Kebahagiaan menyelimuti warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. Di tengah pemulihan pascabencana hidrometeorologi, CT ARSA Foundation berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar aksi bakti sosial dengan membagikan paket sembako, layanan kesehatan gratis, hingga peletakan batu pertama pembangunan jembatan yang terputus.
Aksi kepedulian ini digelar bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 sekaligus Hari TNI AL ke-81. Berbagai elemen masyarakat terpantau antusias mendatangi lokasi kegiatan sejak pagi hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Head of Corporate Communication CT ARSA Foundation, Andra Lesmana, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pemulihan aktivitas warga terdampak bencana, khususnya dalam mengembalikan konektivitas dan kesejahteraan penyintas banjir.
"CT ARSA Foundation menyalurkan bantuan dalam bentuk sembako sebanyak 300 paket, 250 mushaf Al-Qur'an, dan susu untuk ratusan anak-anak," kata Andra di Sukabumi, Minggu (6/9/2026).
Selain memberikan bantuan sembako, pihaknya juga memberi layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar. Penyintas anak-anak pun tak luput dari perhatian.
"Kami juga menghadirkan Mobil Sehat Dental keliling yang bekerja sama dengan PDGI Sukabumi untuk tenaga medisnya, serta menghadirkan tutor literasi untuk menghibur anak-anak lewat dongeng edukatif," ujarnya.
Penyerahan bantuan sembako ini menjadi bagian dari total 1.000 paket sembako yang disalurkan lintas instansi kepada masyarakat Tanjungsari. Selain CT ARSA Foundation, bantuan sembako juga bersumber dari amanah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka sebanyak 500 paket, Baznas 200 paket, serta dukungan PLN dan PT Semen Jawa. Korps Marinir TNI AL turut membagikan 1.000 paket makanan bergizi di lokasi.
CT ARSA Foundation membagikan sembako gratis di Sukabumi. (Foto: Siti Fatimah/detikJabar) |
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong dalam meringankan beban masyarakat pascabencana.
"Hari ini kita hadir di Leuwidinding dalam sebuah rangkaian kegiatan, baik itu bakti sosial, bakti kesehatan, dan peletakan batu pertama pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding yang terputus akibat dampak bencana hidrometeorologi pada akhir Desember 2025 kemarin," ujar Edwin.
Edwin menambahkan bahwa tugas prajurit TNI AL tidak hanya menjaga kedaulatan laut, tetapi juga menggandeng seluruh pihak untuk memberikan manfaat langsung bagi publik.
"Keterlibatan semua pihak ini adalah bentuk kolaborasi kita. Dalam situasi saat ini, yang penting bagi kita adalah berbuat bersama-sama memberikan nilai manfaat kepada masyarakat. Tugas kami sebagai prajurit Jala Sena juga menggandeng seluruh pihak untuk mengurangi beban-beban yang ada di masyarakat," tambahnya.
Selain penyerahan bantuan logistik dan layanan kesehatan gigi maupun umum, agenda ini menandai dimulainya pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding sepanjang 89 meter. Jembatan yang ditargetkan rampung dalam 105 hari tersebut diproyeksikan bakal menghubungkan kembali konektivitas 5 desa di 2 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.
Salah satu warga, Ijah (53), mengaku bersyukur karena mendapatkan bantuan sembako saat ekonomi keluarganya sedang mengalami kesulitan. Menurutnya, bantuan ini bisa menghemat pengeluaran belanja sehari-hari.
"Senang iya, ya waktu rusak susah buat aktivitas kemana-mana. Sehari-hari ibu rumah tangga, jadi bisa menghemat uang belanja. Iya buat masak aja"
(orb/orb)

