Gempa M 4,1 Guncang Kabupaten Bandung

Oris Riswan Budiana - detikJabar
Minggu, 06 Sep 2026 09:41 WIB
Ilustrasi gempa. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9)
Bandung -

Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan sekitarnya pada Minggu (6/9/2026) pagi. Gempa itu berkekuatan Magnitudo 4,1 berdasarkan hasil pemutakhiran analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Gempa terjadi pada pukul 09.06.37 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 7,69 Lintang Selatan (LS) dan 107,37 Bujur Timur (BT).

Lokasi episenter berada di laut, sekitar 76 kilometer Barat Daya Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Gempa tersebut bersumbder pada kedalaman 56 kilometer.

Plt. Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, mengatakan berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke Lempeng Eurasia," kata Hartanto dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2026).

Getaran gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan yang diterima BMKG, getaran dengan Skala Intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI) dirasakan di Sindangbarang, Singajaya, Pamengpeuk, Cidaun dan Rancabuaya.

Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Getaran juga terasa seperti ada truk yang sedang melintas.

Sementara itu, wilayah Pangalengan merasakan getaran dengan intensitas II MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dilaporkan bergoyang.

Meski getaran dirasakan di sejumlah wilayah, hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan setelah kejadian tersebut. Hingga pukul 09.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Hartanto mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengutamakan informasi dari sumber resmi BMKG terkait perkembangan gempa bumi.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," ujarnya.

Informasi resmi BMKG dapat diperoleh melalui akun media sosial @infoBMKG, situs BMKG dan InaTEWS, Telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi resmi WRS-BMKG dan InfoBMKG.




(orb/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork