Selama ini, para pengayuh becak di Majalengka selalu mengandalkan tenaga seadanya untuk mencari pundi-pundi rupiah. Namun kini, ada bantuan 300 becak listrik yang membawa harapan baru akan perubahan bagi mereka.
Ratusan becak tersebut nantinya akan disalurkan kepada penerima yang telah memenuhi kriteria. Sebelum itu, bantuan ini diparkirkan terlebih dahulu di Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Majalengka, Jalan Lingkar Utara, Cikasarung, sembari menunggu proses pendataan dan penyaluran dilakukan supaya lebih tepat sasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 300 becak listrik ini merupakan bantuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Kendaraan roda tiga bertenaga baterai tersebut nantinya bakal dikhususkan bagi para pengayuh becak tradisional yang memenuhi kriteria tertentu, seperti usia dan kondisi ekonomi calon penerima.
"Iya, jadi becak listrik di Majalengka, kita alhamdulillah mendapatkan 300 unit. Kemudian syarat-syarat penerimanya, mereka yang sudah berumur 55 sampai 60 tahun ke atas. Desilnya 1 sampai 5," kata Bupati Majalengka Eman Suherman kepada detikJabar, Selasa (1/9/2026).
Data desil atau tingkat kesejahteraan rumah tangga, tentu menjadi acuan dalam menentukan penerima bantuan. Sebab Eman menginginkan bantuan ini harus jatuh ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Iya, dihitung desil. Itu harus betul-betul orang yang membutuhkan," ujarnya.
Kehadiran becak listrik ini, lanjut Eman, ditujukan untuk meringankan beban fisik para pengayuh becak yang selama ini mengandalkan tenaga manual pada becak konvensional. Sebelum unit didistribusikan, para penerima nantinya akan mendapatkan pelatihan khusus supaya lebih memahami unit yang mereka operasikan.
"Tujuannya untuk membantu pengayuh becak yang selama ini pakai tradisional diubah menjadi modern. Kemudian dalam mengayuh becak kan tidak terlalu berat karena dibantu dengan listrik," jelasnya.
"Ada pelatihan dulu. Itu kan elektronik, ya. Jadi nanti siang ada tamunya dari Yayasan GSN-nya. Itu kan disalurkan oleh Yayasan GSN," ucapnya menambahkan.
Terkait waktu pembagian, Eman menyebut tanggal pendistribusian belum ditetapkan secara pasti. Pemerintah Kabupaten Majalengka masih menunggu hasil koordinasi final dengan pengurus Yayasan GSN.
"Masih nunggu. Kayaknya nanti setelah pertemuan penentuannya (tanggal distribusi) dengan pengurusnya," ujarnya.
Eman mengungkapkan, jumlah 300 unit tersebut merupakan hasil penambahan dari kuota awal. Sebelumnya, Majalengka hanya dijatah sebanyak 200 unit becak listrik.
Namun, Eman mengaku meminta agar kuota tersebut ditambah menjadi 300 unit agar jangkauan bantuan lebih luas, dan permintaan tersebut akhirnya disetujui oleh pusat.
"Iya, tadinya di kita juga sama, 200. Cuma saya minta ditambah kuotanya 300, ternyata di-ACC," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa 300 unit becak listrik tersebut tidak diperuntukkan bagi masyarakat umum. Penerima haruslah sosok yang memang sehari-harinya bekerja sebagai pengayuh becak.
"Kan syaratnya mereka yang sudah biasa ngayuh becak. Jadi bukan penerimanya di luar ngayuh becak," pungkasnya.
(ral/sud)
