Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali menjadi sorotan tajam. Kondisi ini diprediksi bakal semakin parah seiring menguatnya fenomena El Nino yang memicu cuaca ekstrem lebih kering dan meningkatkan intensitas titik api.
Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis pada 21 Agustus, Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) mengungkapkan bahwa meski kondisi kebakaran musiman tahun ini terlihat relatif normal, namun intensitasnya jauh lebih tinggi jika dibandingkan beberapa tahun belakangan.
CAMS menyoroti adanya lonjakan emisi kebakaran hutan yang signifikan di sejumlah wilayah dalam dua pekan terakhir. Situasi ini terjadi tepat saat musim kemarau di Indonesia mulai mencapai puncaknya, yang diperparah oleh pengaruh El Nino.
"Kebakaran musiman dan kabut asap regional di Indonesia sudah meningkat, konsisten dengan tahun-tahun El Nino sebelumnya, dan kami akan memantau situasi dengan sangat ketat untuk memahami bagaimana kebakaran dan dampaknya terhadap kualitas udara berubah," kata Mark Parrington, ilmuwan senior di ECMWF yang bekerja untuk CAMS dikutip detikINET, Senin (31/8/2027).
Catatan CAMS menunjukkan kebakaran hebat mulai melalap sejumlah titik sejak akhir Juli. Meski polanya dianggap normal secara musiman, namun persistensi api di tengah upaya pengurangan pembakaran lahan pertanian dan pengendalian kabut asap di kawasan regional tetap menjadi alarm bahaya.
Simak Video "Video: Blak-blakan Komisi IV DPR Soal Luasan Lahan Terbakar di 2026"
(mso/mso)