Kemarau 2026: Situ Cileunca Mengering hingga Bisa Jadi Lokasi Kebun Warga

Kemarau 2026: Situ Cileunca Mengering hingga Bisa Jadi Lokasi Kebun Warga

Yuga Hasani - detikJabar
Selasa, 01 Sep 2026 18:31 WIB
Camat Pangalengan, Vena Andriawan saat wawancara bersama awak media
Camat Pangalengan, Vena Andriawan saat wawancara bersama awak media (Foto: Yuga Hasani/detikJabar).
Kabupten Bandung -

Debit air Situ Cileunca, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, menyusut akibat kemarau panjang 2026. Bahkan, area pinggir situ tersebut saat ini telah digunakan warga untuk berkebun.

Camat Pangalengan Vena Andriawan mengatakan, penyusutan tersebut kerap terjadi saat musim kemarau panjang. Akibatnya, debit air Situ Cileunca kerap mengalami penyusutan beberapa persen.

"Jadi berbicara debit air ya, setiap tahun itu memang terjadi di Situ Cileunca itu, jadi itu mah hal yang berulang, kemarau lagi ya. Tidak bisa dihindari itu," ujar Vena, kepada awak media, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan penurunan debit air Situ Cileunca terjadi beberapa persen. Bahkan, oleh sejumlah masyarakat, area pinggir situ yang tengah dilanda kekeringan itu digunakan untuk berkebun.

"Itu teh berapa ya 30 persen atau 40 persen lah, sekitar segituan (penurunan). Pokoknya mah di sisi-sisi sudah dipakai kebun. Kata mereka, dari pada tandus, ya mending dipakai berkebun. Mereka yang berkebun adalah warga yang bermitra dengan Indonesia Power," katanya.

Vena menyebut telah berkoordinasi dengan Indonesia Power terkait penurunan debit air tersebut. Ia menilai pasokan air untuk warga di Bandung Raya sejauh ini masih aman.

"Tapi kan kita masih bersyukur, sekering-keringnya Cileunca, orang Bandung Raya masih minum," jelasnya.

Dia menilai indikator lainnya adalah masih banyaknya wisatawan arung jeram di sekitar Situ Cileunca. Hal tersebut menjadi simbol bahwa pasokan air masih mencukupi.

"Kan Sungai Palayangan mah airnya dari Situ Cileunca, posisinya seperti itu. Jadi kalau arung jeram sudah tidak beroperasi, berarti sudah tidak ada air, dan sudah mulai warning-lah. Kalau arung jeram jalan, berarti pasokan air masih aman," ungkapnya.

Vena menambahkan, penurunan debit air tidak mengurangi jumlah kunjungan wisatawan ke Situ Cileunca. Pasalnya, pada akhir pekan atau hari libur, setiap operator arung jeram masih bisa melayani ratusan peserta.

"Kalau sampai hari ini ya informasi dari teman-teman masih landai ya, normal gitu. Karena kan ya kan ada peak season ya, masa liburan sekolah dan sebagainya. Itulah yang biasa, tapi ketika landai-landayanya, mungkin dalam misalnya satu operator seminggu 400 pengunjung, 500 pengunjung, masih-masih normal," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Antisipasi El Nino, Pramono Prioritaskan Ketahanan Pangan-Pencegahan ISPA"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads