Australia 'Berlari' ke Asia, Kecepatan 7 Cm Per Tahun

Kabar Internasional

Australia 'Berlari' ke Asia, Kecepatan 7 Cm Per Tahun

Rachmatunisa - detikJabar
Sabtu, 05 Sep 2026 05:30 WIB
Benua Australia. (Tangkapan layar Google Maps)
Foto: Benua Australia. (Tangkapan layar Google Maps)
Bandung -

Australia mungkin terlihat diam dan permanen di peta. Namun faktanya, benua ini sedang "berlari" ke arah utara-timur laut dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun. Meski gerakannya mustahil dirasakan manusia, dalam skala waktu jutaan tahun, pergeseran ini sanggup memindahkan daratan sejauh ribuan kilometer.

Bahkan, Australia dinobatkan sebagai benua dengan pergerakan paling ngebut di Bumi. Fenomena ini terjadi karena posisi Australia yang berada tepat di atas lempeng tektonik yang sangat aktif. Kecanggihan teknologi GPS dan sistem navigasi satelit saat ini mampu merekam perpindahan tersebut dengan tingkat presisi yang luar biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angka 7 cm mungkin terdengar sepele. Sebagai gambaran, dalam setahun, Australia bergeser kira-kira sepanjang pertumbuhan kuku manusia. Namun, jika kecepatan ini konsisten, dalam 1 juta tahun Australia akan berpindah sejauh 70 km. Bayangkan dalam 10 juta tahun, secara matematis jaraknya bisa mencapai 700 km!

Tentu saja, arah dan kecepatan lempeng tektonik tidak selalu konstan. Namun, perhitungan sederhana ini menjadi bukti nyata bagaimana pergerakan yang nyaris tak terasa bisa mengubah total wajah Bumi dalam rentang waktu geologis yang panjang.

Australia Sedang Mendekati Asia

Pergerakan Australia bukan sekadar angka di atas kertas. Di bagian utara, lempeng yang membawa benua ini sudah mulai "bersenggolan" dengan wilayah Asia Tenggara. Australia terus bergerak menuju kawasan Indonesia, Papua, dan Asia Tenggara, yang dikenal sebagai salah satu zona tektonik paling rumit di dunia.

Di kawasan inilah lempeng dan fragmen kerak Bumi saling bertabrakan, menunjam, hingga terlipat. Proses geologis yang intens ini turut berperan dalam pembentukan pegunungan, memicu gempa bumi, hingga memengaruhi aktivitas vulkanik di wilayah sekitarnya.

Jadi, pergerakan Australia yang hanya beberapa sentimeter itu sebenarnya terus memberikan tekanan hebat pada kawasan tetangganya. Prof Zheng-Xiang Li dari Curtin University mengonfirmasi bahwa data GPS global memang menunjukkan pergerakan Australia sekitar 7 cm per tahun menuju Asia.

"Jika tren ini berlanjut, dalam satu atau dua ratus juta tahun Samudra Pasifik akan menutup dan membawa Amerika bertabrakan dengan benua Eurasia, sementara benua Australia akan bergabung dengan superkontinen masa depan 'Amasia'," sebutnya seperti dikutip dari Science Blog.

Meski begitu, prediksi mengenai "Amasia" tetap memerlukan catatan khusus. Australia memang sedang bergerak saat ini, namun apakah Amasia menjadi tujuan akhirnya? Untuk menjawab kemungkinan tersebut, kita harus menyelami lebih dalam sejarah panjang perjalanan Bumi.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video Gempa di Jepang: Rumah Terbakar, Kereta Terguling-Mal Runtuh"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads