Pabrik Kayu hingga Rumah di Ciamis Ludes Terbakar dalam Semalam

Pabrik Kayu hingga Rumah di Ciamis Ludes Terbakar dalam Semalam

Dadang Hermansyah - detikJabar
Jumat, 04 Sep 2026 09:08 WIB
Kebakaran di Ciamis.
Kebakaran di Ciamis. (Foto: Istimewa)
Ciamis -

Kamis (3/9/2026) malam hingga Jumat (4/9/2026) dini hari menjadi waktu yang sibuk bagi petugas Damkar Kabupaten Ciamis. Tiga peristiwa kebakaran terjadi dalam kurun waktu satu malam. Objek yang terbakar mulai dari lahan, rumah warga, hingga pabrik pengolahan kayu.

Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis Budi Rahmat membenarkan peristiwa kebakaran terjadi di tiga lokasi dari malam sampai dini hari. Petugas langsung bergerak setiap kali menerima laporan kebakaran dari masyarakat.

"Kami menerima tiga laporan kejadian kebakaran dalam satu malam. Petugas langsung merespons setiap laporan dan melakukan pemadaman serta pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam," ujar Budi Rahmat, Jumat (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menjelaskan, kebakaran pertama terjadi di lahan warga di Dusun Nagrog RT 008 RW 003, Desa Sukasenang, Kecamatan Sindangkasih, Kamis malam sekitar pukul 19.30 WIB. Lahan seluas sekitar 50 meter persegi terbakar. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke lahan warga hingga mendekati tempat pemakaman umum (TPU).

ADVERTISEMENT

Kepala Dusun Nagrog kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada UPTD Damkar Ciamis. Laporan diterima pada pukul 20.07 WIB dan petugas berangkat satu menit kemudian. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 20.18 WIB atau dengan waktu respons 10 menit. Pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan di sekitar area yang terbakar.

"Untuk kebakaran lahan, dugaan sementara api berasal dari aktivitas membakar sampah. Karena masih ada kepulan asap dan dikhawatirkan api kembali menyala atau merembet ketika tertiup angin, petugas melakukan pemadaman sekaligus pendinginan secara menyeluruh," kata Budi.

Dalam penanganan tersebut, petugas Damkar dibantu BPBD, aparat desa dan warga setempat. Sekitar pukul 21.00 WIB, kondisi di lokasi dinyatakan aman dan petugas kembali ke Mako UPTD Damkar Ciamis untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan.

Usai penanganan, laporan kebakaran kembali diterima petugas Damkar Ciamis. Kali ini, api membakar sebuah rumah permanen milik Sahidin di Dusun Rancautama RT 008 RW 010, Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis. Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 21.30 WIB. Api diduga muncul dari tungku yang sebelumnya digunakan pemilik rumah untuk memasak.

Usai memasak, tungku tersebut diduga belum sepenuhnya dipadamkan. Pemilik rumah kemudian beristirahat. Tidak lama berselang, api diketahui sudah membesar dan mulai melalap bagian bangunan.

Sebanyak dua unit mobil pemadam dikerahkan dalam penanganan tersebut dengan tujuh personel. Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan hingga api dipastikan tidak lagi menyala.

"Kebakaran rumah di Pawindan diduga berawal dari tungku api yang lupa dipadamkan setelah digunakan untuk memasak. Api kemudian membesar dan membakar bangunan rumah," ujar Budi.

Akibat kejadian tersebut, bangunan berukuran sekitar 6x9 meter mengalami kebakaran. Kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Penanganan kebakaran kedua selesai sekitar pukul 22.49 WIB. Namun, beberapa jam kemudian, laporan kebakaran kembali masuk dari wilayah selatan Ciamis.

Kali ini, kebakaran terjadi di sebuah pabrik pengolahan kayu milik Anang Suryanto di Dusun Gunung Damar RT 06 RW 02, Desa Sindangasih, Kecamatan Banjarsari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.15 WIB, Jumat (4/9/2026). Saat sedang tertidur, Anang mendengar suara letupan. Ketika melihat ke arah belakang pabrik, ia mendapati bangunan pengolahan kayu miliknya sudah terbakar.

Khawatir api semakin meluas, Anang segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pos WMK Banjarsari.

Petugas menerima laporan pukul 02.22 WIB dan langsung berangkat satu menit kemudian. Armada tiba di lokasi sekitar pukul 02.32 WIB dengan waktu respons sembilan menit. Satu unit mobil pancar dikerahkan bersama tiga personel untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Bangunan pabrik berukuran sekitar 8x6 meter tersebut mengalami kebakaran pada bagian seluas kurang lebih 3x3 meter. Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp5 juta.

"Penyebab kebakaran di pabrik pengolahan kayu tersebut masih berupa dugaan, yakni berasal dari puntung rokok. Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan serta memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan," kata Budi.

Dalam penanganan tersebut, petugas Pos WMK Banjarsari turut dibantu Babinsa Sindangasih dan warga sekitar. Sekitar pukul 03.30 WIB, proses pemadaman dan observasi dinyatakan selesai. Petugas kemudian kembali ke Pos WMK Banjarsari untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan.

Budi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat menggunakan tungku, membakar sampah, maupun membuang puntung rokok.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak meninggalkan api dalam kondisi masih menyala atau bara yang belum benar-benar padam. Hal-hal kecil seperti membakar sampah, tungku memasak, dan puntung rokok bisa menjadi sumber kebakaran apabila tidak diawasi," ucapnya.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads