Pemerintah pusat melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) menyalurkan bantuan modal terhadap seribu orang sebagai langkah mengurangi angka pengangguran di tanah air.
Menteri Tenaga Kerja, Yassierli, mengatakan seribu orang tenaga kerja mandiri yang bakal mendapatkan suntikan modal usaha itu terlebih dahulu menjalani pelatihan selama lima hari kemudian dilanjutkan dengan pendampingan selama tiga bulan.
"Ya dari Balai Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan di Lembang, kita memberikan modal usaha sebesar Rp15 juta. Tapi sebelumnya mereka menjalani pelatihan dulu, lalu ada pendampingan," kata Yassierli saat ditemui di Lembang, Jumat (4/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah tersebut sudah berjalan selama 6 tahun sebagai upaya membuka perluasan kesempatan kerja. Setelahnya, orang yang menerima bantuan usaha itu kemudian disambungkan dengan bank agar mendapatkan suntikan modal lebih besar.
"Dari 6 tahun ini, alhamdulillah tadi saya sudah sampaikan, ada banyak cerita-cerita sukses yang sudah kita dampingi. Kemudian kita selesai mereka, kemudian kita juga sambungkan dengan bank untuk pengembangan usahanya lebih lanjut," kata Yassierli.
Selain seribu orang yang mendapatkan bantuan modal Rp15 juta, ada sebanyak 700 lebih tenaga kerja mandiri pemula yang juga menerima bantuan modal. Bedanya, mereka yang masuk kategori pemula mendapatkan modal lebih kecil.
"Jadi bedanya kalau TKM pemula, mereka dapat modal Rp5 juta. Kita berikan pelatihan dan pendampingan juga. Dan kalau kita lihat juga secara garis besar, ekonomi Indonesia ini kan ditopangnya oleh industri mikro dan kecil," ujar Yassierli.
Upaya lain yang dilakukan pemerintah pusat untuk memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran yakni melalui program pelatihan vokasi.
"Kita punya program pelatihan vokasi nasional dengan anggaran Rp1,7 triliun dan program pemagangan nasional dengan anggaran Rp4,2 triliun. Jadi, perluasan kesempatan kerja itu sama dengan semangatnya kewirausahaan," kata Yassierli.
"Jadi ada upaya pemerintah untuk membuka lapangan kerja untuk sektor-sektor formal. Ada program hilirisasi, 27 program. Program untuk kemudian mengembangkan industri dari Kementerian Perindustrian. Program-program untuk kemudian dari pertanian, ketahanan pangan," imbuhnya.
(dir/dir)
