Malaysia Cabut Status Darurat Kabut Asap di Sarawak

Malaysia Cabut Status Darurat Kabut Asap di Sarawak

detikNews - detikJabar
Senin, 07 Sep 2026 23:00 WIB
Penanganan karhutla di Dayun, Siak, Riau
Penanganan karhutla di Dayun, Siak, Riau. (Foto: dok. Istimewa)
Bandung -

Otoritas Malaysia mencabut status darurat kabut asap di negara bagian Sarawak pada Senin (7/9/2026). Meski begitu, polusi udara di sejumlah wilayah masih mencapai level 'sangat tidak sehat' akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan, Indonesia.

Otoritas Malaysia menetapkan status darurat di Sarawak pada Jumat (4/9) setelah Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, memberikan persetujuan. Pemerintah mengambil langkah tersebut setelah kondisi udara memburuk di Serian, wilayah yang berjarak sekitar 65 kilometer sebelah selatan Kuching, ibu kota Sarawak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kantor Perdana Menteri Malaysia mengumumkan pencabutan status darurat pada Senin (7/9) waktu setempat. Sultan Ibrahim menyetujui pencabutan deklarasi tersebut setelah kondisi kabut asap di Serian mulai membaik.

"Sultan Ibrahim hari ini menyetujui pencabutan deklarasi darurat tersebut," sebut Kantor PM Malaysia dalam pernyataannya.

ADVERTISEMENT

Meski status darurat berakhir, pemerintah Malaysia mengingatkan bahwa kondisi udara di Sarawak belum sepenuhnya pulih.

"Situasi kabut asap di Sarawak belum sepenuhnya pulih, dan angka API (Indeks Pencemaran Udara) di beberapa wilayah... masih berada pada level yang sangat tidak sehat," sebut Kantor PM Malaysia dalam pernyataannya.

API Serian Sempat Tembus 500

Kondisi udara di Serian sempat mencapai level kritis pada Jumat (4/9). Angka API di wilayah tersebut menembus 500 dan mencapai puncak 519 ketika kabut asap tebal menyelimuti kawasan itu.

Pedoman Malaysia mengategorikan angka API di atas 300 sebagai kondisi berbahaya. Pemerintah menggunakan angka di atas 500 sebagai ambang batas untuk menetapkan status darurat lokal.

Hujan yang mengguyur Serian pada Jumat (4/9) malam dan Sabtu (5/9) pagi kemudian membantu menurunkan tingkat polusi. Hujan tersebut diyakini berkaitan dengan aktivitas penyemaian awan.

Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sarawak mencatat angka API di Serian turun ke kisaran 200-an pada Senin (7/9) waktu setempat.

Asap Karhutla Indonesia Menyebar ke Malaysia

Kabut asap beracun telah menyelimuti sejumlah wilayah Indonesia dan Malaysia selama berminggu-minggu. Pemerintah Indonesia masih berupaya menangani kebakaran yang menghanguskan lahan dalam area luas di Kalimantan dan Sumatra.

Angin kemudian membawa asap kebakaran melintasi perbatasan hingga mencapai sejumlah negara tetangga, termasuk Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Kondisi tersebut membuat kualitas udara di beberapa wilayah Malaysia ikut memburuk, terutama di kawasan yang berdekatan dengan sumber kebakaran di Indonesia.

Baca berita selengkapnya di detikNews.

(nvc/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads