Warga Dapat Ikan Sapu-sapu hingga Satu Ton di Bendungan Surut

Kabar Regional

Warga Dapat Ikan Sapu-sapu hingga Satu Ton di Bendungan Surut

Dian Utoro Aji - detikJabar
Rabu, 02 Sep 2026 17:30 WIB
Warga mengais ikan sapu-sapu di tengah Bendung Karet Sungai Juana yang asat, Rabu (2/9/2026).
Warga mengais ikan sapu-sapu di tengah Bendung Karet Sungai Juana yang asat, Rabu (2/9/2026). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Bandung -

Warga berbondong-bondong mengumpulkan ikan di Bendung karet Sungai Juana di Desa Bungasresjo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati yang mengering. Di antaranya, ada yang mendapatkan ikan sapu-sapu sampai satu ton untuk dijual ke pabrik!

Di tanah lumpur yang merekah akibat mengeringnya alur Sungai Juana, warga tampak sibuk mengais peruntungan. Surutnya debit air Bendung Karet hingga mengering total beberapa pekan ini mengubah dasar sungai menjadi panggung perburuan ikan.

Di antara hamparan lumpur kecokelatan, Saipul bersama warga setempat memunguti ribuan ekor ikan sapu-sapu yang terdampar. Spesies yang kerap diabaikan ini justru bisa menjadi pundi-pundi cuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencari ikan, Saipul, mengatakan sejak pukul 09.00 WIB sampai siang tadi mengumpulkan ikan sapu-sapu yang terdampar di Bendung Karet Sungai Juana. Rencananya ikan itu akan dikirim ke pabrik untuk diolah jadi pelet.

"Ini ambil ikan sapu-sapu, nanti mau dikirim ke pabrik, buat pelet atau tepung ikan," kata Saipul ditemui di lokasi, Rabu (2/9/2026).

ADVERTISEMENT

Saipul datang bersama 10 orang lain datang ke Bendung Karet. Mereka membawa kendaraan pikap dan boks yang digunakan mengangkut ikan sapu-sapu.

"Kita bagi rata semua. Ini ada 10 orang warga sini semua (warga Desa Bungasrejo)," jelasnya.

Dia mengatakan ikan sapu-sapu dijual dengan harga Rp 2.500 per kilogram. Saipul kali ini mendapatkan 1 ton yang akan dikirim ke pabrik. Rencananya ia bersama warga lain akan mengumpulkan ikan tersebut untuk dijual.

"Harganya Rp 2.500 per kilogram. Dapat 1 ton. Dari sini kita kirim ke TPI Juwana," jelas dia.

Warga mengais ikan sapu-sapu di tengah Bendung Karet Sungai Juana yang asat, Rabu (2/9/2026).Warga mengais ikan sapu-sapu di tengah Bendung Karet Sungai Juana yang asat, Rabu (2/9/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Kesempatan yang sama, warga Tondomulyo lainnya, Ari juga mencari sisa-sisa ikan untuk menjadi lauk. Ari mencari ikan jenis kutuk dan betok.

"Nyari ikan setelah kalinya surut. Ini dapatnya ikan kutuk sama betok, yang masih bertahan di tempat lumpur. Rencana mau buat lauk sendiri," jelas Ari Susanto ditemui di lokasi.

Ari mengatakan kondisi bendungan berangsur surut sejak sebulan terakhir ini. Akan tetapi sampai kering kerontang baru sepekan ini. Menurutnya air sungai habis karena digunakan untuk pertanian saat musim kemarau.

"Ini sudah seminggu kering, tapi surut itu sudah 1 bulan. Karena airnya habis untuk pengairan sawah petani. Ini petani sudah menanam pagi khawatir akan gagal panen," jelasnya.

Menurutnya bau menyengat juga tercium setelah ada banyak ikan yang mulai mati. Meskipun demikian kondisi tersebut belum menjadi keresahan warga. Karena bau busuk ikan yang mati belum sampai ke permukiman warga.

"Terus ya kalau dekat menganggu setelah setelah banyak ikan pada mati. Kalau ke permukiman warga nggak sampai," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di detikJateng. Baca selengkapnya di sini.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads