Warga Cianjur Diminta Tak Keluar Rumah Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Ikbal Selamet - detikJabar
Minggu, 06 Sep 2026 13:20 WIB
Abu vulkanik selimuti kendaraan warga di Cianjur (Foto: Istimewa)
Cianjur -

Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sampai ke kawasan Puncak hingga perkotaan Cianjur. Bahkan atap, kendaraan bermotor, hingga tanaman warga mulai diselimuti abu pada Minggu (6/9/2026). Warga pun diminta untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Pantauan detikJabar, debu vulkanik diketahui mulai terbawa ke Cianjur pada Minggu pagi. Warga awalnya mengira jika halaman rumah hingga kendaraan yang diparkir di luar terkena debut tanah atau dari jalanan yang terbawa angin.

"Dikiranya debu dari halaman atau jalan seperti biasanya. Tapi yang kali ini debunya makin lama makin tebal dalam waktu singkat. Setelah cari tahu, ternyata ini debu vulkanik," ujar Nabila (22), warga Kecamatan Cugenang, Minggu (6/2026).

Menurut dia, debu yang masuk ke teras rumah dan menutupi badan mobil pun langsung dibersihkan lantaran khawatir terus menebal.

"Langsung saja disapu daripada makin tebal. Tapi terus ada lagi debunya. Khawatir dengan atap, soalnya sudah dibersihkannya," kata dia.

Senada, Dede Sandi (40), warga Cipanas Puncak, mengatakan kawasan Cianjur Utara atau Puncak juga sudah terkena dampak abu vulkanik.

"Iya hampir rata, di kami juga sudah terdampak abu vulkanik. Bangunan, kendaraan, sampai tanaman diselimuti abu," kata dia.

Dia mengaku khawatir tanamannya mati akibat debu yang tebal. "Apalagi sekarang musim kemarau, sudah lama tidak hujan. Jadi susah bersihkan tanaman dari debu," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Asep Sudrajat, mengatakan hingga Minggu siang terpantau abu vulkanik sudah sampai wilayah Cianjur Utara yakni kawasan Puncak hingga perkotaan Cianjur.

"Untuk wilayah Cianjur Selatan masih belum ada laporan. Kami sudah terjunkan Tim untuk cek, apakah wilayah selatan juga terdampak," kata dia.

Dia mengatakan, warga diimbau untuk tidak beraktivitas ke luar rumah selama terjadi abu vulkanik.

"Lebih baik berdiam diri di rumah. Jika memang harus beraktivitas di luar, kenakan masker untuk mencegah debu masuk ke saluran pernafasan," pungkasnya.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork