8 Bandara Kembali Dibuka Usai Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Daftarnya

8 Bandara Kembali Dibuka Usai Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Daftarnya

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Selasa, 08 Sep 2026 12:44 WIB
Petugas membersihkan kaca di ruang tunggu Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/6/2025). Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan agar membuka kembali Bandara Husein Sastranegara karena dinilai keberadaan bandara tersebut sangat vital bagi pemulihan ekonomi dan pariwisata Kota Bandung. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Bandung -

Seluruh bandara yang sebelumnya terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau kini kembali dibuka untuk operasional penerbangan. Total ada delapan bandara yang sebelumnya terdampak dan kini telah kembali beroperasi.

Informasi terbaru tersebut disampaikan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama melalui pembaruan operasional penerbangan pada Selasa (8/9/2026) pukul 10.00 WIB.

"Seluruh Bandar Udara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah dibuka kembali untuk operasional penerbangan," tulis Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama melalui akun Instagram resminya @otbansatu, Selasa (8/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar 8 Bandara yang Sudah Dibuka

Delapan bandara yang sebelumnya terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan kini telah kembali beroperasi yakni:

  • Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang, Banten

    ADVERTISEMENT
  • Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Jakarta

  • Bandara Husein Sastranegara (BDO), Bandung, Jawa Barat

  • Bandara Radin Inten II (TKG), Lampung

  • Bandara Budiarto (RTO), Curug, Banten

  • Bandara Pondok Cabe (PCB), Tangerang Selatan, Banten

  • Bandara M. Taufik Kiemas (TFY), Lampung

  • Bandara Salakanagara, Tanjung Lesung, Banten

Sebelumnya, operasional sejumlah bandara tersebut terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sehingga penerbangan harus dihentikan sementara demi keselamatan penerbangan.

Dengan dibukanya kembali seluruh bandara terdampak, operasional penerbangan di delapan bandara tersebut dapat kembali berjalan.

Penerbangan Belum Tentu Langsung Normal

Meski seluruh bandara telah dibuka, calon penumpang tetap diminta tidak langsung berangkat tanpa memastikan kondisi penerbangannya.

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama mengimbau masyarakat untuk terlebih dahulu memeriksa status penerbangan dan mengonfirmasi kembali jadwal kepada maskapai.

"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penerbangan untuk memeriksa status dan mengonfirmasi jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melaksanakan perjalanan menuju bandar udara," jelas Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama.

Artinya, bandara yang sudah kembali beroperasi tidak otomatis berarti seluruh penerbangan langsung berjalan sesuai jadwal sebelumnya. Penumpang tetap perlu mengecek informasi terbaru dari maskapai masing-masing.

Sebelumnya Bandara Ditutup Imbas Abu Anak Krakatau

Penutupan sementara sejumlah bandara dilakukan setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sebaran abu vulkanik mengganggu operasional penerbangan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan harus mengalami penundaan maupun penyesuaian jadwal. Sejumlah penumpang bahkan harus menunggu lebih lama di bandara akibat penghentian sementara operasional.

Salah satunya keluarga Frengki Lase yang hendak membawa jenazah pamannya, Iwan Zebua, ke Nias. Jenazah tersebut telah berada di Bandara Soekarno-Hatta selama dua hari akibat gangguan penerbangan.

Keluarga sempat mencari alternatif perjalanan melalui jalur laut, tetapi mendapat informasi bahwa perjalanan menuju Nias juga berpotensi mengalami keterlambatan.

Kini, dengan seluruh bandara terdampak telah kembali dibuka, penumpang diimbau tetap mengikuti perkembangan terbaru dan memastikan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.



(tya/tya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads