelumnya absen ketika Persib menghadapi PSM Makassar pada pekan pertama Super League 2026/2027. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (6/9/2026), Maung Bandung meraih kemenangan 3-1.
Kini, Eliano ditunggu untuk kembali bergabung dengan tim. Persib sendiri sudah harus mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya, yakni menghadapi Persija Jakarta dalam duel El Clasico Indonesia, Sabtu (12/9/2026).
Selain Eliano, Persib juga masih memantau kondisi sejumlah pemain yang mengalami cedera. Igor menyebut beberapa pemain menunjukkan perkembangan positif seperti Gakuto Notsuda, Luciano Guaycochea hingga kapten tim, Marc Klok.
"Para pemain yang cedera kondisinya membaik. Marc membaik, Gakuto membaik, dan Luciano juga membaik," kata Igor.
Igor juga menjelaskan kondisi penjaga gawang Teja Paku Alam yang ikut absen di pekan pertama kemarin. Igor menyebut Teja mengalami perkembangan positif, tetapi keputusan mengenai kondisinya akan terus dipantau dari hari ke hari.
"Teja juga membaik. Teja juga membaik, jadi kita lihat besok, hari demi hari, tetapi saya pikir, saya pikir dia semakin membaik," ungkapnya.
Diduga Lecehkan Siswa Wakasek SMAN 1 Pamanukan Dinonaktifkan
Dugaan pelecehan terhadap siswa di SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, berujung pada penonaktifan oknum Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) dari jabatannya. Tak hanya dicopot dari posisi struktural, yang bersangkutan juga untuk sementara dilarang mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, mengatakan langkah tersebut diambil menyusul pemeriksaan awal terhadap dugaan pelecehan yang mencuat di sekolah tersebut.
"Ya itu sementara yang bersangkutan dinonaktifkan. Dinonaktifkan dari jabatannya sebagai wakil kepala sekolah dan dinonaktifkan dari tugas mengajar," kata Purwanto saat dihubungi hari ini.
Purwanto menegaskan, oknum tersebut tidak diperbolehkan kembali mengajar hingga proses pemeriksaan dan penanganan disiplin selesai dilakukan.
"Jadi dia tidak boleh mengajar lagi sampai nanti kita usulkan ke BKD untuk dilakukan apa, BAP dan hukuman disiplin yang diberikan kepada yang bersangkutan. Untuk dari atasan langsung sudah dinonaktifkan," tegasnya.
Disdik Jabar menyebut pemeriksaan awal telah menemukan sejumlah fakta yang mengarah pada dugaan tindakan tersebut. Informasi diperoleh dari kepala sekolah, bukti percakapan melalui pesan, penuturan teman korban, hingga keterangan dari pihak yang bersangkutan.
"Kalau dari fakta-fakta sih iya. Dari fakta-fakta, informasi dari kepala sekolah, kemudian dari bukti-bukti chat, dari penuturan temannya, dari yang bersangkutan," ungkap Purwanto.
Disdik Jabar juga menyiapkan pendampingan bagi siswa yang diduga menjadi korban. Pendampingan akan dilakukan melalui koordinasi dengan DP3AKB.
"Kita koordinasi sama DP3AKB untuk pendampingan psikologis," ujarnya.
Kasus di SMAN 1 Pamanukan juga menjadi perhatian Disdik Jabar untuk memperkuat pencegahan di lingkungan sekolah. Disdik menggelar koordinasi dengan kepala sekolah, pengawas dan kepala cabang dinas untuk melakukan mitigasi terhadap berbagai tindakan yang berpotensi menimbulkan pelecehan seksual.
"Hari ini juga kita mengadakan Zoom ke seluruh kepala sekolah sama pengawas, kepala cabang dinas, agar melakukan mitigasi terhadap tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan risiko terhadap pelecehan seksual, termasuk yang lain-lain," ucap dia.
Purwanto menegaskan tidak ada toleransi bagi pendidik yang melanggar aturan. Menurutnya, regulasi, undang-undang, hingga kode etik guru sudah menjadi rambu yang wajib dipatuhi.
"Ya warning kerasnya apa ya, yang jelas kan itu aturannya sudah ada, undang-undangnya sudah ada kan, kode etik mengajarnya sudah ada, ya tinggal dilakukan. Siapa yang melanggar ya kena sanksi, gitu aja," pungkasnya.
Relokasi SDN 026 Bojongloa Dimulai
Pemkot Bandung resmi memulai relokasi 945 siswa SDN 026 Bojongloa. Proses belajar kini sudah dipindahkan ke SDN 148 Cibaduyut dengan mekanisme pembelajaran pada siang hari.
Sebagaimana diketahui, ratusan SDN 026 Bojongloa sudah bertahun-tahun terdampak masalah sengketa lahan. Sekolah yang berlokasi di Cibaduyut, Kota Bandung itu bahkan sempat digembok ahli waris yang membuat proses belajar jadi terganggu.
"Kemarin sebagian sudah dipindahkan, dan hari ini akan di-abringkeun kabeh mulai jam 12 siang, dan pendidikan sesi dua itu mulai jam 12.30," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan hari ini.
Farhan menyatakan, meski seluruh siswa SDN 026 Bojongloa nantinya pindah belajar, aset sekolah tersebut masih disimpan untuk beberapa waktu ke depan. Sebab menurutnya, belum ada perintah dari pengadilan untuk pengosongan area itu buntut kasus sengketa lahan.
"Enggak dikosongkan. Kita kan menunggu perintah dari pengadilan untuk mengeluarkan surat perintah kepada Pemerintah Kota Bandung untuk menyerahkan, jadi surat perintah eksekusinya masih kita tunggu," ucapnya.
"Selama belum ada eksekusi, kami tetap di sana. Ada yang menjaga aset-aset di sana," tambahnya.
Relokasi ratusan siswa SDN 026 Bojongloa dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali aksi penggembokan oleh ahli waris. Pemkot Bandung juga terus memastikan rencana pembangunan gedung baru sekolah itu bisa berjalan tanpa hambatan.
"Kami ingi menghindari jangan sampai ada lagi teror-teror yang dilakukan dengan penggembokan seperti itu. Itu kan teror. Kasihan anak-anaknya. Kita pasang badan untuk memastikan hak pendidikan anak-anak," pungkasnya.
Warga Binaan Rutan Kebonwaru Viral Pesta Makanan di Sel
Warganet dihebohkan dengan video warga binaan pesta makanan. Kejadian yang menyorot publik itu terjadi di Rutan Kelas 1 Bandung atau Kebonwaru.
Dari rekaman yang tersebar di media sosial (medsos) TikTok Lambe Turah Official, ada sekitar 10 orang warga binaan yang hendak menyantap makanan siap saji.
Dalam postingan tersebut mengatakan, uang untuk membeli makanan siap saji itu diduga dari hasil penipuan.
"Alhamdulillah, semoga barokah sadayana (semuanya)," ucap perekam sambil menunjukkan suasana sel tahanan yang menggelar banyak makanan dan minuman.
Dikonfirmasi awak media, Kakanwil Ditjenpas Jabar, Yudi Suseno, memastikan kejadian pesta makanan itu bukan kejadian baru, melainkan terjadi pada tahun 2024 lalu.
"Itu kejadian tahun 2024 di blok F Rutan Kebonwaru," katanya hari ini.
Yudi mengungkapkan, Kepala Rutan Kebonwaru yang saat itu menjabat dan warga binaan yang ada di dalam video sudah diberi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Karutan beserta yang terkait sudah diberi sanksi termasuk warga binaannya," ungkapnya.
"Semua warga binaan yang di video di atas sudah dimutasi ke beberapa UPT di Jawa Barat," tambahnya.
Yudi berharap, kejadian serupa tidak terjadi lagi. Yudi menegaskan, pihaknya akan memantau ketat aktivitas para warga binaan di lapas dan rutan di Jawa Barat.
"Karutan dan beberapa pejabatnya sudah digeser. Jadi yang sekarang (menjabat) pada relatif baru," pungkasnya.
(wip/sud)
