Jabar Hari Ini: Bayi Dimutilasi Ibu hingga Mayat Dalam Kardus

Jabar Hari Ini: Bayi Dimutilasi Ibu hingga Mayat Dalam Kardus

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 01 Sep 2026 22:00 WIB
Penampakan TKP penemuan mayat di Babakan Ciparay, Bandung
Penampakan TKP penemuan mayat di Babakan Ciparay, Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Selasa, 1 September 2026 dari mulai bayi dimutilasi sang ibu di Sumedang hingga geger mayat wanita yang ditemukan di dalam kardus di Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

⁠Temuan Bayi Tak Utuh di Sumedang Ternyata Dimutilasi Ibu

Satreskrim Polres Sumedang menggelar pra-rekonstruksi dalam perkara temuan jasad bayi laki-laki dengan kondisi organ tubuh yang sudah tidak utuh. Berbagai fakta baru pun terkuak di dalam peristiwa tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansah mengungkapkan, dalam pra-rekonstruksi ini pihaknya menghadirkan secara langsung ibu jasad bayi berinisial ER (19) yang sebelumnya ditetapkan menjadi tersangka. ER memeragakan sebanyak 32 adegan.

Menurut Tanwin, dari total 32 adegan itu pihaknya menemukan beberapa fakta baru. Fakta pertama adalah bayi tersebut masih dalam keadaan bernyawa setelah dilahirkan oleh ER.

ADVERTISEMENT

"Dari 32 adegan tersebut, kami menemukan fakta-fakta baru yang sesuai dengan hasil penyelidikan kami. Di antaranya adalah, yang pertama bahwa pada saat bayi itu dilahirkan masih keadaan hidup," ujar Tanwin usai memimpin langsung pra-rekonstruksi di lokasi kejadian hari ini.

Untuk fakta kedua, berdasarkan hasil koordinasi dengan dokter forensik di RS Sartika Asih Bandung, terkuak bahwa di tubuh bayi malang itu terdapat beberapa luka tusukan seperti di bagian punggung serta di bagian tubuh depan bayi.

"Yang kedua, ada tusukan di badan dan punggung dari bayi tersebut. Di punggung ada 5 tusukan dan di depan ada 4 tusukan," kata Tanwin.

Pra-rekonstruksi kasus temuan bayi tak utuh di Sumedang.Pra-rekonstruksi kasus temuan bayi tak utuh di Sumedang. Foto: Dwiky Maulana Velayati/detikJabar

Tanwin mengungkapkan, fakta ketiga yang baru ditemukan ini cukup mengejutkan. Pasalnya, organ tubuh seperti tangan hingga kaki bagian kanan yang saat awal ditemukan tidak ada, bukan dimakan oleh anjing peliharaan warga, melainkan sudah terpisah akibat sayatan benda tajam.

"Terus, yang ketiga, untuk organ yang kemarin diperkirakan hilang, itu bukan dimakan oleh anjing peliharaan masyarakat sekitar. Itu terpisah dari tubuh, itu dari sayatan benda tajam," pungkasnya.

⁠Becak Listrik Prabowo Tiba di Majalengka

Sebanyak 300 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Kabupaten Majalengka telah tiba. Ratusan unit kendaraan roda tiga bertenaga baterai tersebut kini terparkir di Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Majalengka, Jalan Lingkar Utara, Cikasarung.

Bupati Majalengka Eman Suherman menyatakan, bantuan tersebut dikhususkan bagi para pengayuh becak tradisional yang memenuhi kriteria tertentu. Faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah usia dan kondisi ekonomi calon penerima.

"Iya, jadi becak listrik di Majalengka, kita alhamdulillah mendapatkan 300 unit. Kemudian syarat-syarat penerimanya, mereka yang sudah berumur 55 sampai 60 tahun ke atas. Desilnya 1 sampai 5," kata Eman kepada detikJabar, hari ini.

Eman menjelaskan, data desil atau tingkat kesejahteraan rumah tangga menjadi acuan penting dalam menentukan penerima bantuan. Menurutnya, bantuan ini harus jatuh ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Iya, dihitung desil. Itu harus betul-betul orang yang membutuhkan," ujarnya.

300 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Kabupaten Majalengka yang telah tiba di SIKIM Majalengka.300 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Kabupaten Majalengka yang telah tiba di SIKIM Majalengka. Foto: Erick Disy Darmawan

Kehadiran becak listrik ini, lanjut Eman, ditujukan untuk meringankan beban fisik para pengayuh becak yang selama ini mengandalkan tenaga manual pada becak konvensional.

"Tujuannya untuk membantu pengayuh becak yang selama ini pakai tradisional diubah menjadi modern. Kemudian dalam mengayuh becak kan tidak terlalu berat karena dibantu dengan listrik," jelasnya.

Kata Igor Tolic Soal Pemain Baru Persib

Persib Bandung bakal menghadapi musim 2026/2027 dengan agenda yang jauh lebih padat. Selain mempertahankan gelar juara Super League, Maung Bandung juga harus membagi fokus ke AFC Champions League Two (ACL 2), ASEAN Club Championship, hingga League Cup atau Piala Indonesia.

Situasi tersebut membuat kedalaman skuad menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi Persib. Dengan banyaknya pertandingan yang menanti, rotasi pemain menjadi kebutuhan untuk menjaga kebugaran sekaligus mempertahankan performa tim.

Saat ini Persib memiliki 31 pemain dalam skuadnya. Sebanyak 11 di antaranya merupakan pemain asing. Lantas, apakah komposisi tersebut sudah cukup untuk menghadapi musim panjang dengan empat kompetisi?

Pelatih Persib, Igor Tolic, belum memberikan sinyal tegas bahwa klub akan kembali berburu pemain. Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memaksimalkan pemain yang sudah tersedia.

"Ya, siapa pemain yang ada saat ini, itulah yang kami maksimalkan," ujar Igor hari ini.

Igor lebih berharap persoalan cedera yang dialami sejumlah pemain segera teratasi. Saat ini beberapa pemain diketahui masih mengalami cedera, seperti Sandy Walsh, Luciano Guaycochea, Gakuto Notsuda, hingga Febri Hariyadi.

Kembalinya mereka ke lapangan dinilai Igor akan membuat Persib memiliki lebih banyak pilihan untuk menghadapi jadwal pertandingan yang padat.

"Kami hanya berharap para pemain-pemain yang cedera bisa segera kembali dan mulai berlatih, sehingga skuad menjadi lebih berkualitas lagi dengan lebih banyak pilihan pemain dan kami bisa memilih siapa yang dimainkan di setiap pertandingan," jelasnya.

Hal itu menunjukkan bahwa Persib tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan untuk kembali mendatangkan pemain baru meski dituntut memiliki kedalaman skuad yang sesuai dengan kebutuhan.

Apalagi, Persib akan menjalani perjalanan panjang di kompetisi Asia. Setelah memastikan tiket fase grup ACL 2, Maung Bandung harus menghadapi FC Seoul, The Cong Viettel FC, dan Melbourne Victory dalam format kandang-tandang.

Di saat bersamaan, kompetisi domestik dan ASEAN Club Championship juga akan menambah beban pertandingan Persib sepanjang musim. Namun untuk saat ini, Igor memilih memaksimalkan kekuatan yang sudah dimilikinya.

"Namun saya pikir kami memaksimalkan apa yang kami miliki saat ini," pungkasnya.

Mayat Wanita Dalam Kardus di Babakan Ciparay

Mayat wanita dibungkus kardus ditemukan di pinggir Jalan Terusan Suryani, Kecamatan Babakan Ciparay, Kabupaten Bandung. Korban diduga merupakan korban pembunuhan.

Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Kurniawan mengatakan, jasad korban sudah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung.

"Pada hari ini, Selasa tanggal 1 Agustus 2026, sekira pukul 11.00 WIB, di RW 5 Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay, telah ditemukan sesosok mayat yang terbungkus oleh kardus," kata Kurniawan di TKP.

Kurniawan mengungkap ciri-ciri mayat yang ditemukan di dalam kardus.

"Mayat tersebut perempuan, diperkirakan berusia 30 tahun," tambahnya.

Dilihat dari kondisi korban, Kurniawan sebut jika korban merupakan korban pembunuhan.

"Ya, hasil penyelidikan awal dan olah TKP di lokasi diduga ini ada upaya dari pembunuhan, namun demikian kita masih melakukan penyelidikan dari titik awal TKP," tuturnya.

Gasibu Ditutup Hingga Awal 2027

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjelaskan alasan penutupan sementara Kawasan Gasibu yang dilakukan mulai hari ini hingga awal tahun 2027 mendatang. Penutupan dilakukan karena kawasan itu akan direnovasi secara menyeluruh.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, Gasibu merupakan ruang publik yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, kondisi fasilitas di kawasan tersebut harus diperhatikan agar tetap aman dan nyaman digunakan.

Herman mengaku cukup memahami kondisi Gasibu karena dirinya juga menjadi salah satu pengguna kawasan tersebut. Menurutnya, perbaikan terutama diperlukan pada sejumlah bagian fasilitas yang kondisinya sudah tidak ideal.

"Gasibu itu ditata. Saya kebetulan salah satu pengguna Gasibu juga, jadi tahu persis track-nya itu kan, kondisinya kan harus diperbaiki karena itu fasilitas publik ya, ruang publik. Apalagi masyarakat Jawa Barat sangat concern ya untuk memanfaatkan fasilitas atau ruang publik Gasibu," kata Herman.

Ia menegaskan, penataan dilakukan agar masyarakat dapat kembali menggunakan Gasibu dengan rasa nyaman dan aman. Pemerintah tidak ingin kondisi fasilitas yang kurang baik justru berpotensi menimbulkan kejadian yang tidak diharapkan.

"Ya tugas kami kan harus melakukan perbaikan, renovasi agar masyarakat mendapatkan kenyamanan pada saat menggunakan Gasibu. Jangan sampai karena track-nya kurang baik kemudian kan bisa tijalikeuh (terpeleset) ya kalau kata orang Sunda mah," ujarnya.

"Ya jangan sampai ada kejadian yang tidak kita harapkan. Yang ujungnya mah masyarakat nyaman lah menggunakan Gasibu," sambungnya.

Selain memperbaiki fasilitas, penataan juga akan memperhatikan aspek estetika kawasan. Namun, Herman memastikan perubahan yang dilakukan akan menyesuaikan kondisi lingkungan dan landscape yang sudah ada di sekitar Gasibu.

Menurutnya, Gasibu memiliki perpaduan antara unsur alam dan bangunan sehingga konsep penataan harus disesuaikan dengan karakter kawasan tersebut.

"Secara estetika ya disesuaikan dengan landscape. Ya di sana kan ada estetika alam ya, ada estetika buatan. Yang jelas disesuaikan. Ya insyaallah kondisinya akan jauh lebih baik dibanding dengan sebelumnya," ucap dia.



(wip/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads