Erupsi Gunung Anak Krakatau telah merambatkan suara dentuman ke Bandung dan sekitarnya. Selain itu, ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah sebaran abu vulkanik yang dapat terbawa angin.
Abu vulkanik kerap tampak seperti debu biasa. Padahal, ukurannya sangat halus dan memiliki karakteristik yang berbeda dari debu rumah tangga.
Debu yang diduga abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Bogor. Hal ini perlu diwaspadai dengan langkah-langkah terukur.
Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Dr Daryono, dalam siaran tertulis yang diterima detikJabar, Minggu (6/9/2026), menjelaskan bahwa ukuran abu atau debu gunung api (volcanic ash) sangat kecil, yakni kurang dari 2 milimeter atau di bawah 2.000 mikron.
Karena partikelnya sangat halus, masyarakat perlu mengambil langkah perlindungan ketika berada di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik.
4 Hal Penting Saat Hadapi Abu Vulkanik
Berikut empat hal penting yang perlu dilakukan masyarakat dalam menghadapi paparan abu vulkanik.
1. Gunakan Masker dan Kacamata Pelindung
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melindungi tubuh, terutama saluran pernapasan dan mata.
Abu vulkanik memiliki partikel sangat halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan partikel tersebut berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan, termasuk iritasi dan keluhan pada saluran pernapasan lainnya.
Dr Daryono menyarankan masyarakat menggunakan alat pelindung diri ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Masker seperti N95 atau masker medis dapat digunakan untuk membantu mengurangi paparan partikel abu. Selain itu, penggunaan kacamata pelindung juga penting untuk mencegah partikel tajam masuk ke mata dan menyebabkan iritasi.
Masyarakat sebaiknya tidak menganggap abu vulkanik sebagai debu biasa. Ukurannya yang sangat kecil membuat partikel tersebut mudah terhirup dan masuk ke dalam tubuh.
2. Tutup Rapat Sumber Air dan Makanan
Selain kesehatan pernapasan, masyarakat juga perlu memperhatikan kebersihan air dan makanan.
Saat terjadi hujan abu atau sebaran material vulkanik, penampungan air bersih sebaiknya ditutup rapat. Hal yang sama juga perlu dilakukan terhadap bahan makanan.
Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah abu vulkanik masuk dan mencemari sumber air maupun makanan.
Menurut Daryono, abu vulkanik dapat mengandung material seperti silika dan senyawa lain. Oleh karena itu, mencegah kontaminasi menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi dampak erupsi.
Air bersih dan bahan makanan yang terbuka berisiko terkena endapan abu, terutama apabila sebaran material vulkanik terjadi dalam waktu cukup lama.
3. Jangan Mudah Percaya Informasi Hoaks
Ketika aktivitas gunung api meningkat, informasi mengenai erupsi biasanya cepat menyebar melalui media sosial dan aplikasi percakapan.
Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.
Dr Daryono mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah memercayai informasi yang belum jelas sumbernya.
Masyarakat disarankan hanya mengikuti pembaruan dari lembaga resmi, seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Informasi resmi penting untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api, potensi bahaya, hingga langkah mitigasi yang harus dilakukan.
Di tengah situasi bencana, informasi yang tidak benar justru dapat memicu kepanikan dan membuat masyarakat mengambil keputusan yang keliru.
4. Patuhi Rekomendasi dan Batas Aman
Hal penting lainnya adalah mematuhi seluruh rekomendasi mitigasi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
Masyarakat tidak dianjurkan mendekati kawasan berbahaya hanya untuk melihat aktivitas gunung api secara langsung.
Dalam kasus aktivitas Gunung Anak Krakatau, Daryono mengingatkan masyarakat untuk tidak mencoba mendekati area penyeberangan laut di sekitar kompleks Krakatau yang berada di luar batas aman atau masuk dalam zona bahaya.
Penetapan batas tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk melindungi masyarakat dari berbagai potensi bahaya aktivitas vulkanik. Karena itu, masyarakat perlu mematuhi zona aman dan seluruh arahan yang diberikan oleh petugas.
(orb/orb)