Harga Pertalite Bakal Naik? Ini Jawaban Terbaru Bahlil

Septian Farhan Nurhuda - detikJabar
Rabu, 02 Sep 2026 08:53 WIB
Foto: Antrean mengular di SPBU Jalan Diponegoro Pangkalan Bun di jalur BBM Pertalite (Sigit Pamungkas/detikKalimantan)
Bandung -

Harga Pertalite bakal naik setelah konsumsi BBM subsidi ini meningkat dan berpotensi melampaui kuota 2026? Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir tahun.

Kepastian itu disampaikan Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Senin (31/8/2026).

"Tapi apapun yang terjadi saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi, khususnya subsidi itu tidak akan kita naikkan sampai dengan 2026 Desember, sambil kita melihat perkembangan global," ujar Bahlil seperti dikutip dari detikNews.

Konsumsi Pertalite Naik

Konsumsi Pertalite meningkat setelah sebagian pengguna BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi. BPH Migas mencatat konsumsi Pertalite naik 12,92% pada Juli 2026, setelah harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, mengalami penyesuaian pada Juni.

Data Pertamina mencatat penyaluran Pertalite hingga 31 Juli mencapai 16,54 juta kiloliter (KL). Sementara kuota Pertalite 2026 ditetapkan 28,69 juta KL.

Pertamina memproyeksikan penyaluran Pertalite sepanjang 2026 mencapai sekitar 29,18 juta KL, atau 1,7% di atas kuota.

Kenaikan konsumsi juga dipengaruhi pertumbuhan ekonomi semester I 2026 di kisaran 5-5,6%, aktivitas industri, logistik, ekspor-impor, transportasi, bertambahnya kendaraan pribadi, pariwisata domestik, serta musim panen dan melaut.

Harga Pertalite Tak Naik

Meski konsumsi berpotensi melampaui kuota, pemerintah belum berencana menaikkan harga Pertalite.

Bahlil mengatakan pemerintah masih menghitung potensi kelebihan kuota dan memantau perkembangan kondisi global. Kepastian yang diberikan, harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai Desember 2026.

Selain Pertalite, penyaluran Solar subsidi dan LPG 3 kg juga diproyeksikan berpotensi melampaui kuota. Hingga akhir Juli, Solar subsidi telah tersalur 11,18 juta KL dari kuota 18,36 juta KL, sedangkan LPG 3 kg mencapai 5,05 juta ton dari kuota 8 juta ton.

Harga BBM Nonsubsidi

Berbeda dengan Pertalite, harga BBM nonsubsidi diserahkan kepada mekanisme pasar dan perkembangan harga minyak dunia.

"Kalau untuk harga BBM nonsubsidi kita akan serahkan kepada harga pasar. Apa yang terjadi dengan dinamika yang ada, itu yang akan kita lakukan penyesuaian," jelas Bahlil.

Artinya, harga Pertalite dipastikan tidak naik hingga Desember 2026, meski konsumsi BBM subsidi tersebut berpotensi melampaui kuota.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di detikoto dengan judul "Konsumsi Meledak, Harga Pertalite Bakal Naik?". Baca artikel asli di sini



Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: STY Latih Persija-Harga Pertamax Naik"

(tya/tya)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork