Mitos Vs Fakta Cocopet: Apakah Berbahaya bagi Manusia?

Mitos Vs Fakta Cocopet: Apakah Berbahaya bagi Manusia?

Yudha Maulana - detikJabar
Senin, 07 Sep 2026 07:00 WIB
cocopet
Ilustrasi cocopet (Foto: cocopet)
Bandung -

Pernahkah Anda sedang membersihkan halaman rumah atau mengangkat pot tanaman, lalu tiba-tiba dikejutkan oleh serangga berwarna cokelat kemerahan dengan penjepit menyeramkan di ekornya? Serangga ini dikenal sebagai cocopet atau dalam bahasa Inggris disebut earwig.

Bentuk tubuhnya yang tidak biasa sering kali membuat orang merasa ngeri. Namun, apakah cocopet benar-benar berbahaya bagi manusia? Mari kita bahas tuntas fakta, mitos, hingga cara mengelolanya di rumah dan kebun Anda!

Apa Itu Cocopet (Earwig)?

Cocopet adalah bagian dari kelompok serangga kecil yang disebut Dermaptera, yang secara harfiah berarti "sayap kulit". Nama ini merujuk pada sayap depan mereka yang lebih lembut dan lebih tipis dibandingkan dengan sayap keras kumbang biasa. Kerabat terdekat mereka di alam liar adalah belalang dan jangkrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut adalah ciri-ciri fisik utama cocopet untuk membantu Anda mengidentifikasinya:

Ukuran dan Warna: Memiliki tubuh yang agak pipih, berwarna cokelat kemerahan hingga hitam, dengan panjang berkisar antara 1/2 hingga 1 1/4 inci.

Alat Penjepit Khusus (Cerci): Fitur paling mencolok dari cocopet adalah sepasang penjepit di ujung belakang tubuhnya. Menariknya, bentuk penjepit ini bisa membedakan jenis kelamin mereka: cocopet jantan memiliki penjepit yang melengkung kuat dan berukuran lebih besar, sedangkan cocopet betina memiliki penjepit yang lebih lurus dan kecil.

ADVERTISEMENT

Kemampuan Terbang yang Unik: Meskipun memiliki dua pasang sayap, cocopet sangat jarang terbang. Sayap belakang mereka yang tipis terlipat dengan sangat rapi dan rapat di bawah sayap depan yang pendek. Bahkan, cara melipat sayap mereka yang sangat efisien (bisa membuka hingga sepuluh kali ukuran lipatannya) telah menginspirasi para insinyur dalam merancang penyimpanan kompak.

Secara alami, cocopet adalah hewan nokturnal. Mereka aktif mencari makan di malam hari dan akan bersembunyi di tempat yang gelap, dingin, dan lembap pada siang hari.

Mitos vs. Fakta: Apakah Cocopet Berbahaya bagi Manusia?

Banyak orang merasa terintimidasi oleh penampilan cocopet. Bahkan, ada mitos kuno yang sangat terkenal bahwa cocopet (atau earwig) suka merayap masuk ke dalam telinga orang yang sedang tidur, lalu melubangi otak mereka untuk bertelur.

Faktanya, mitos ini sepenuhnya salah! Cocopet sama sekali tidak memiliki ketertarikan pada telinga manusia. Mereka lebih memilih tempat gelap dan dingin yang dipenuhi bahan tanaman lunak untuk bersembunyi.

Lalu, bagaimana dengan penjepitnya?

Cubitan Lemah: Penjepit cocopet digunakan untuk mempertahankan diri dari predator, menangkap mangsa, serta selama proses kawin. Jika Anda memegangnya secara sembarangan, mereka mungkin akan memberikan cubitan lemah, tetapi cubitan ini umumnya tidak membahayakan manusia dan hanya berupa remasan ringan.

Pertahanan Aroma: Alih-alih menggigit atau menyengat, saat merasa terancam, beberapa cocopet dapat mengeluarkan cairan berwarna kuning kecokelatan yang berbau busuk dari kelenjar khusus di tubuh mereka.

Sisi Unik: Cocopet Adalah Ibu yang Sangat Penyayang

Berbeda dengan sebagian besar dunia serangga yang biasanya meninggalkan telur-telur mereka begitu saja setelah bertelur, cocopet betina dikenal memiliki naluri keibuan yang luar biasa.

Sebelum bertelur, induk cocopet akan menyiapkan sarang di dalam tanah. Ia akan bertelur sebanyak 20 hingga 90 butir. Selama fase ini, sang induk akan:

Menjaga kebersihan telur: Induk cocopet akan terus memindahkan, menjilat, dan memutar telur-telurnya agar terhindar dari jamur dan bakteri.

Melindungi dan memberi makan: Setelah telur menetas menjadi anak cocopet (sering disebut nymph atau wiglet), sang induk akan membawakan makanan hasil muntahan, melindungi mereka dari predator dengan penjepitnya, hingga memindahkan mereka ke tempat aman jika sarang terganggu.

Berpuasa demi anak: Selama menjaga anak-anaknya, sang induk rela tidak makan apa pun selain telur yang gagal menetas.

Menguntungkan atau Merugikan di Kebun Anda?

Cocopet adalah hewan omnivora yang memakan berbagai organisme hidup maupun mati. Hal ini membuat peran mereka di kebun menjadi sangat kompleks:

1. Sisi Baik (Sahabat Petani)

Cocopet bisa menjadi agen pengendali hama alami yang sangat rakus. Mereka gemar memangsa hama kebun yang mengganggu tanaman Anda, seperti:

  • Kutu daun (aphids)
  • Telur serangga
  • Tungau (mites) dan kutu (fleas)
  • Sisa-sisa tanaman yang membusuk di tumpukan kompos

Bahkan, cocopet juga dipercaya dapat membantu proses penyerbukan bunga.

2. Sisi Buruk (Perusak Tanaman)

Di sisi lain, populasi cocopet yang terlalu padat dapat merusak tanaman muda. Mereka suka mengunyah daun dan bunga hingga meninggalkan lubang-lubang kecil yang tidak beraturan, memberikan tampilan yang compang-camping pada tanaman. Beberapa target favorit mereka meliputi selada, stroberi, bunga dahlia, marigold, hingga rambut jagung manis.

Tips Identifikasi: Kerusakan akibat cocopet sekilas sangat mirip dengan kerusakan akibat siput atau ulat bulu. Bedanya, cocopet tidak meninggalkan jejak lendir berkilau seperti yang ditinggalkan oleh siput.

Cara Praktis Mengatasi Cocopet di Rumah dan Kebun

Jika cocopet mulai masuk ke dalam rumah atau populasinya di kebun sudah terlalu banyak dan merusak tanaman, Anda bisa mengelolanya dengan langkah-langkah ramah lingkungan berikut:

Mengatasi Cocopet di Dalam Rumah

Cocopet yang masuk ke dalam rumah biasanya terbawa melalui hasil panen, peralatan kebun, atau menyelinap sendiri mencari tempat gelap dan lembap (seperti kamar mandi atau ruang bawah tanah). Mereka tidak akan berkembang biak di dalam rumah karena kekurangan bahan makanan.

Gunakan Sapu atau Vacuum Cleaner: Cara termudah mengatasi cocopet di dalam rumah adalah dengan menyapu atau menyedotnya dengan mesin penyedot debu. Penggunaan pestisida kimia di dalam rumah tidak direkomendasikan.

Tutup Celah Masuk: Sumbat celah atau retakan di sekitar fondasi, pintu, jendela, dan pipa air menggunakan caulk (sealer) atau weatherstripping.

Kelola Kelembapan: Perbaiki keran atau AC yang bocor, pastikan ventilasi berjalan baik, dan hindari menyiram tanaman di dekat fondasi rumah secara berlebihan.

Ganti Lampu Luar: Karena beberapa spesies cocopet tertarik pada cahaya, kurangi penggunaan lampu putih di dekat pintu masuk dan ganti dengan lampu berwarna kuning.

Mengelola Cocopet di Kebun dengan Perangkap Sederhana

Mengurangi populasi cocopet di kebun bisa dilakukan secara mudah tanpa bahan kimia berbahaya melalui teknik perangkap aktif:

Perangkap Koran Basah: Gulung koran bekas, ikat dengan karet gelang, basahi sedikit, lalu letakkan di tanah dekat tanaman sebelum malam tiba. Di pagi hari, cocopet yang bersembunyi di dalamnya bisa langsung digoyang dan dimasukkan ke dalam wadah berisi air sabun agar tenggelam.

Perangkap Selang atau Kardus: Potongan selang air sepanjang 8-10 inci atau lembaran kardus bergelombang juga sangat efektif menjadi tempat persembunyian cocopet di malam hari.

Perangkap Minyak (Tuna Can Trap): Gunakan kaleng rendah (seperti kaleng bekas tuna). Isi dengan sedikit minyak sayur atau minyak ikan tuna dicampur setetes lemak daging. Kubur kaleng hingga sejajar dengan permukaan tanah. Cocopet yang merayap masuk akan terperangkap di dalam minyak.

Bersihkan Area Kebun: Singkirkan tumpukan kayu, papan, puing-puing, gulma, atau tumpukan daun mati di sekitar taman yang berpotensi menjadi tempat persembunyian favorit mereka.

Kesimpulan

Cocopet adalah serangga unik yang sering kali disalahpahami. Meskipun tampilannya menakutkan dengan alat penjepit di ekornya, mereka tidak berbahaya bagi manusia, dan mitos mengenai mereka yang suka merayap ke dalam otak hanyalah fiksi belaka.

Di kebun, cocopet bisa menjadi sekutu yang sangat membantu dalam membasmi hama kutu daun. Namun, jika kehadiran mereka mulai mengganggu tanaman kesayangan Anda, kelolalah dengan bijak menggunakan perangkap sederhana daripada langsung menyemprotnya dengan bahan kimia berbahaya!

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads